24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Persaingan Ketat di 30 Besar Lomba Kliping Kreatif

KOTA, JP Radar Kediri- Persaingan ketat peserta lomba Kliping Kreatif bakal tersaji setelah panitia menentukan 30 besar. Nyaris semua karya punya kualitas yang berimbang. Bahkan, banyak yang memiliki nilai kembar.

Soal keterwakilan sekolah negeri dan sekolah swasta pun berimbang. Jumlah wakil dari kelompok sekolah swasta tak terpaut jauh dengan yang berasal dari sekolah negeri. (Daftar lengkap peserta yang masuk babak 30 besar lihat di Halaman 20).

Di Kecamatan Kota, sekolah swasta dan negeri bersaing ketat. Enam sekolah swasta akan mewakili Kecamatan Kota berkompetisi ke babak selanjutnya. “Karya yang masuk 30 besar ini kualitasnya hampir sama,” ujar Manajer Pemasaran Jawa Pos Radar Kediri Heri Muda Setiawan.

Kreativitas siswa membuat kliping tidak hanya memukau panitia. Tetapi juga dewan juri. Sebab, banyak sekali karya yang out of the box muncul dan memberi warna ketika panitia harus memutuskan layak maju 30 besar.

Baca Juga :  Mereka yang Menjadi Jawara di Beat School Contest 2020 (6)

Lelaki asal Tarokan itu juga mengatakan, selama menjuri tidak menemukan karya yang nilainya terlalu tinggi. “Tidak ada nilai yang sempurna (100, Red) di lomba kliping kali ini,” ujarnya.

Tidak adanya karya yang mendapat nilai 100 menunjukkan setiap karya masih memiliki kekurangannya. Masih banyak yang harus dievaluasi. Mulai dari tidak memasang logo, tanggal, hingga sumber korannya.

Kekurangan itu akan memengaruhi nilai karya di lomba kliping yang baru digelar perdana oleh Jawa Pos Radar Kediri. Bagi Heri, kekurangan itu bisa disebabkan karena kliping dikerjakan bersama-sama.

Diketahui, ada yang mengerjakan kliping di rumah masing-masing lalu dikumpulkan di sekolah. Minimnya komunikasi antar siswa dan guru juga bisa menyebabkan karyanya masih banyak yang kurang. Selain itu, ada pula peserta yang lupa mempelajari ulang petunjuk teknisnya.

Baca Juga :  Pendaftaran Ajang Kreasi Menggambar Diperpanjang hingga Senin

“Ada banyak faktor, kekurangan itu tidak menghilangkan substansi dari kliping ini,” ujar Heri.

Tapi, dengan adanya kegiatan kliping saat liburan bisa menambah aktivitas positif bagi siswa. Setidaknya, bisa meningkatkan minat baca siswa.

Dari karya yang sudah ada, tergambar bahwa siswa kelas IV sudah memiliki imajinasi yang tinggi. Setidaknya ini menjadi modal, bahwa anak bisa berkarya di tengah gempuran gadget. Dari kegiatan ini, siswa bisa lepas dari kebiasaan bermain gawai dan bisa memberikan karya yang positif bagi sekolah. (rq/fud)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Persaingan ketat peserta lomba Kliping Kreatif bakal tersaji setelah panitia menentukan 30 besar. Nyaris semua karya punya kualitas yang berimbang. Bahkan, banyak yang memiliki nilai kembar.

Soal keterwakilan sekolah negeri dan sekolah swasta pun berimbang. Jumlah wakil dari kelompok sekolah swasta tak terpaut jauh dengan yang berasal dari sekolah negeri. (Daftar lengkap peserta yang masuk babak 30 besar lihat di Halaman 20).

Di Kecamatan Kota, sekolah swasta dan negeri bersaing ketat. Enam sekolah swasta akan mewakili Kecamatan Kota berkompetisi ke babak selanjutnya. “Karya yang masuk 30 besar ini kualitasnya hampir sama,” ujar Manajer Pemasaran Jawa Pos Radar Kediri Heri Muda Setiawan.

Kreativitas siswa membuat kliping tidak hanya memukau panitia. Tetapi juga dewan juri. Sebab, banyak sekali karya yang out of the box muncul dan memberi warna ketika panitia harus memutuskan layak maju 30 besar.

Baca Juga :  Geledah Rumah, Polisi Amankan 2,6 Gram SS

Lelaki asal Tarokan itu juga mengatakan, selama menjuri tidak menemukan karya yang nilainya terlalu tinggi. “Tidak ada nilai yang sempurna (100, Red) di lomba kliping kali ini,” ujarnya.

Tidak adanya karya yang mendapat nilai 100 menunjukkan setiap karya masih memiliki kekurangannya. Masih banyak yang harus dievaluasi. Mulai dari tidak memasang logo, tanggal, hingga sumber korannya.

Kekurangan itu akan memengaruhi nilai karya di lomba kliping yang baru digelar perdana oleh Jawa Pos Radar Kediri. Bagi Heri, kekurangan itu bisa disebabkan karena kliping dikerjakan bersama-sama.

Diketahui, ada yang mengerjakan kliping di rumah masing-masing lalu dikumpulkan di sekolah. Minimnya komunikasi antar siswa dan guru juga bisa menyebabkan karyanya masih banyak yang kurang. Selain itu, ada pula peserta yang lupa mempelajari ulang petunjuk teknisnya.

Baca Juga :  Panitia Umumkan Hasil Babak Penyisihan Kliping Kreatif

“Ada banyak faktor, kekurangan itu tidak menghilangkan substansi dari kliping ini,” ujar Heri.

Tapi, dengan adanya kegiatan kliping saat liburan bisa menambah aktivitas positif bagi siswa. Setidaknya, bisa meningkatkan minat baca siswa.

Dari karya yang sudah ada, tergambar bahwa siswa kelas IV sudah memiliki imajinasi yang tinggi. Setidaknya ini menjadi modal, bahwa anak bisa berkarya di tengah gempuran gadget. Dari kegiatan ini, siswa bisa lepas dari kebiasaan bermain gawai dan bisa memberikan karya yang positif bagi sekolah. (rq/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/