23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

English Star Beat SC XIII: Klenting Kuning pun Berbahasa Inggris

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Berbaju kuning, Septiana Rahmadiningsih dengan mantap naik ke panggung. Kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris meluncur lancar dari mulutnya. Disertai dengan gerakan teatrikal.

“Thats impossible, you better at home and finish your job and clean your laundry,” ucapnya dengan intonasi tegas. Menunjukkan sikap marah dan melarang seseorang. Memang, saat mengucapkan kalimat itu siswa SMP Negeri 1 Kunjang itu tengah memeragakan adegan Klenting Merah melarang Klenting Kuning untuk mengikuti sayembara. Satu adegan yang dinukil dari cerita Ande-Ande Lumut. Gadis 14 tahun itu adalah peserta ajang English Star Beat School Contest yang kemarin masuk tahap audisi kelompok SMP.

“Untuk penampilan hari ini saya sudah menyiapkan waktu selama dua minggu,” terangnya.

Septi mengaku baru pertama kali mengikuti event tahunan tersebut. Dan, dalam penampilan perdananya itu dia dengan berani menampilkan dongeng dalam bahasa Inggris. Ceritanya tentang legenda Ande-Ande Lumut.

“Cerita ini sangat terkenal. Memiliki sebuah pesan tersendiri,” jawabnya ketika ditanya alasan menampilkan dongeng tersebut.

- Advertisement -

Dalam audisi kemarin tampil 21 peserta. Mereka kemudian diperas menjadi tinggal 10 peserta yang akan tampil di babak final. Selama audisi para peserta menampilkan berbagai keahlian masing-masing. Mulai dari pidato, bercerita, teaterikal, hingga kemampuan menyanyi.

Baca Juga :  Festival Panji Nusantara 2019 Bertajuk Persatuan

“Secara keseluruhan (penampilan peserta) cukup bagus. Mereka menampilkan seluruh kemampuan dan bakatnya,” ujar Zulfa Safitri, salah seorang juri.

Dari puluhan peserta itu, sebagian ada yang pernah mengikuti seleksi di tahun sebelumnya. Namun banyak juga peserta yang baru pertama kali ikut. Menurut Zulfa, meskipun peserta baru mereka banyak yang sangat potensial. Juri wanita ini kemudian menyebut ada satu peserta yang menarik perhatiannya. Karena mampu menampilkan satu hal yang berbeda dibanding peserta lain.

Kemampuan berbahasa Inggris peserta, tambah Zulfa, sangat terbantu dengan kondisi saat ini. Yaitu dimasukkannya pelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu mata pelajaran ekstra di sekolah.

Terkait dengan kompetisi ini, dia menilai merupakan ajang yang sangat bagus. Terutama untuk para pelajar. Di ajang ini peserta dapat menguji kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Tak lupa Zulfa juga memberikan kritik pada penampilan beberapa peserta. “Kalau untuk masukan, di mana pada penampilan news presenter itu kan masih seperti membaca. Untuk kelancaran bagus tapi bagaimana dalam membawakan mulai dari intonasi hingga penghayatan belum (terlihat),” nilainya.

Baca Juga :  Cerita Hoax Mardi dan Imam

Dia juga menyoroti penampilan story telling peserta. Meskipun pada dasarnya sudah bagus namun masih sering terlalu cepat dalam pengucapan. Peserta mengira membaca cepat terlihat lancar dan fasih. Padahal hal itu tak sepenuhnya benar. Tetap harus ada pause atau jeda saat ber-story telling.

Hari ini (22/2) audisi akan kembali berlangsung. Masih menampilkan peserta yang ikut kompetisi School English Star. Namun kali ini untuk kategori SMA dan sederajat. Acara audisi ini akan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB. Audisi tersebut juga akan dilaksanakan di meeting room kantor Jawa Pos Radar Kediri.

 

 

10 Besar English Star Beat School Contest XIII

 

 

Fathiya Amalia (SMPN 1 Wates)

Septiana Rahmadiningsih (SMPN 1 Kunjang)

Mareta Alviani (SMPN 2 Nganjuk)

Charlotte Lee Ariemawan (SMP Kristen Petra Kediri)

Daynara Selma Atmadini Balqis (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Rifda Najah Widad (SMP Wahidiyah Kota Kediri)

Velani Prifidelya (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Safra Shahira Putri Prijambodo (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Karina Eka Surya Kusuma (SMPN 1 Kunjang)

Umi Fathanah (Ponpes Al Matlab)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Berbaju kuning, Septiana Rahmadiningsih dengan mantap naik ke panggung. Kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris meluncur lancar dari mulutnya. Disertai dengan gerakan teatrikal.

“Thats impossible, you better at home and finish your job and clean your laundry,” ucapnya dengan intonasi tegas. Menunjukkan sikap marah dan melarang seseorang. Memang, saat mengucapkan kalimat itu siswa SMP Negeri 1 Kunjang itu tengah memeragakan adegan Klenting Merah melarang Klenting Kuning untuk mengikuti sayembara. Satu adegan yang dinukil dari cerita Ande-Ande Lumut. Gadis 14 tahun itu adalah peserta ajang English Star Beat School Contest yang kemarin masuk tahap audisi kelompok SMP.

“Untuk penampilan hari ini saya sudah menyiapkan waktu selama dua minggu,” terangnya.

Septi mengaku baru pertama kali mengikuti event tahunan tersebut. Dan, dalam penampilan perdananya itu dia dengan berani menampilkan dongeng dalam bahasa Inggris. Ceritanya tentang legenda Ande-Ande Lumut.

“Cerita ini sangat terkenal. Memiliki sebuah pesan tersendiri,” jawabnya ketika ditanya alasan menampilkan dongeng tersebut.

Dalam audisi kemarin tampil 21 peserta. Mereka kemudian diperas menjadi tinggal 10 peserta yang akan tampil di babak final. Selama audisi para peserta menampilkan berbagai keahlian masing-masing. Mulai dari pidato, bercerita, teaterikal, hingga kemampuan menyanyi.

Baca Juga :  Festival Panji Nusantara 2019 Bertajuk Persatuan

“Secara keseluruhan (penampilan peserta) cukup bagus. Mereka menampilkan seluruh kemampuan dan bakatnya,” ujar Zulfa Safitri, salah seorang juri.

Dari puluhan peserta itu, sebagian ada yang pernah mengikuti seleksi di tahun sebelumnya. Namun banyak juga peserta yang baru pertama kali ikut. Menurut Zulfa, meskipun peserta baru mereka banyak yang sangat potensial. Juri wanita ini kemudian menyebut ada satu peserta yang menarik perhatiannya. Karena mampu menampilkan satu hal yang berbeda dibanding peserta lain.

Kemampuan berbahasa Inggris peserta, tambah Zulfa, sangat terbantu dengan kondisi saat ini. Yaitu dimasukkannya pelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu mata pelajaran ekstra di sekolah.

Terkait dengan kompetisi ini, dia menilai merupakan ajang yang sangat bagus. Terutama untuk para pelajar. Di ajang ini peserta dapat menguji kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Tak lupa Zulfa juga memberikan kritik pada penampilan beberapa peserta. “Kalau untuk masukan, di mana pada penampilan news presenter itu kan masih seperti membaca. Untuk kelancaran bagus tapi bagaimana dalam membawakan mulai dari intonasi hingga penghayatan belum (terlihat),” nilainya.

Baca Juga :  Cerita Hoax Mardi dan Imam

Dia juga menyoroti penampilan story telling peserta. Meskipun pada dasarnya sudah bagus namun masih sering terlalu cepat dalam pengucapan. Peserta mengira membaca cepat terlihat lancar dan fasih. Padahal hal itu tak sepenuhnya benar. Tetap harus ada pause atau jeda saat ber-story telling.

Hari ini (22/2) audisi akan kembali berlangsung. Masih menampilkan peserta yang ikut kompetisi School English Star. Namun kali ini untuk kategori SMA dan sederajat. Acara audisi ini akan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB. Audisi tersebut juga akan dilaksanakan di meeting room kantor Jawa Pos Radar Kediri.

 

 

10 Besar English Star Beat School Contest XIII

 

 

Fathiya Amalia (SMPN 1 Wates)

Septiana Rahmadiningsih (SMPN 1 Kunjang)

Mareta Alviani (SMPN 2 Nganjuk)

Charlotte Lee Ariemawan (SMP Kristen Petra Kediri)

Daynara Selma Atmadini Balqis (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Rifda Najah Widad (SMP Wahidiyah Kota Kediri)

Velani Prifidelya (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Safra Shahira Putri Prijambodo (SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Karina Eka Surya Kusuma (SMPN 1 Kunjang)

Umi Fathanah (Ponpes Al Matlab)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/