24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Gladi Bersih Penerjun AL Jadi Tontonan

PARE – Suasana siang di Stadion Canda Bhirawa Pare yang biasanya hening mendadak berubah menjadi ramai. Kemarin siang (21/7) sekitar pukul 13.30, warga berbondong-bondong datang ke markas Persedikab ini. Tujuannya, untuk menyaksikan pendaratan penerjun payung dalam gladi bersih acara bakti sosial yang digelar TNI AL.

Salah satu yang datang ke sana adalah Diana, 36, warga Desa Tulungrejo, Pare. Ia dan anaknya sengaja datang sejak pukul 13.00 untuk menyaksikan acara yang cukup langka di Kabupaten Kediri tersebut. “Dulu di sini (Stadion Canda Bhirawa) pernah ada acara seperti ini sekali. Tapi itu sudah lama sekali,”ujarnya.

Meski hanya berlangsung singkat, pendaratan penerjun payung tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi Diana. “Tadi anak saya diberitahu oleh gurunya di sekolah kalau mau ada acara ini. Karena itu, saya sengaja datang lebih awal,” ujarnya. Tak hanya itu, gladi bersih yang dilaksanakan kemarin juga dia anggap bisa memberi edukasi bagi anaknya.

Baca Juga :  Bedah Buku Pu Gajah Mada, Menyibak Pembelokan Sejarah Era Kolonial (8)

Tak hanya Diana, perasaan heran juga dialami oleh sejumlah orang lainnya. Karena itu, begitu warna-warni parasut terlihat di angkasa, warga Kelurahan Pare dan sekitarnya pun langsung heboh. Tak hanya itu, bahkan sejumlah pengguna jalan pun banyak yang berhenti untuk menyaksikan aksi para penerjun paying tersebut.

Sementara itu, Koordinator penerjun payung TNI AL Mayor Marinir Sandi mengatakan ada 15 penerjun payung yang terlibat dalam gladi bersih tersebut.  Mereka terdiri dari 10 personel Bataliyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 TNI AL. Sementara lima lainnya berasal dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL.

Sekitar satu jam sebelumnya mereka berangkat dari Bandara Juanda naik pesawat Cassa U-616. Setibanya di atas Stadion Canda Bhirawa, mereka pun mulai terjun. Meski hanya persiapan, sejumlah atraksi sempat dipertontonkan. Seperti tiga penerjun membentuk formasi sejajar ke atas.

Baca Juga :  Pemdes Siapkan Anggaran Khusus Kembangan Kesenian

Tak hanya itu, ada lima bendera yang turut dikibarkan oleh para penerjun payung. Di antaranya, bendera Yontaifib, Kopaska, Kormar (Korps Marinir), TNI AL, dan Sang Merah Putih. “Semoga puncak acara yang dilaksanakan pada Hari Minggu bisa menjadi hiburan yang mengedukasi bagi masyarakat,”ujar Sandi. Usai melaksanakan gladi tersebut, 15 penerjun payung pun langsung bertolak kembali ke Markas TNI AL di Surabaya.

- Advertisement -

PARE – Suasana siang di Stadion Canda Bhirawa Pare yang biasanya hening mendadak berubah menjadi ramai. Kemarin siang (21/7) sekitar pukul 13.30, warga berbondong-bondong datang ke markas Persedikab ini. Tujuannya, untuk menyaksikan pendaratan penerjun payung dalam gladi bersih acara bakti sosial yang digelar TNI AL.

Salah satu yang datang ke sana adalah Diana, 36, warga Desa Tulungrejo, Pare. Ia dan anaknya sengaja datang sejak pukul 13.00 untuk menyaksikan acara yang cukup langka di Kabupaten Kediri tersebut. “Dulu di sini (Stadion Canda Bhirawa) pernah ada acara seperti ini sekali. Tapi itu sudah lama sekali,”ujarnya.

Meski hanya berlangsung singkat, pendaratan penerjun payung tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi Diana. “Tadi anak saya diberitahu oleh gurunya di sekolah kalau mau ada acara ini. Karena itu, saya sengaja datang lebih awal,” ujarnya. Tak hanya itu, gladi bersih yang dilaksanakan kemarin juga dia anggap bisa memberi edukasi bagi anaknya.

Baca Juga :  Uniknya Kartinian di Rumah Masa Kecil Bung Karno

Tak hanya Diana, perasaan heran juga dialami oleh sejumlah orang lainnya. Karena itu, begitu warna-warni parasut terlihat di angkasa, warga Kelurahan Pare dan sekitarnya pun langsung heboh. Tak hanya itu, bahkan sejumlah pengguna jalan pun banyak yang berhenti untuk menyaksikan aksi para penerjun paying tersebut.

Sementara itu, Koordinator penerjun payung TNI AL Mayor Marinir Sandi mengatakan ada 15 penerjun payung yang terlibat dalam gladi bersih tersebut.  Mereka terdiri dari 10 personel Bataliyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 TNI AL. Sementara lima lainnya berasal dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL.

Sekitar satu jam sebelumnya mereka berangkat dari Bandara Juanda naik pesawat Cassa U-616. Setibanya di atas Stadion Canda Bhirawa, mereka pun mulai terjun. Meski hanya persiapan, sejumlah atraksi sempat dipertontonkan. Seperti tiga penerjun membentuk formasi sejajar ke atas.

Baca Juga :  Kediri UMKM Shopping Festival 2019: Diskon Khusus Sebulan Penuh

Tak hanya itu, ada lima bendera yang turut dikibarkan oleh para penerjun payung. Di antaranya, bendera Yontaifib, Kopaska, Kormar (Korps Marinir), TNI AL, dan Sang Merah Putih. “Semoga puncak acara yang dilaksanakan pada Hari Minggu bisa menjadi hiburan yang mengedukasi bagi masyarakat,”ujar Sandi. Usai melaksanakan gladi tersebut, 15 penerjun payung pun langsung bertolak kembali ke Markas TNI AL di Surabaya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/