23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Aktivitasnya Tukar Informasi hingga Rampok Kopi

Anggota komunitas ini ibaratnya ‘beraneka rasa’. Ada yang owner kedai kopi, barista, roaster, hingga yang sekadar penikmat kopi. Mereka pun terbiasa saling meminjam kopi.

 

YAYI FATEKA DP

 

Kedai kopi di selatan RSUD Gambiran itu memang belum buka. Namun beberapa motor sudah terparkir di depannya. Beberapa orang pun berkumpul di dalam kedai yang terletak di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.

Beberapa pria mengobrol di salah satu sudut kedai. Duduk di kursi rotan. Obrolan yang mereka ciptakan terlihat seru.

Selain kursi yang ditempati beberapa orang itu, di kedai tersebut juga tertata kursi dan meja lainnya. Di ujung barat kedai adalah bagian belakang. Terdapat taman lengkap dengan bangku-bangku. Di dekatnya ada semacam meja bartender. Di permukaan meja itu terdapat tempat meracik kopi. Juga ada berbagai macam biji kopi beragam jenis.

Beberapa saat kemudian, beberapa orang datang. Obrolan mereka pun semakin riuh. “Kami biasanya ya kumpulnya seperti ini, sebelum buka kedai dan setelah pelanggan pulang,” terang pria berbaju oranye yang bernama Arif Priyono.

Yang mereka bicarakan tentu saja kopi. Selain Arif, enam pria yang berkumpul adalah Realy Madda Karera, Rio Harmadika, Joe effendi, Ongki Ibnu Fajar, dan Sultan Probo Kusuma. Keenamnya merupakan anggota Kediri Coffee Mates.

Komunitas ini terbilang baru di Kediri. Namun sebenarnya mereka sudah berkumpul dan mengadakan event sejak satu tahun yang lalu. “Istilahnya kami udah lama PDKT tapi ini baru jadian gitu,” celetuk Jo.

Baca Juga :  Tak Bisa Lepas dari Kopi Hitam

Event yang diadakan komunitas ini biasanya diisi dengan battle bikin kopi atau sekadar edukasi kepada warga.

“Tujuan utamanya untuk sarana edukasi. Gimana sih cara bikin kopi yang bener,” terang Arif.

Battle biasanya dilakukan antarbarista atau brewer (peracik kopi) dari berbagai kedai kopi di Kediri. “Mesinnya sama, bahannya sama, hasilnya akan berbeda,” tambah Arif.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar saling tahu di mana kekurangan masing-masing. Yang pada akhirnya akan menciptakan kopi dengan baik. Ada banyak parameter yang dinilai dari hasil kopi yang disajikan. Mulai dari rasa di lidah hingga after taste atau sensasi rasa setelah ditelan. “Pada akhirnya kita sama-sama belajar, gimana bikin kopi yang bener,” ungkap pria berkacamata itu.

Menurutnya, tak sedikit kedai kopi di Kediri yang lebih mementingkan sisi bisnis ketimbang cita rasa kopi serta membuat kopi dengan benar. Namun di Kediri Coffee Mates hal tersebut tak berlaku. Para anggotanya benar-benar memikirkan cita rasa kopi. Juga berusaha mencari tahu bagaimana membuat kopi dengan benar. Arif mengatakan jika para anggota Kediri Coffee Mates harus memiliki visi yang sama. Yakni membuat kopi dengan benar. “Siapapun bisa gabung dengan kami, kami biasa ngobrol-ngobrol santai soal kopi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seduh Kopi dengan Teknik V60 Lebih Praktis

Mimpi para anggota Kediri Coffee Mates tak lain tak bukan adalah menjadikan Kediri menjadi tempat ngopi yang kopinya enak dan cara pembuatannya benar. “Karena Kediri ini termasuk kota jujugan untuk ngopi lho,” lanjut Arif.

Setidaknya satu minggu sekali para anggota Kediri Coffee Mates berkumpul. Tak hanya di satu tempat melainkan berpindah-pindah tempat dari satu kedai ke kedai anggota lain.

Meski sama-sama memiliki kedai di Kediri, para anggota mengaku tak khawatir soal persaingan. Karena mereka menganggap pasar pecinta kopi masih luas. “Kopi addict bisa ngopi sampai tiga kali sehari. Pasar masih luas jadi kami nggak ngerasa bersaing. Justru kami ingin bersama-sama bertukar pikiran tentang cara membuat kopi yang benar,” lanjut Arif.

Menariknya, bergabung dengan komunitas ini tak hanya bisa mendapatkan informasi. Juga bisa meminjam kopi. Salah satu anggota yang ikut hadir kemarin, Rio, pemilik salah satu kedai kopi, mengatakan antaranggota juga kerap meminjam kopi dari temannya.

Saat persediaan kopi habis, bisa pinjam dulu ke teman. Hal tersebut sering dilakukan para anggota. “Ya, kami sering ngerampok kopi, bayarnya belakangan, minta kopinya cepet-cepet tapi nggak dibayar-bayar juga sudah biasaaaa,” canda Rio disusul gelak tawa para anggota.

- Advertisement -

Anggota komunitas ini ibaratnya ‘beraneka rasa’. Ada yang owner kedai kopi, barista, roaster, hingga yang sekadar penikmat kopi. Mereka pun terbiasa saling meminjam kopi.

 

YAYI FATEKA DP

 

Kedai kopi di selatan RSUD Gambiran itu memang belum buka. Namun beberapa motor sudah terparkir di depannya. Beberapa orang pun berkumpul di dalam kedai yang terletak di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.

Beberapa pria mengobrol di salah satu sudut kedai. Duduk di kursi rotan. Obrolan yang mereka ciptakan terlihat seru.

Selain kursi yang ditempati beberapa orang itu, di kedai tersebut juga tertata kursi dan meja lainnya. Di ujung barat kedai adalah bagian belakang. Terdapat taman lengkap dengan bangku-bangku. Di dekatnya ada semacam meja bartender. Di permukaan meja itu terdapat tempat meracik kopi. Juga ada berbagai macam biji kopi beragam jenis.

Beberapa saat kemudian, beberapa orang datang. Obrolan mereka pun semakin riuh. “Kami biasanya ya kumpulnya seperti ini, sebelum buka kedai dan setelah pelanggan pulang,” terang pria berbaju oranye yang bernama Arif Priyono.

Yang mereka bicarakan tentu saja kopi. Selain Arif, enam pria yang berkumpul adalah Realy Madda Karera, Rio Harmadika, Joe effendi, Ongki Ibnu Fajar, dan Sultan Probo Kusuma. Keenamnya merupakan anggota Kediri Coffee Mates.

Komunitas ini terbilang baru di Kediri. Namun sebenarnya mereka sudah berkumpul dan mengadakan event sejak satu tahun yang lalu. “Istilahnya kami udah lama PDKT tapi ini baru jadian gitu,” celetuk Jo.

Baca Juga :  Siswa MAN 2 Kota Kediri yang Bikin Rangka Drone Berbahan Sampah

Event yang diadakan komunitas ini biasanya diisi dengan battle bikin kopi atau sekadar edukasi kepada warga.

“Tujuan utamanya untuk sarana edukasi. Gimana sih cara bikin kopi yang bener,” terang Arif.

Battle biasanya dilakukan antarbarista atau brewer (peracik kopi) dari berbagai kedai kopi di Kediri. “Mesinnya sama, bahannya sama, hasilnya akan berbeda,” tambah Arif.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar saling tahu di mana kekurangan masing-masing. Yang pada akhirnya akan menciptakan kopi dengan baik. Ada banyak parameter yang dinilai dari hasil kopi yang disajikan. Mulai dari rasa di lidah hingga after taste atau sensasi rasa setelah ditelan. “Pada akhirnya kita sama-sama belajar, gimana bikin kopi yang bener,” ungkap pria berkacamata itu.

Menurutnya, tak sedikit kedai kopi di Kediri yang lebih mementingkan sisi bisnis ketimbang cita rasa kopi serta membuat kopi dengan benar. Namun di Kediri Coffee Mates hal tersebut tak berlaku. Para anggotanya benar-benar memikirkan cita rasa kopi. Juga berusaha mencari tahu bagaimana membuat kopi dengan benar. Arif mengatakan jika para anggota Kediri Coffee Mates harus memiliki visi yang sama. Yakni membuat kopi dengan benar. “Siapapun bisa gabung dengan kami, kami biasa ngobrol-ngobrol santai soal kopi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kopi Robusta dan Ekselsa

Mimpi para anggota Kediri Coffee Mates tak lain tak bukan adalah menjadikan Kediri menjadi tempat ngopi yang kopinya enak dan cara pembuatannya benar. “Karena Kediri ini termasuk kota jujugan untuk ngopi lho,” lanjut Arif.

Setidaknya satu minggu sekali para anggota Kediri Coffee Mates berkumpul. Tak hanya di satu tempat melainkan berpindah-pindah tempat dari satu kedai ke kedai anggota lain.

Meski sama-sama memiliki kedai di Kediri, para anggota mengaku tak khawatir soal persaingan. Karena mereka menganggap pasar pecinta kopi masih luas. “Kopi addict bisa ngopi sampai tiga kali sehari. Pasar masih luas jadi kami nggak ngerasa bersaing. Justru kami ingin bersama-sama bertukar pikiran tentang cara membuat kopi yang benar,” lanjut Arif.

Menariknya, bergabung dengan komunitas ini tak hanya bisa mendapatkan informasi. Juga bisa meminjam kopi. Salah satu anggota yang ikut hadir kemarin, Rio, pemilik salah satu kedai kopi, mengatakan antaranggota juga kerap meminjam kopi dari temannya.

Saat persediaan kopi habis, bisa pinjam dulu ke teman. Hal tersebut sering dilakukan para anggota. “Ya, kami sering ngerampok kopi, bayarnya belakangan, minta kopinya cepet-cepet tapi nggak dibayar-bayar juga sudah biasaaaa,” canda Rio disusul gelak tawa para anggota.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/