30.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Dua Tahun Belum Ganti Sepatu

- Advertisement -

  KABUPATEN, JP Radar Kediri – Senyum semringah terpancar dari wajah-wajah siswa SDN 2 Wonorejo Trisulo, Plosoklaten, kemarin. Mereka gembira melihat deretan sepatu baru yang dibawa tim Langkah Pasti Anak Negeri, program pendonasian sepatu yang dihelat Jawa Pos Radar Kediri. Sepatu-sepatu hitam beragam merek itu memang untuk mereka.

Wajar bila bibir mereka menebar senyum. Bagi para penerima bantuan itu, sepatu bisa masuk kategori barang mahal. Yang tidak bisa tiap tahun mereka dapatkan. Bahkan, ada salah seorang siswa yang belum pernah ganti sepatu sejak dia bersekolah di sana.

“Dari kelas satu dulu pakai ini,” ucap Ahmad Nur Rozzaq dengan suara lirih sembari menunjuk sepatu kusam yang dia pakai.

Bocah tujuh tahun itu kini duduk di kelas tiga. Artinya, usia sepatunya lebih dari dua tahun. Menemaninya dalam berbagai kegiatan, termasuk berolahraga atau aktivitas lain. Wajar saja bila sepatu itu terlihat sudah ‘kelelahan’, usang.

Tapi Rozzaq bukanlah anak yang minder. Sebaliknya, jiwa besar dia tunjukkan. Dia tak pernah meminta sepatu baru ke orang tuanya. Meskipun bagian belakangnya sudah bolong, yang menyisakan celah bagi tumit kecilnya. “Belum ngumpul uangnya. Sayang kalau habis,” ukunya sembari menunduk.

Baca Juga :  Ornamen Mirip, Ada Kedekatan Mbah Wasil dan Sunan Drajat
- Advertisement -

Kini, dengan program bagi-bagi sepatu itu, Rozzaq dapat merasakan kebahagiaan. Ia menjadi satu di antara 27 anak yang mendapat bantuan sepatu baru. Kemarin sepatu dia terima langsung dari donaturnya, alumni SMA Negeri 1 Kota Kediri angkatan 94. Beberapa alumni Smast 94 hadir. Yaitu Rochmadtulloh, Retno Wilis Suryandari, Ribut Dwi Ernawati, dan Agung Febianto.

Tak hanya membagikan sepatu, mereka pun memberikan inspirasi bagi murid kelas 5 dan 6 di sana. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rochmad yang menekankan pentingnya memiliki cita-cita dan berusaha menggapainya. “Apapun cita-citanya dapat diraih dengan belajar, berusaha, berdoa, fokus,” pesannya.

Suasana kelas menjadi meriah. Terutama saat sesi interaksi yang disertai kuis. Beberapa siswa yang berani dan benar dalam memberikan jawaban mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Sontak, tawa riuh pun pecah dalam ruang kelas tersebut.

Baca Juga :  Wah! Ribuan Bocah Menari di Kawasan SLG Kediri

Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya mengaku sangat mengapresiasi para donatur yang telah turut serta menyukseskan program tersebut.  “Program Sepatu Anak Negeri adalah bentuk kepedulian Jawa Pos Radar Kediri dan masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak-anak kita,” papar pria berkacamata tersebut.

Lebih lanjut, ia pun juga berharap dengan program ini dapat menjadikan pelecut semangat bagi para pelajar di mana pun mereka berada. Terutama bagi anak-anak yang ada di SDN 2 Wonorejo Trisulo, Plosoklaten. “Semoga bantuan ini bisa membuat anak-anak semakin bersemangat untuk meraih cita-citanya,” harap Tauhid.

Senada, Kepala SDN 2 Wonorejo Trisulo Mashudi juga berharap dengan bantuan tersebut dapat memacu inspirasi anak didiknya. “Tentunya kami dan anak-anak merasa senang dan bangga. Semoga sepatu baru ini dapat memberi semangat baru juga untuk anak-anak,” tandas Mashudi.

- Advertisement -

  KABUPATEN, JP Radar Kediri – Senyum semringah terpancar dari wajah-wajah siswa SDN 2 Wonorejo Trisulo, Plosoklaten, kemarin. Mereka gembira melihat deretan sepatu baru yang dibawa tim Langkah Pasti Anak Negeri, program pendonasian sepatu yang dihelat Jawa Pos Radar Kediri. Sepatu-sepatu hitam beragam merek itu memang untuk mereka.

Wajar bila bibir mereka menebar senyum. Bagi para penerima bantuan itu, sepatu bisa masuk kategori barang mahal. Yang tidak bisa tiap tahun mereka dapatkan. Bahkan, ada salah seorang siswa yang belum pernah ganti sepatu sejak dia bersekolah di sana.

“Dari kelas satu dulu pakai ini,” ucap Ahmad Nur Rozzaq dengan suara lirih sembari menunjuk sepatu kusam yang dia pakai.

Bocah tujuh tahun itu kini duduk di kelas tiga. Artinya, usia sepatunya lebih dari dua tahun. Menemaninya dalam berbagai kegiatan, termasuk berolahraga atau aktivitas lain. Wajar saja bila sepatu itu terlihat sudah ‘kelelahan’, usang.

Tapi Rozzaq bukanlah anak yang minder. Sebaliknya, jiwa besar dia tunjukkan. Dia tak pernah meminta sepatu baru ke orang tuanya. Meskipun bagian belakangnya sudah bolong, yang menyisakan celah bagi tumit kecilnya. “Belum ngumpul uangnya. Sayang kalau habis,” ukunya sembari menunduk.

Baca Juga :  Bincang Jumat Radar Kediri TV bareng KH M Hasyim Afandi

Kini, dengan program bagi-bagi sepatu itu, Rozzaq dapat merasakan kebahagiaan. Ia menjadi satu di antara 27 anak yang mendapat bantuan sepatu baru. Kemarin sepatu dia terima langsung dari donaturnya, alumni SMA Negeri 1 Kota Kediri angkatan 94. Beberapa alumni Smast 94 hadir. Yaitu Rochmadtulloh, Retno Wilis Suryandari, Ribut Dwi Ernawati, dan Agung Febianto.

Tak hanya membagikan sepatu, mereka pun memberikan inspirasi bagi murid kelas 5 dan 6 di sana. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rochmad yang menekankan pentingnya memiliki cita-cita dan berusaha menggapainya. “Apapun cita-citanya dapat diraih dengan belajar, berusaha, berdoa, fokus,” pesannya.

Suasana kelas menjadi meriah. Terutama saat sesi interaksi yang disertai kuis. Beberapa siswa yang berani dan benar dalam memberikan jawaban mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Sontak, tawa riuh pun pecah dalam ruang kelas tersebut.

Baca Juga :  Kota dan Kabupaten Terapkan PPKM Level 3

Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya mengaku sangat mengapresiasi para donatur yang telah turut serta menyukseskan program tersebut.  “Program Sepatu Anak Negeri adalah bentuk kepedulian Jawa Pos Radar Kediri dan masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak-anak kita,” papar pria berkacamata tersebut.

Lebih lanjut, ia pun juga berharap dengan program ini dapat menjadikan pelecut semangat bagi para pelajar di mana pun mereka berada. Terutama bagi anak-anak yang ada di SDN 2 Wonorejo Trisulo, Plosoklaten. “Semoga bantuan ini bisa membuat anak-anak semakin bersemangat untuk meraih cita-citanya,” harap Tauhid.

Senada, Kepala SDN 2 Wonorejo Trisulo Mashudi juga berharap dengan bantuan tersebut dapat memacu inspirasi anak didiknya. “Tentunya kami dan anak-anak merasa senang dan bangga. Semoga sepatu baru ini dapat memberi semangat baru juga untuk anak-anak,” tandas Mashudi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/