23.8 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Bupati Kabupaten Kediri Minta Peternak Pacu Produktivitas

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Menjelang diselesaikannya proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri juga meningkatkan produktivitas peternakan di wilayahnya. Salah satunya dengan program koorporasi sapi.

Program tersebut difokuskan untuk pengembangbiakan ternak lembu tersebut. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir juga dipastikan pasar daging sapi terus meningkat.

“Yang perlu disadari oleh penerima manfaat dalam hal ini adalah peternak sapi, orientasikan pada pengembangbiakannya. Kalau sudah begitu, uang akan datang sendiri,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Ia menilai, para peternak sapi di daerahnya kini semakin maju. Terutama peternak yang tergabung dalam program koorporasi sapi yang berada di Kecamatan Ngadiluwih. Karena itu kesadaran untuk pengelolaan sapi juga meningkat.

Baca Juga :  Dandim Nganjuk Ajak Tanggap Bencana

Hingga minggu terakhir Januari tahun ini, kepala daerah yang akrab disapa Mas Bup ini mengungkapkan, Kabupaten Kediri telah menerima 364 ekor sapi jantan dan 133 betina. Itu dari 1000 sapi yang ditargetkan akan terpenuhi pada Maret 2022 mendatang.

Dengan jumlah sapi tersebut, Dhito berharap, ke depan koorporasi sapi ini akan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pemulihan ekonomi di sektor peternakan. “Semoga koorporasi sapi ini menjadi sektor penting dalam pemulihan ekonomi dan meningkatkan program pemerintah kabupaten di sektor peternakan,” terangnya.

Bupati berkacamata itu mengatakan, Kabupaten Kediri mendapatkan program desa korporasi sapi dari Kementerian Pertanian (Kementan) karena dianggap program ini dapat berhasil di sini. Berkaca dari daerah lain yang tidak maksimal bahkan gagal dalam menjalankan program itu, pihaknya tidak menginginkan hal tersebut sampai terjadi di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Di saat Bosan Harus Tetap Optimistis

“Jangan sampai yang menjadi harapan Pak Mentan tidak maksimal. Ini yang sangat kita hindari,” papar Dhito.

Karena menjadi salah satu produk peternakan yang diunggulkan, maka tidak hanya di Kecamatan Ngadiluwih saja. Namun juga nanti akan ditingkatkan di peternak lokal di desa-desa lain.(syi/ndr)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Menjelang diselesaikannya proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri juga meningkatkan produktivitas peternakan di wilayahnya. Salah satunya dengan program koorporasi sapi.

Program tersebut difokuskan untuk pengembangbiakan ternak lembu tersebut. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir juga dipastikan pasar daging sapi terus meningkat.

“Yang perlu disadari oleh penerima manfaat dalam hal ini adalah peternak sapi, orientasikan pada pengembangbiakannya. Kalau sudah begitu, uang akan datang sendiri,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Ia menilai, para peternak sapi di daerahnya kini semakin maju. Terutama peternak yang tergabung dalam program koorporasi sapi yang berada di Kecamatan Ngadiluwih. Karena itu kesadaran untuk pengelolaan sapi juga meningkat.

Baca Juga :  Mantan Pekerja Migran Ilegal Asal Pare yang Buka Angkringan

Hingga minggu terakhir Januari tahun ini, kepala daerah yang akrab disapa Mas Bup ini mengungkapkan, Kabupaten Kediri telah menerima 364 ekor sapi jantan dan 133 betina. Itu dari 1000 sapi yang ditargetkan akan terpenuhi pada Maret 2022 mendatang.

Dengan jumlah sapi tersebut, Dhito berharap, ke depan koorporasi sapi ini akan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pemulihan ekonomi di sektor peternakan. “Semoga koorporasi sapi ini menjadi sektor penting dalam pemulihan ekonomi dan meningkatkan program pemerintah kabupaten di sektor peternakan,” terangnya.

Bupati berkacamata itu mengatakan, Kabupaten Kediri mendapatkan program desa korporasi sapi dari Kementerian Pertanian (Kementan) karena dianggap program ini dapat berhasil di sini. Berkaca dari daerah lain yang tidak maksimal bahkan gagal dalam menjalankan program itu, pihaknya tidak menginginkan hal tersebut sampai terjadi di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Sabu di Lapas Kediri: Tersangka Mengaku Dapat dari Luar Tembok Penjara

“Jangan sampai yang menjadi harapan Pak Mentan tidak maksimal. Ini yang sangat kita hindari,” papar Dhito.

Karena menjadi salah satu produk peternakan yang diunggulkan, maka tidak hanya di Kecamatan Ngadiluwih saja. Namun juga nanti akan ditingkatkan di peternak lokal di desa-desa lain.(syi/ndr)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/