26.7 C
Kediri
Wednesday, August 10, 2022

Saat Para Finalis Jaka-Gadis SC XIII Belajar Membuat Batik

Semuanya masih muda. Baru duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka mengenali batik. Tapi untuk membuatnya, banyak yang baru pertama kali merasakan. Itulah yang mereka dapatkan di Suminar Batik.

 

HABIBAH A MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

 

Suasana rumah mode yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Desa Sekoto, Kecamatan Badas terlihat ramai. Siang kemarin (25/2), Joglo Suminar-begitu nama rumah mode itu- sedang kedatangan tamu 20 finalis Jaka dan Gadis Batik School Contest (SC) XIII.

Mereka akan bersaing dalam penilaian yang akan digelar di malam puncak grand final pemilihan, Kamis (20/2). Untuk menambah wawasan, mereka pun diharuskan mengikuti materi mengenai batik dari pemilik Joglo Suminar.

Antusiasme pun ditunjukkan para finalis saat sang pemilik Suminarwati, membagikan pengetahuan dan pengalamannya. Dengan serius para finalis mendengarkan setiap kata yang diucapkan Suminar. Tidak hanya mendengarkan presentasi, namun juga mendapatkan praktik secara langsung terkait pembuatan batik.

Tidak mau menyia-yiakan kesempatan langka tersebut,  para finalis itu benar-benar belajar di setiap tahapan.  Ada yang mencoba menggambar pola, ada pula yang mencanting, dan juga proses pewarnaan. Selain Gadis, beberapa Jaka juga sangat antusias. “Ini baru pertama kalinya saya melakukan membatik,” ujar Tanta Pahlevi, salah satu peserta Jaka Batik.

Baca Juga :  Menderita di Bawah Kekuasaan Raja

Dari tiga pilihan tersebut, praktik membatik tulis menggunakan canting menjadi salah satu buruan finalis. Untuk mendapatkan pengalaman mencanting, peserta mencobanya dengan bergantian. Sang pemilik memang menyiapkan sepotong kain dan motif untuk bahan belajar.

Meski terlihat sederhana, mereka banyak yang tampak kagok. Tangan kaku, dan saat mulai menggerakkan canting, tangan ikut gemetar. Bisa dikatakan hasil cantingan yang dilakukan, jauh dari kata sempurna. Karena banyak yang tidak sesuai pola gambar, juga ada tetesan malam di kain yang berbentuk seperti polkadot.

Salah satunya Tanta, finalis Jaka Batik SC XIII. Siswa MTs Al Mahrusiyah Kediri ini mengaku belum lama ini mulai tertarik dengan batik. Hal tersebut ketika ia mendaftarkan diri sebagai Jaka Batik sehingga benyak sekali pengetahuan yang harus ditambah . “Saya baru tertarik dengan batik. Oleh karena itu ini kesempatan menambah pengetahuan terkait batik,” ujar Tanta.

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Pertanian dan Pengairan Pegunungan (3)

Suminarwati, sang pemilik pun merasa bangga. Meski tak banyak yang mampu mencanting dengan baik, dia melihat semangat para finalis. “Ini menjadi bagian untuk memberi ilmu dan mengenalkan batik pada anak muda,” terangnya.

Rangkaian City Tour yang berlangsung kemarin, berlangsung sejak pagi hari. Di mana tour tersebut, diawali dengan materi tentang perawatan wajah di Larissa Aesthetic Center. Sedangkan untuk urusan makanan, para finalis berkesempatan menjajal hidangan yang disediakan oleh RM Mirasa, Kediri.

Audisi tersebut akhirnya menelurkan sepuluh finalis terbaik dari penilaian para dewan juri. Selanjutnya para finalis akan menghadapi grand final Pemilihan Jaka-Gadis Batik SC XIII, Sabtu (29/2) yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul.

- Advertisement -

Semuanya masih muda. Baru duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka mengenali batik. Tapi untuk membuatnya, banyak yang baru pertama kali merasakan. Itulah yang mereka dapatkan di Suminar Batik.

 

HABIBAH A MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

 

Suasana rumah mode yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Desa Sekoto, Kecamatan Badas terlihat ramai. Siang kemarin (25/2), Joglo Suminar-begitu nama rumah mode itu- sedang kedatangan tamu 20 finalis Jaka dan Gadis Batik School Contest (SC) XIII.

Mereka akan bersaing dalam penilaian yang akan digelar di malam puncak grand final pemilihan, Kamis (20/2). Untuk menambah wawasan, mereka pun diharuskan mengikuti materi mengenai batik dari pemilik Joglo Suminar.

Antusiasme pun ditunjukkan para finalis saat sang pemilik Suminarwati, membagikan pengetahuan dan pengalamannya. Dengan serius para finalis mendengarkan setiap kata yang diucapkan Suminar. Tidak hanya mendengarkan presentasi, namun juga mendapatkan praktik secara langsung terkait pembuatan batik.

Tidak mau menyia-yiakan kesempatan langka tersebut,  para finalis itu benar-benar belajar di setiap tahapan.  Ada yang mencoba menggambar pola, ada pula yang mencanting, dan juga proses pewarnaan. Selain Gadis, beberapa Jaka juga sangat antusias. “Ini baru pertama kalinya saya melakukan membatik,” ujar Tanta Pahlevi, salah satu peserta Jaka Batik.

Baca Juga :  Catatan Ekspedisi Wilis I, Pertanian dan Pengairan Pegunungan (3)

Dari tiga pilihan tersebut, praktik membatik tulis menggunakan canting menjadi salah satu buruan finalis. Untuk mendapatkan pengalaman mencanting, peserta mencobanya dengan bergantian. Sang pemilik memang menyiapkan sepotong kain dan motif untuk bahan belajar.

Meski terlihat sederhana, mereka banyak yang tampak kagok. Tangan kaku, dan saat mulai menggerakkan canting, tangan ikut gemetar. Bisa dikatakan hasil cantingan yang dilakukan, jauh dari kata sempurna. Karena banyak yang tidak sesuai pola gambar, juga ada tetesan malam di kain yang berbentuk seperti polkadot.

Salah satunya Tanta, finalis Jaka Batik SC XIII. Siswa MTs Al Mahrusiyah Kediri ini mengaku belum lama ini mulai tertarik dengan batik. Hal tersebut ketika ia mendaftarkan diri sebagai Jaka Batik sehingga benyak sekali pengetahuan yang harus ditambah . “Saya baru tertarik dengan batik. Oleh karena itu ini kesempatan menambah pengetahuan terkait batik,” ujar Tanta.

Baca Juga :  Tinjau Langsung, Tim Kunjungi 4 RT

Suminarwati, sang pemilik pun merasa bangga. Meski tak banyak yang mampu mencanting dengan baik, dia melihat semangat para finalis. “Ini menjadi bagian untuk memberi ilmu dan mengenalkan batik pada anak muda,” terangnya.

Rangkaian City Tour yang berlangsung kemarin, berlangsung sejak pagi hari. Di mana tour tersebut, diawali dengan materi tentang perawatan wajah di Larissa Aesthetic Center. Sedangkan untuk urusan makanan, para finalis berkesempatan menjajal hidangan yang disediakan oleh RM Mirasa, Kediri.

Audisi tersebut akhirnya menelurkan sepuluh finalis terbaik dari penilaian para dewan juri. Selanjutnya para finalis akan menghadapi grand final Pemilihan Jaka-Gadis Batik SC XIII, Sabtu (29/2) yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/