27.1 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Kewajiban dan Hak

Kewajiban dan hak, mana yang harus didahulukan? Idealnya, orang-orang akan menjawab jika kewajiban yang harus lebih dulu dilaksanakan. Baru setelah itu meminta atau menuntut hak mereka.

Ini tentang ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Kediri Raya yang sudah lebih dari setahun berjibaku dengan Covid-19. Mereka harus mendapat beban berlipat. Mulai penanganan pasien yang jumlahnya membeludak, hingga tugas tambahan yang harus diemban atas nama pandemi. Wabah. Kejadian luar biasa.

Sejak awal pandemi tahun 2020 lalu, para nakes ini dijanjikan untuk mendapatkan insentif khusus. Mereka yang ikut langsung dalam penanganan pandemi Covid-19 akan mendapatkan tambahan penghasilan.

Nilai yang didapat sesuai dengan beban yang diemban. Praktiknya, pencairan tunjangan tak semudah yang dibayangkan. Seringkali tersendat. Termasuk insentif tahun ini.

Baca Juga :  Panji Mbulan: Beri Apresiasi Seni dan Budaya Lokal

Hingga minggu ke empat Juli ini, insentif untuk para nakes yang berada di garda terdepan penangan. Alasannya pun klasik. Selain masalah administrasi, biasanya anggaran dari pusat yang turunnya tak menentu juga jadi kambing hitam.

Akibatnya, insentif yang tahun lalu seharusnya cair setiap triwulan, tidak sedikit yang baru menerima di awal tahun. Bahkan, beberapa bulan setelah anggaran berjalan.

Meski tak separah tahun lalu, keterlambatan masih saja terjadi tahun ini. Insentif nakes yang seharusnya bisa cair setiap bulan, masih saja tak tepat waktu. Di Kota Kediri, insentif nakes yang sudah cair keseluruhan baru untuk bulan Januari-April. Sedangkan insentif Mei-Juni belum cair. 

Apa yang menjadi penyebab keterlambatan? Masih sama. Persoalan administrasi masih saja jadi ganjalan. Setahun lebih menangani pandemi, masalah-masalah serupa belum kunjung mendapat penyelesaian.

Baca Juga :  Ribuan Sapi di Kota Kediri Rawan Mati

Ibarat perang, para nakes mulai dokter, bidan, dan perawat adalah prajuritnya. Insentif adalah vitamin buat mereka. Jadi penyemangat saat mereka kelelahan baik secara fisik dan mental. 

Selama perang lebih dari setahun terakhir, mereka sudah mencurahkan tenaga dan emosi untuk penanganan Covid-19. Menahan diri di balik berlapis alat pelindung diri (APD) yang sesak dan panas.

Ribuan atau bahkan jutaan nakes di Indonesia sudah menunaikan kewajiban mereka dengan sangat baik. Bertaruh nyawa. Tidak sedikit yang harus mengorbankan dirinya. Sudah sepatutnya negara memberikan hak mereka secepatnya. (*)

 

- Advertisement -

Kewajiban dan hak, mana yang harus didahulukan? Idealnya, orang-orang akan menjawab jika kewajiban yang harus lebih dulu dilaksanakan. Baru setelah itu meminta atau menuntut hak mereka.

Ini tentang ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Kediri Raya yang sudah lebih dari setahun berjibaku dengan Covid-19. Mereka harus mendapat beban berlipat. Mulai penanganan pasien yang jumlahnya membeludak, hingga tugas tambahan yang harus diemban atas nama pandemi. Wabah. Kejadian luar biasa.

Sejak awal pandemi tahun 2020 lalu, para nakes ini dijanjikan untuk mendapatkan insentif khusus. Mereka yang ikut langsung dalam penanganan pandemi Covid-19 akan mendapatkan tambahan penghasilan.

Nilai yang didapat sesuai dengan beban yang diemban. Praktiknya, pencairan tunjangan tak semudah yang dibayangkan. Seringkali tersendat. Termasuk insentif tahun ini.

Baca Juga :  Macan Putih Belum Beranjak dari Zona Degradasi

Hingga minggu ke empat Juli ini, insentif untuk para nakes yang berada di garda terdepan penangan. Alasannya pun klasik. Selain masalah administrasi, biasanya anggaran dari pusat yang turunnya tak menentu juga jadi kambing hitam.

Akibatnya, insentif yang tahun lalu seharusnya cair setiap triwulan, tidak sedikit yang baru menerima di awal tahun. Bahkan, beberapa bulan setelah anggaran berjalan.

Meski tak separah tahun lalu, keterlambatan masih saja terjadi tahun ini. Insentif nakes yang seharusnya bisa cair setiap bulan, masih saja tak tepat waktu. Di Kota Kediri, insentif nakes yang sudah cair keseluruhan baru untuk bulan Januari-April. Sedangkan insentif Mei-Juni belum cair. 

Apa yang menjadi penyebab keterlambatan? Masih sama. Persoalan administrasi masih saja jadi ganjalan. Setahun lebih menangani pandemi, masalah-masalah serupa belum kunjung mendapat penyelesaian.

Baca Juga :  Ketua NMSI Resmi Jadi DPO Polisi

Ibarat perang, para nakes mulai dokter, bidan, dan perawat adalah prajuritnya. Insentif adalah vitamin buat mereka. Jadi penyemangat saat mereka kelelahan baik secara fisik dan mental. 

Selama perang lebih dari setahun terakhir, mereka sudah mencurahkan tenaga dan emosi untuk penanganan Covid-19. Menahan diri di balik berlapis alat pelindung diri (APD) yang sesak dan panas.

Ribuan atau bahkan jutaan nakes di Indonesia sudah menunaikan kewajiban mereka dengan sangat baik. Bertaruh nyawa. Tidak sedikit yang harus mengorbankan dirinya. Sudah sepatutnya negara memberikan hak mereka secepatnya. (*)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/