23.3 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Siswa di Desa pun Bisa Sukses

NGANJUK – Siswa yang bersekolah di desa juga bisa sukses. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk AKBP Agoes Irianto kepada peserta Kelas Inspirasi Jawa Pos Radar Kediri di SMAN 1 Rejoso (Smajos), kemarin.

Kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) koran ini ke-19 itu dimulai sekitar pukul 09.00. Bertempat di aula sekolah, Agoes berbagi pengalaman dengan ratusan siswa kelas XI Smajos.

Sembari lesehan di lantai, ratusan siswa sekolah yang berlokasi di Desa Sidokare, Rejoso itu menyimak penjelasan Agoes. “Kesuksesan itu bukan hanya milik siswa kota. Siswa yang sekolah di desa juga punya kesempatan yang sama,” kata Agoes disambut tepuk tangan siswa.

Untuk menuju sukses, lanjut Agoes, kuncinya adalah belajar yang rajin. Selain itu, sejak kecil siswa harus membiasakan bekerja keras. “Kuncinya adalah rajin belajar dan kerja keras,” terangnya.

Baca Juga :  Baru 25 Persen Sekolah yang Pasang CCTV

Setidaknya, hal itu sudah dibuktikan oleh Agoes sendiri. Perwira polisi dengan pangkat dua melati di pundak itu mengaku bukan berasal dari keluarga kaya-raya. Orangtuanya hanya  guru SD.

Namun, sejak remaja dia sudah terbiasa bekerja keras demi menggapai cita-cita. “Saya ini juga orang desa. Sekarang bisa jadi polisi dan kepala BNN,” kata pria asli Desa Petak, Kecamatan Rejoso ini.

Dia lantas mengisahkan persiapannya sebelum masuk sekolah kepolisian. Selepas pulang SMA, Agoes mengaku banyak latihan fisik dengan berlari. Bahkan, terkadang dia lari sambil menangis. “Saya menangis karena membayangkan masa depan. Dan, ternyata impian saya berhasil,” urainya.

Selain berbagi pengalaman, Agoes juga mengingatkan siswa Smajos agar tidak mengonsumsi narkoba. Lebih-lebih menjadi pengedar. Makanya, dia berpesan, jangan pernah sekali pun mencoba barang haram tersebut. Pasalnya, para pecandu rata-rata bermula dari rasa penasaran dan coba-coba.

Baca Juga :  Pengalaman Baruku

Dia menambahkan, para pengguna sudah meluas di kalangan pelajar. Karena itu, sejak dini, siswa harus memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang. “Kalian harus tahu dampak yang ditimbulkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, di sela-sela menyampaikan materi, Agoes juga banyak memberikan doorprize kepada peserta. Mereka diminta menjawab beragam pertanyaan. Mulai dari kepanjangan P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba), jenis-jenis narkotika sampai pertanyaan-pertanyaan ringan. Seperti nama kepala BNNK Nganjuk, hari ulang tahun Jawa Pos Radar Kediri dan alamat kantor BNNK.

- Advertisement -

NGANJUK – Siswa yang bersekolah di desa juga bisa sukses. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk AKBP Agoes Irianto kepada peserta Kelas Inspirasi Jawa Pos Radar Kediri di SMAN 1 Rejoso (Smajos), kemarin.

Kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) koran ini ke-19 itu dimulai sekitar pukul 09.00. Bertempat di aula sekolah, Agoes berbagi pengalaman dengan ratusan siswa kelas XI Smajos.

Sembari lesehan di lantai, ratusan siswa sekolah yang berlokasi di Desa Sidokare, Rejoso itu menyimak penjelasan Agoes. “Kesuksesan itu bukan hanya milik siswa kota. Siswa yang sekolah di desa juga punya kesempatan yang sama,” kata Agoes disambut tepuk tangan siswa.

Untuk menuju sukses, lanjut Agoes, kuncinya adalah belajar yang rajin. Selain itu, sejak kecil siswa harus membiasakan bekerja keras. “Kuncinya adalah rajin belajar dan kerja keras,” terangnya.

Baca Juga :  ---- Ide ----

Setidaknya, hal itu sudah dibuktikan oleh Agoes sendiri. Perwira polisi dengan pangkat dua melati di pundak itu mengaku bukan berasal dari keluarga kaya-raya. Orangtuanya hanya  guru SD.

Namun, sejak remaja dia sudah terbiasa bekerja keras demi menggapai cita-cita. “Saya ini juga orang desa. Sekarang bisa jadi polisi dan kepala BNN,” kata pria asli Desa Petak, Kecamatan Rejoso ini.

Dia lantas mengisahkan persiapannya sebelum masuk sekolah kepolisian. Selepas pulang SMA, Agoes mengaku banyak latihan fisik dengan berlari. Bahkan, terkadang dia lari sambil menangis. “Saya menangis karena membayangkan masa depan. Dan, ternyata impian saya berhasil,” urainya.

Selain berbagi pengalaman, Agoes juga mengingatkan siswa Smajos agar tidak mengonsumsi narkoba. Lebih-lebih menjadi pengedar. Makanya, dia berpesan, jangan pernah sekali pun mencoba barang haram tersebut. Pasalnya, para pecandu rata-rata bermula dari rasa penasaran dan coba-coba.

Baca Juga :  Puluhan SD Rusak Mulai Direhab

Dia menambahkan, para pengguna sudah meluas di kalangan pelajar. Karena itu, sejak dini, siswa harus memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang. “Kalian harus tahu dampak yang ditimbulkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, di sela-sela menyampaikan materi, Agoes juga banyak memberikan doorprize kepada peserta. Mereka diminta menjawab beragam pertanyaan. Mulai dari kepanjangan P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba), jenis-jenis narkotika sampai pertanyaan-pertanyaan ringan. Seperti nama kepala BNNK Nganjuk, hari ulang tahun Jawa Pos Radar Kediri dan alamat kantor BNNK.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/