30.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Mereka Jadi Bintang di Lomba Kliping Kreatif Jawa Pos Radar Kediri (2)

 

Lomba Kliping kreatif adalah kebanggaan. Sekolah-sekolah berusaha  keras tampil semaksimal mungkin. Di SDN Banjaran 2, kepala sekolah aktif meminta laporan perkembangan setiap tahap.  

Seharusnya, saat-saat itu adalah masa libur bagi siswa kelas IV SDN Banjaran 2 Kota Kediri. Namun, bagi beberapa anak ini tidak ada kata libur. Waktunya habis untuk membuat karya yang akan diikutkan dalam lomba Kliping Kreatif Jawa Pos Radar Kediri.

Sekolah ini menyiapkan enam kelompok. Mereka semua diuji untuk beradu imajinasi membuat kliping yang paling menarik. Hasilnya, kelompok Kejora Arbandar yang dinyatakan lulus uji. Dianggap layak maju mewakili sekolah.

Kelompok yang diketuai Dewi Novita Sari ini tak sekadar membuat kliping. Karya mereka berbentuk tiga dimensi. Tak sekadar kliping flat yang hanya tersusun dalam ukuran panjang kali lebar saja.

“Kami belajar dari Youtube,” aku Dewi.

Ketika memperhatikan caranya, Dewi dan teman-temannya bisa menghabiskan waktu berjam-jam agar dapat menyaring semua ide dari Youtube. Mereka menyerap dan mencoba dengan cara otodidak. Meskipun, pekerjaan itu tidak langsung berhasil. Beberapa kali para bocah ini mengalami kegagalan.

Baca Juga :  Jual-Beli Satwa di Kediri Online, Banyak Kucing Keracunan Disinfektan

Kegagalan paling banyak adalah dalam pembuatan pola. Mereka harus trial and error. Mencoba dan mencoba lagi meskipun mengalami kegagalan. Hingga hasilnya layak. Dan terpenting adalah menarik.

Bahkan, dari kegagalan demi kegagalan itulah Dewi dan teman-temannya terpacu. Mereka menjadi lebih bersemangat sehingga berhasil membuat karya terbaik mewakili sekolahnya.

Ketika sudah bisa membuat pola yang pas, mereka lalu menggambar semua lembaran kliping sehingga tampak lebih meriah. Yang membutuhkan waktu lama adalah menggambar. Siswa berusia 10 tahun ini mengaku, tidak ada waktu untuk bersantai saat liburan.

“Kami selalu ditanya, sudah jadi belum?” kenang Dewi.

Karena itu kliping ini dibuat bersama-sama di sekolah hingga di rumah anggota kelompok. Waktu liburan pun lebih banyak diisi untuk membuat kliping.

Baca Juga :  di Kabupaten Kediri Stok Vaksin Aman hingga Akhir Bulan 

Lebih lagi, saat proses pembuatan, Kepala Sekolah Eko Murdianingsih selalu memelototi pekerjaan kelompok. Terutama ketika dikerjakan di kelas. Perempuan yang kerap disapa Eko itu selalu menanyakan setiap progres kepada siswa dan guru pendampingnya.

“Memang harus cerewet,” ucap Eko tersenyum ketika mendampingi siswanya menerima hadiah dalam acara awarding Lomba Kliping Kreatif di aula Disdik Kota Kediri Kamis (2/2) lalu. Bagi kepala sekolah perempuan ini, beban dan tanggung jawab siswa harus diberikan agar tidak menganggap enteng tugas yang diberikan.

Dengan cara itu dia bersyukur hasilnya bisa maksimal. Sekolahnya kembali bersaing dengan SDN Betet 3 Pesantren untuk mendapatkan yang terbaik. Bagi Eko, kegiatan Kliping Kreatif ini sangat baik untuk meningkatkan kreativitas anak-anaknya.

Lewat kegiatan ini, anak didiknya akan aktif untuk membaca. Dan bisa mengalihkan kegiatan negatif menggunakan gawai. Karena itu, dia berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahun. (fud)

 

- Advertisement -

 

Lomba Kliping kreatif adalah kebanggaan. Sekolah-sekolah berusaha  keras tampil semaksimal mungkin. Di SDN Banjaran 2, kepala sekolah aktif meminta laporan perkembangan setiap tahap.  

Seharusnya, saat-saat itu adalah masa libur bagi siswa kelas IV SDN Banjaran 2 Kota Kediri. Namun, bagi beberapa anak ini tidak ada kata libur. Waktunya habis untuk membuat karya yang akan diikutkan dalam lomba Kliping Kreatif Jawa Pos Radar Kediri.

Sekolah ini menyiapkan enam kelompok. Mereka semua diuji untuk beradu imajinasi membuat kliping yang paling menarik. Hasilnya, kelompok Kejora Arbandar yang dinyatakan lulus uji. Dianggap layak maju mewakili sekolah.

Kelompok yang diketuai Dewi Novita Sari ini tak sekadar membuat kliping. Karya mereka berbentuk tiga dimensi. Tak sekadar kliping flat yang hanya tersusun dalam ukuran panjang kali lebar saja.

“Kami belajar dari Youtube,” aku Dewi.

Ketika memperhatikan caranya, Dewi dan teman-temannya bisa menghabiskan waktu berjam-jam agar dapat menyaring semua ide dari Youtube. Mereka menyerap dan mencoba dengan cara otodidak. Meskipun, pekerjaan itu tidak langsung berhasil. Beberapa kali para bocah ini mengalami kegagalan.

Baca Juga :  Tanjakan dan Rute Beraspal Buat KVRR Beda

Kegagalan paling banyak adalah dalam pembuatan pola. Mereka harus trial and error. Mencoba dan mencoba lagi meskipun mengalami kegagalan. Hingga hasilnya layak. Dan terpenting adalah menarik.

Bahkan, dari kegagalan demi kegagalan itulah Dewi dan teman-temannya terpacu. Mereka menjadi lebih bersemangat sehingga berhasil membuat karya terbaik mewakili sekolahnya.

Ketika sudah bisa membuat pola yang pas, mereka lalu menggambar semua lembaran kliping sehingga tampak lebih meriah. Yang membutuhkan waktu lama adalah menggambar. Siswa berusia 10 tahun ini mengaku, tidak ada waktu untuk bersantai saat liburan.

“Kami selalu ditanya, sudah jadi belum?” kenang Dewi.

Karena itu kliping ini dibuat bersama-sama di sekolah hingga di rumah anggota kelompok. Waktu liburan pun lebih banyak diisi untuk membuat kliping.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Butuh TPA Terpadu di Kawasan Barat Sungai Brantas

Lebih lagi, saat proses pembuatan, Kepala Sekolah Eko Murdianingsih selalu memelototi pekerjaan kelompok. Terutama ketika dikerjakan di kelas. Perempuan yang kerap disapa Eko itu selalu menanyakan setiap progres kepada siswa dan guru pendampingnya.

“Memang harus cerewet,” ucap Eko tersenyum ketika mendampingi siswanya menerima hadiah dalam acara awarding Lomba Kliping Kreatif di aula Disdik Kota Kediri Kamis (2/2) lalu. Bagi kepala sekolah perempuan ini, beban dan tanggung jawab siswa harus diberikan agar tidak menganggap enteng tugas yang diberikan.

Dengan cara itu dia bersyukur hasilnya bisa maksimal. Sekolahnya kembali bersaing dengan SDN Betet 3 Pesantren untuk mendapatkan yang terbaik. Bagi Eko, kegiatan Kliping Kreatif ini sangat baik untuk meningkatkan kreativitas anak-anaknya.

Lewat kegiatan ini, anak didiknya akan aktif untuk membaca. Dan bisa mengalihkan kegiatan negatif menggunakan gawai. Karena itu, dia berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahun. (fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/