26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Dandi, Warga Desa Kedungglugu, yang Kehilangan Saudara saat Berburu

Dandi menjadi pusat perhatian atas kematian M. Hamza Hambalion. Pemuda berusia 19 tahun ini adalah orang yang bersama Hamza saat pria asal Pasuruan tewas karena dadanya tertembus peluru dari senapan angin.

KAREN WIBI, Gondang, JP Radar Nganjuk

Rumah Dandi ada di Dusun Dadung, Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang. Kemarin, tidak banyak orang yang takziah. Hanya beberapa orang. Dandi sendiri yang menemui petakziah yang datang. Dia menyalami petakziah yang mengucapkan duka cita atas kematian Hamza, adik sepupu Dandi.

Hamza tinggal di rumah Dandi sekitar enam bulan lalu. Karena pria bertato di dadanya tersebut berniat mencari pekerjaan di Nganjuk. Namun, keinginan Hamza untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan tidak terwujud. “Setelah lulus SMA, dia cari kerja di sini,” ujar Dandi.

Baca Juga :  Menengok TBM Gelaran Buku Jambu saat Peringatan Hari Buku Sedunia

Namun, Hamza tidak mendapatkan pekerjaan di pabrik atau kantor. Akhirnya, Hamza ikut Dandi bekerja sebagai kuli bangunan. “Kami kerja kuli bangunan bareng,” ujarnya.

Namun, Dandi enggan menjelaskan kronologi tertembaknya Hamza di gubuk saat berburu tikus. Ketika ditanya tentang kejadian itu, dia mengaku masih shock. Sehingga, belum bisa menceritakan dengan detail.

Bahkan, kejanggalan terkait  senapan angin laras panjang yang menewaskan Hamza, Dandi juga enggan menjawab. Karena jika Hamza menarik pelatuk senapan angin dan mengarahkan ke dadanya sendiri untuk bunuh diri tidak akan mudah. Butuh perjuangan ekstrakeras untuk melakukannya. “

“Saya sedang kesusahan,” elaknya. Bahkan, Dandi memilih untuk masuk ke ruang tengah dan tidur di kasur yang diletakkan di lantai. Dia  tidur tengkurap.

Baca Juga :  Kejari Musnahkan Ratusan Barang Bukti

Kemudian, keluarga Dandi mengatakan, jika akan pergi ke Pasuruan untuk menghadiri pemakaman Hamza. Karena Hamza dibawa ke rumahnya di Desa Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pasuruan untuk dimakamkan. Karena itu mereka segera berkemas untuk meninggalkan rumah kemarin siang.

- Advertisement -

Dandi menjadi pusat perhatian atas kematian M. Hamza Hambalion. Pemuda berusia 19 tahun ini adalah orang yang bersama Hamza saat pria asal Pasuruan tewas karena dadanya tertembus peluru dari senapan angin.

KAREN WIBI, Gondang, JP Radar Nganjuk

Rumah Dandi ada di Dusun Dadung, Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang. Kemarin, tidak banyak orang yang takziah. Hanya beberapa orang. Dandi sendiri yang menemui petakziah yang datang. Dia menyalami petakziah yang mengucapkan duka cita atas kematian Hamza, adik sepupu Dandi.

Hamza tinggal di rumah Dandi sekitar enam bulan lalu. Karena pria bertato di dadanya tersebut berniat mencari pekerjaan di Nganjuk. Namun, keinginan Hamza untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan tidak terwujud. “Setelah lulus SMA, dia cari kerja di sini,” ujar Dandi.

Baca Juga :  Kepang Lebih Besar, Rampokan Paling Ditunggu

Namun, Hamza tidak mendapatkan pekerjaan di pabrik atau kantor. Akhirnya, Hamza ikut Dandi bekerja sebagai kuli bangunan. “Kami kerja kuli bangunan bareng,” ujarnya.

Namun, Dandi enggan menjelaskan kronologi tertembaknya Hamza di gubuk saat berburu tikus. Ketika ditanya tentang kejadian itu, dia mengaku masih shock. Sehingga, belum bisa menceritakan dengan detail.

Bahkan, kejanggalan terkait  senapan angin laras panjang yang menewaskan Hamza, Dandi juga enggan menjawab. Karena jika Hamza menarik pelatuk senapan angin dan mengarahkan ke dadanya sendiri untuk bunuh diri tidak akan mudah. Butuh perjuangan ekstrakeras untuk melakukannya. “

“Saya sedang kesusahan,” elaknya. Bahkan, Dandi memilih untuk masuk ke ruang tengah dan tidur di kasur yang diletakkan di lantai. Dia  tidur tengkurap.

Baca Juga :  Delapan Pasien Korona Isolasi Mandiri

Kemudian, keluarga Dandi mengatakan, jika akan pergi ke Pasuruan untuk menghadiri pemakaman Hamza. Karena Hamza dibawa ke rumahnya di Desa Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pasuruan untuk dimakamkan. Karena itu mereka segera berkemas untuk meninggalkan rumah kemarin siang.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/