28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Wali Kota Kediri Jadi Juri 30 Besar Lomba Kliping Kreatif

KOTA, JP Radar Kediri- Lomba Kliping Kreatif yang digelar Jawa Pos Radar Kediri menjadi atensi besar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Karena itu orang nomor satu di Kota Tahu ini akan menjadi salah satu juri di babak final. Yang akan memilih tiga kliping terbaik di antara 30 kliping yang masuk babak 30 besar.

Wali Kota Abu tidak sendiri. Dia akan didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Siswanto. Juga, Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad dan Pemimpin Redaksi (Pemred) JP Radar Kediri Mahfud akan ikut serta memberi penilaian.

“Mereka akan menambah barisan para juri yang sudah bekerja di babak-babak sebelumnya,” terang Manajer Sirkulasi Koran Jawa Pos Radar Kediri yang juga Ketua Panitia Lomba Kliping Kreatif Heri Muda Setiawan.

Rencananya, penjurian untuk mencari tiga besar itu berlangsung hari ini. Tempatnya di Balai Kota Kediri. Para juri, termasuk wali kota dan kadisdik, akan memilah 30 peserta dari tiga kecamatan menjadi tiga terbaik.

Baca Juga :  Suminarwati, Pencetus Motif Batik Khas Kediri

Heri melanjutkan, penilaian tetap merujuk pada unsur-unsur yang sudah ditetapkan panitia. “Penilaiannya akan lebih sulit. Sebab karya yang lolos di babak dua ini sudah pilihan semua,” ujar Heri.

Unsur-unsur yang menjadi penilaian di antaranya kesesuaian kliping dengan tema.  Ada empat tema dalam lomba ini. Yakni pendidikan, kesehatan, olahraga, serta seni dan budaya. Karena sudah lolos seleksi, tema-tema yang jadi bahan kliping akan ditinjau lebih detail lagi. Sebab, karya yang di luar tema dianggap tidak orisinal dan mengurangi penilaian dewan juri.

Sedangkan kreativitas adalah kekayaan imajinasi peserta. Mulai dari cover, isi, hingga halaman penutup. Semakin out of the box, nilainya bisa semakin tinggi. Dari karya yang sudah lolos, menunjukkan hasil yang di luar dugaan. Mayoritas masuk kategori tiga dimensi.

Baca Juga :  Kisah Menarik di Era Kolonial dan Kemerdekaan (7)

Meskipun kreasinya tinggi, juri juga menilai kerapian. Misalnya, urutan karya yang dikliping itu ditempel secara runtut. Salah satunya ditinjau dari tanggal terbit. Mulai dari terbit Desember sampai Januari. Tata letaknya harus urut. Kerapian ini akan menambah poin setiap karya.

Terakhir adalah orisinalitas. Karya yang tidak orisinal sejak babak awal pasti sudah tereliminasi. Pentingnya orisinalitas ini merupakan pendidikan  karakter. Tujuannya melatih tanggung jawab peserta yang ikut. “Meski tidak diskualifikasi, nilainya pasti anjlok,” ujar pria asal Tarokan itu.

Sedangkan penilaian lainnya seperti tercantum di petunjuk teknis juga akan disampaikan ke dewan juri. Semuanya akan menjadi pertimbangan ketika penjurian. (rq/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Lomba Kliping Kreatif yang digelar Jawa Pos Radar Kediri menjadi atensi besar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Karena itu orang nomor satu di Kota Tahu ini akan menjadi salah satu juri di babak final. Yang akan memilih tiga kliping terbaik di antara 30 kliping yang masuk babak 30 besar.

Wali Kota Abu tidak sendiri. Dia akan didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Siswanto. Juga, Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad dan Pemimpin Redaksi (Pemred) JP Radar Kediri Mahfud akan ikut serta memberi penilaian.

“Mereka akan menambah barisan para juri yang sudah bekerja di babak-babak sebelumnya,” terang Manajer Sirkulasi Koran Jawa Pos Radar Kediri yang juga Ketua Panitia Lomba Kliping Kreatif Heri Muda Setiawan.

Rencananya, penjurian untuk mencari tiga besar itu berlangsung hari ini. Tempatnya di Balai Kota Kediri. Para juri, termasuk wali kota dan kadisdik, akan memilah 30 peserta dari tiga kecamatan menjadi tiga terbaik.

Baca Juga :  Kisah Menarik di Era Kolonial dan Kemerdekaan (4)

Heri melanjutkan, penilaian tetap merujuk pada unsur-unsur yang sudah ditetapkan panitia. “Penilaiannya akan lebih sulit. Sebab karya yang lolos di babak dua ini sudah pilihan semua,” ujar Heri.

Unsur-unsur yang menjadi penilaian di antaranya kesesuaian kliping dengan tema.  Ada empat tema dalam lomba ini. Yakni pendidikan, kesehatan, olahraga, serta seni dan budaya. Karena sudah lolos seleksi, tema-tema yang jadi bahan kliping akan ditinjau lebih detail lagi. Sebab, karya yang di luar tema dianggap tidak orisinal dan mengurangi penilaian dewan juri.

Sedangkan kreativitas adalah kekayaan imajinasi peserta. Mulai dari cover, isi, hingga halaman penutup. Semakin out of the box, nilainya bisa semakin tinggi. Dari karya yang sudah lolos, menunjukkan hasil yang di luar dugaan. Mayoritas masuk kategori tiga dimensi.

Baca Juga :  Kisah Menarik di Era Kolonial dan Kemerdekaan (7)

Meskipun kreasinya tinggi, juri juga menilai kerapian. Misalnya, urutan karya yang dikliping itu ditempel secara runtut. Salah satunya ditinjau dari tanggal terbit. Mulai dari terbit Desember sampai Januari. Tata letaknya harus urut. Kerapian ini akan menambah poin setiap karya.

Terakhir adalah orisinalitas. Karya yang tidak orisinal sejak babak awal pasti sudah tereliminasi. Pentingnya orisinalitas ini merupakan pendidikan  karakter. Tujuannya melatih tanggung jawab peserta yang ikut. “Meski tidak diskualifikasi, nilainya pasti anjlok,” ujar pria asal Tarokan itu.

Sedangkan penilaian lainnya seperti tercantum di petunjuk teknis juga akan disampaikan ke dewan juri. Semuanya akan menjadi pertimbangan ketika penjurian. (rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/