23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Banyak Tampilkan Kreasi dan Inovasi di Final Party Beat SC XIII

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Final Party Beat School Contest (SC) XIII Jawa Pos Radar Kediri (JPRK) bakal dibuka hari ini (27/2). Puncak pesta pelajar terakbar se-Kediri Raya di convention hall Simpang Lima Gumul (SLG) ini berlangsung tiga hari, hingga Sabtu (29/2).

Kemarin (26/2), suasana di lokasi acara sudah terlihat ramai orang. Hingga petang, peserta Perang Majalah Dinding (Mading) Beat SC XIII telah melakukan persiapan. Mereka membawa karyanya yang spektakuler dalam convention hall.

“Setiap karya mading berukuran 1 x 1 meter. Area lomba telah dibuka sejak pukul 10.00. Persiapan untuk menata mading nanti sampai jam 20.00 WIB (tadi malam),” kata Antuji H. Masroh, manager offprint JPRK yang juga panitia event bergengsi ini.

Tak heran, sejak siang hingga sore kesibukan para peserta lomba mading begitu kentara. Mereka menempatkan karyanya di tempat yang telah diperoleh kala pengundian nomor lokasi saat technical meeting di kantor JPRK. Tak hanya menata sesuai areanya, peserta pun menyempurnakan penampilan madingnya.

“Banyak kreasi dan inovasi dalam karya mading peserta tahun ini. Yang pasti lebih menarik dan heboh,” ujar Mas Aan–sapaan karib Antuji.

Yang perlu diperhatikan, menurutnya, adalah penggunaan daya listrik di lokasi acara. Terutama bagi peserta mading yang karyanya menggunakan efek atau penunjang dengan daya listrik. Aan mengatakan, panitia tidak menyediakan fasilitas sumber atau aliran listrik.

Baca Juga :  Tabrakan Motor di Mojoroto karena Pengendara Nyalip Terlalu ke Kanan

Karena itu, peserta Perang Mading harus membawa sumber listrik sendiri. “Mereka bisa menggunakan baterai atau dari aki,” imbuhnya.

Pada SC XIII tahun ini, Perang Mading mengangkat tema Reuse, Reduce, dan Reycle Plastic Waste. Endro Purwito, salah satu juri, menjelaskan, dalam pembuatan karya mading, peserta dilarang menggunakan styrofoam. “Lebih disarankan untuk menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain proses loading mading, dalam rangkaian SC XIII kemarin sebanyak 20 finalis Jaka dan Gadis Batik mendapat pembekalan terkait pengolahan sampah plastik. Materi diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri.

“Saya harap Jaka dan Gadis Batik menjadi salah satu pelopor pengolahan sampah yang benar,” terang Meika Dwi Nastiti Mulyaningsih, perwakilan bidang Kebersihan dan Pengolahan Limbah DLH Kabupaten Kediri.

Di convention hall SLG, Meika menjelaskan, kondisi sampah di Indonesia. Sumbernya berasal dari penduduknya sendiri. Bahkan terdapat sampah dari luar negeri. Kebanyakan berbahan plastik, sampah ini mencemari perairan,” ujarnya.

Sampah plastik juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Sebab ada zat kimia yang ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh manusia. Efek yang ditimbulkan, manusia mudah terkena kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, gangguan endokrin, dan penyakit berbahaya lainnya.

Baca Juga :  SMK Al Huda Kediri Terus Kembangkan Kerjasama Luar Negeri

“Hal yang dapat kita lakukan dalam pengurangan sampah plastik adalah dimulai dari rumah,” imbuhnya.

Selain pengetahuan tentang pengolahan sampah, finalis Jaka dan Gadis Batik mendapatkan pengetahuan terkait public speaking dari Ida Ernawati, salah satu juri Jaka dan Gadis Batik.

“Sebenarnya mereka sudah bagus, karena mereka merasa ini untuk formal atau perlombaan sehingga tidak terkesan natural,” ujar Ida.

Dalam kesempatan tersebut, finalis Jaka dan Gadis Batik mendapatkan pembekalan bagaimana cara melakukan perkenalan diri dan penjelasan. Tidak hanya mengenai intonasi ketika sedang berbicara, namun juga penyampaian penjelasan ketika sedang di panggung yang terdapat durasi waktu yang singkat.

Ida mengatakan, sangat berbeda anak yang memahami dan menghafal materi yang dibawakan. “Kebanyakan mereka ingin menyampaikan, sesuai apa yang mereka (peserta) tulis,” imbuhnya.

Ida menambahkan, dalam penyampaian materi tidak perlu panjang. Meski pendek, sudah dapat menyeluruh.

Dalam Final Party SC XIII hari ini ada beberapa lomba, yakni Good Day Mobile Legend, Miniatur Wisata Kabupaten Kediri, Business Plan, Tourism Video Competition, dan School Choir Festival.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Final Party Beat School Contest (SC) XIII Jawa Pos Radar Kediri (JPRK) bakal dibuka hari ini (27/2). Puncak pesta pelajar terakbar se-Kediri Raya di convention hall Simpang Lima Gumul (SLG) ini berlangsung tiga hari, hingga Sabtu (29/2).

Kemarin (26/2), suasana di lokasi acara sudah terlihat ramai orang. Hingga petang, peserta Perang Majalah Dinding (Mading) Beat SC XIII telah melakukan persiapan. Mereka membawa karyanya yang spektakuler dalam convention hall.

“Setiap karya mading berukuran 1 x 1 meter. Area lomba telah dibuka sejak pukul 10.00. Persiapan untuk menata mading nanti sampai jam 20.00 WIB (tadi malam),” kata Antuji H. Masroh, manager offprint JPRK yang juga panitia event bergengsi ini.

Tak heran, sejak siang hingga sore kesibukan para peserta lomba mading begitu kentara. Mereka menempatkan karyanya di tempat yang telah diperoleh kala pengundian nomor lokasi saat technical meeting di kantor JPRK. Tak hanya menata sesuai areanya, peserta pun menyempurnakan penampilan madingnya.

“Banyak kreasi dan inovasi dalam karya mading peserta tahun ini. Yang pasti lebih menarik dan heboh,” ujar Mas Aan–sapaan karib Antuji.

Yang perlu diperhatikan, menurutnya, adalah penggunaan daya listrik di lokasi acara. Terutama bagi peserta mading yang karyanya menggunakan efek atau penunjang dengan daya listrik. Aan mengatakan, panitia tidak menyediakan fasilitas sumber atau aliran listrik.

Baca Juga :  Tabrakan Motor di Mojoroto karena Pengendara Nyalip Terlalu ke Kanan

Karena itu, peserta Perang Mading harus membawa sumber listrik sendiri. “Mereka bisa menggunakan baterai atau dari aki,” imbuhnya.

Pada SC XIII tahun ini, Perang Mading mengangkat tema Reuse, Reduce, dan Reycle Plastic Waste. Endro Purwito, salah satu juri, menjelaskan, dalam pembuatan karya mading, peserta dilarang menggunakan styrofoam. “Lebih disarankan untuk menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain proses loading mading, dalam rangkaian SC XIII kemarin sebanyak 20 finalis Jaka dan Gadis Batik mendapat pembekalan terkait pengolahan sampah plastik. Materi diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri.

“Saya harap Jaka dan Gadis Batik menjadi salah satu pelopor pengolahan sampah yang benar,” terang Meika Dwi Nastiti Mulyaningsih, perwakilan bidang Kebersihan dan Pengolahan Limbah DLH Kabupaten Kediri.

Di convention hall SLG, Meika menjelaskan, kondisi sampah di Indonesia. Sumbernya berasal dari penduduknya sendiri. Bahkan terdapat sampah dari luar negeri. Kebanyakan berbahan plastik, sampah ini mencemari perairan,” ujarnya.

Sampah plastik juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Sebab ada zat kimia yang ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh manusia. Efek yang ditimbulkan, manusia mudah terkena kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, gangguan endokrin, dan penyakit berbahaya lainnya.

Baca Juga :  Kuota Zonasi Jadi 80 Persen

“Hal yang dapat kita lakukan dalam pengurangan sampah plastik adalah dimulai dari rumah,” imbuhnya.

Selain pengetahuan tentang pengolahan sampah, finalis Jaka dan Gadis Batik mendapatkan pengetahuan terkait public speaking dari Ida Ernawati, salah satu juri Jaka dan Gadis Batik.

“Sebenarnya mereka sudah bagus, karena mereka merasa ini untuk formal atau perlombaan sehingga tidak terkesan natural,” ujar Ida.

Dalam kesempatan tersebut, finalis Jaka dan Gadis Batik mendapatkan pembekalan bagaimana cara melakukan perkenalan diri dan penjelasan. Tidak hanya mengenai intonasi ketika sedang berbicara, namun juga penyampaian penjelasan ketika sedang di panggung yang terdapat durasi waktu yang singkat.

Ida mengatakan, sangat berbeda anak yang memahami dan menghafal materi yang dibawakan. “Kebanyakan mereka ingin menyampaikan, sesuai apa yang mereka (peserta) tulis,” imbuhnya.

Ida menambahkan, dalam penyampaian materi tidak perlu panjang. Meski pendek, sudah dapat menyeluruh.

Dalam Final Party SC XIII hari ini ada beberapa lomba, yakni Good Day Mobile Legend, Miniatur Wisata Kabupaten Kediri, Business Plan, Tourism Video Competition, dan School Choir Festival.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/