30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Ribuan Khusyuk Ikuti Doa Awal Tahun

KOTA, JP Radar Kediri-Ribuan umat khusyuk mengikuti doa bersama dalam pergantian tahun baru Islam 1444 hijriah, di area Masjid Agung kemarin sore. Saking antusiasnya peserta, umat meluber hingga ke utara alun-alun.

Doa bersama dimulai sekitar pukul 17.00. Meski demikian, umat dari berbagai daerah di Kota Kediri sudah berdatangan di area Masjid Agung sejak pukul 16.00. Tak hanya di area masjid, mereka duduk lesehan di depan masjid.

Saking banyaknya peserta doa bersama, mereka juga memadati area alun-alun. Sebagian duduk lesehan hingga di utara alun-alun. Melihat banyaknya massa, polisi menutup Jl Panglima Sudirman (Pangsud), dan Jl Urip Sumoharjo.

Untuk diketahui, acara yang rutin digelar saat pergantian tahun baru hijriah kemarin diisi dengan dua rangkaian doa. Yakni, doa akhir tahun 1443 hijriah sebelum salat Maghrib. Adapun doa awal tahun dilakukan setelah salat Maghrib. Rangkaian acara berlangsung hingga salat Isya.

Baca Juga :  Jatuh Cinta sejak Pandangan Pertama

Warga dan ribuan santri dari sejumlah pondok pesantren pun mengikuti rangkaian doa yang kemarin dibacakan oleh Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Mansyur. Mereka juga tak beranjak saat Pengasuh Ponpes Al Amien Ngasinan Kiai Anwar Iskandar menyampaikan pesan tentang doa bersama yang rutin digelar sebelum pandemi tersebut.

Wali Kota Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengaku terenyuh melihat banyaknya jemaah yang mengikuti doa bersama. “Di sini niatan kita sama. Yakni bersyukur atas nikmat yang diberikan Alloh SWT,” kata Abu.

Jika selama dua tahun doa bersama hanya digelar secara terbatas, wali kota dua periode itu juga bersyukur karena untuk kali pertama doa akhir tahun dan awal tahun bisa kembali digelar secara offline. Seiring dengan melandainya Covid-19, menurut bapak empat anak itu perekonomian Kota Kediri juga terus membaik.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Cabai di Kediri Beri Kontribusi Tinggi pada Inflasi

Karenanya, dalam doa bersama kemarin dia juga berterima kasih kepada para kiai dan ulama yang terus mendoakan Kota Kediri. “Mudah-mudahan doa yg dibacakan diijabah Alloh SWT. Mudah-mudahan kota yg kita cintai dijadikan kota terbahagia terus,” harapnya.

Untuk diketahui, acara istighotsah dan doa bersama selesai sekitar pukul 19.00 setelah umat melakukan salat Isya berjemaah. Hasanudin Habsi, 26, salah seorang jemaah asal Mojo, Kabupaten Kediri mengaku senang bisa mengikuti acara di Masjid Agung tersebut. “Saya berdoa agar di tahun baru Islam ini diberi kesehatan yang barokah,” paparnya sembari berharap kondisi Kediri selalu aman dan kondusif.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Ribuan umat khusyuk mengikuti doa bersama dalam pergantian tahun baru Islam 1444 hijriah, di area Masjid Agung kemarin sore. Saking antusiasnya peserta, umat meluber hingga ke utara alun-alun.

Doa bersama dimulai sekitar pukul 17.00. Meski demikian, umat dari berbagai daerah di Kota Kediri sudah berdatangan di area Masjid Agung sejak pukul 16.00. Tak hanya di area masjid, mereka duduk lesehan di depan masjid.

Saking banyaknya peserta doa bersama, mereka juga memadati area alun-alun. Sebagian duduk lesehan hingga di utara alun-alun. Melihat banyaknya massa, polisi menutup Jl Panglima Sudirman (Pangsud), dan Jl Urip Sumoharjo.

Untuk diketahui, acara yang rutin digelar saat pergantian tahun baru hijriah kemarin diisi dengan dua rangkaian doa. Yakni, doa akhir tahun 1443 hijriah sebelum salat Maghrib. Adapun doa awal tahun dilakukan setelah salat Maghrib. Rangkaian acara berlangsung hingga salat Isya.

Baca Juga :  Geliatkan Damarwulan Rafting yang Vakum

Warga dan ribuan santri dari sejumlah pondok pesantren pun mengikuti rangkaian doa yang kemarin dibacakan oleh Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Mansyur. Mereka juga tak beranjak saat Pengasuh Ponpes Al Amien Ngasinan Kiai Anwar Iskandar menyampaikan pesan tentang doa bersama yang rutin digelar sebelum pandemi tersebut.

Wali Kota Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengaku terenyuh melihat banyaknya jemaah yang mengikuti doa bersama. “Di sini niatan kita sama. Yakni bersyukur atas nikmat yang diberikan Alloh SWT,” kata Abu.

Jika selama dua tahun doa bersama hanya digelar secara terbatas, wali kota dua periode itu juga bersyukur karena untuk kali pertama doa akhir tahun dan awal tahun bisa kembali digelar secara offline. Seiring dengan melandainya Covid-19, menurut bapak empat anak itu perekonomian Kota Kediri juga terus membaik.

Baca Juga :  Beli Sabu-Sabu, Pemuda asal Gabru Jalani Sidang di PN

Karenanya, dalam doa bersama kemarin dia juga berterima kasih kepada para kiai dan ulama yang terus mendoakan Kota Kediri. “Mudah-mudahan doa yg dibacakan diijabah Alloh SWT. Mudah-mudahan kota yg kita cintai dijadikan kota terbahagia terus,” harapnya.

Untuk diketahui, acara istighotsah dan doa bersama selesai sekitar pukul 19.00 setelah umat melakukan salat Isya berjemaah. Hasanudin Habsi, 26, salah seorang jemaah asal Mojo, Kabupaten Kediri mengaku senang bisa mengikuti acara di Masjid Agung tersebut. “Saya berdoa agar di tahun baru Islam ini diberi kesehatan yang barokah,” paparnya sembari berharap kondisi Kediri selalu aman dan kondusif.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/