24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

‘Potret Sang Jagoan’ Gambarkan Sukses Sport Science

KEDIRI KABUPATEN Dokumentasi dan literasi penting dalam segala bidang. Termasuk olahraga. Atas semangat itulah buku berjudul “Potret Sang Jagoan” diterbitkan oleh KONI Jatim. Digarap oleh tiga penulis yang juga jurnalis. Maksum, Fuad Ariyanto, dan Sidiq Prasetio.

“Buku ini penting bagi atlet dan stake holder olahraga,” ujar Dudi Harijanto, kabid Pembinaan Prestasi KONI Jatim.

Kemarin, buku itu dibedah. Bertempat di Ruang Brantas Jawa Pos Radar Kediri. Tampil sebagai penyaji adalah salah seorang penulisnya yang juga wartawan senior Jawa Pos Sidiq Prasetio. Dengan panelis Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kediri Mahfud. Acara bedah buku diikuti oleh perwakilan cabang olahraga di Kota dan Kabupaten Kediri.

Selain memotret sukses atlet, buku tersebut juga menunjukkan satu hal. Yaitu keberhasilan penerapan metode sport science yang dikembangkan oleh KONI Jatim.

Baca Juga :  Bencana Angin Kencang Masih Jadi Momok

Sidiq menjelaskan, keberhasilan sport science itu salah satunya di PON XIX 2016 di Jabar. Saat itu kontingen Jawa Timur mengumpulkan 404 medali. Dengan rincian 132 medali emas, 138 medali perak dan 134 perunggu. Mengungguli DKI Jakarta yang hanya bertengger di posisi ketiga.

Menurutnya, pembinaan berbasis sport science udah tidak bisa ditawar lagi. Keberadaan sport science menjadikan pola pelatihan dan pembinaan menjadi lebih terukur. “Kita dapat menganalisis apa kekurangan dan kebutuhan atlet itu sendiri,” kata Sidiq Prasetio saat mengomentari pertanyaan seorang peserta.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh peserta. Waktu bedah buku yang sekitar dua jam itu terasa singkat. Pertanyaan dan komentar pun terlontar. Abdian, dari cabang sepak takraw di Kota Kediri menyinggung soal jam sekolah yang sering berbenturan dengan jadwal latihan. Sementara Asto Priyono dari Perpani Kabupaten Kediri menyebut ada link yang putus pada pembinaan olahraga saat ini. “Di kurikulum SMA tidak ada olahraga,” ucapnya.

Baca Juga :  Libur tapi Bukan Liburan  

Penulis buku yang lain, Maksum, menyebut bahwa sport science sangat penting bagi pembinaan atlet-atlet. Dan itu harus berjenjang, mulai dari usia muda, usia matang, hingga atlet tersebut sudah tidak bisa berprestasi lagi.

“Ini sebagai metode yang baik untuk mencetak prestasi atlet,” ucap mantan wartawan Jawa Pos ini.

Pria yang menamatkan S1 dan S2 di Universitas Airlangga itu menegaskan buku tersebut tak hanya sebagai referensi saja. Melainkan juga dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi para atlet dan pelatih.  Ia menerangkan bahwa buku tersebut mendeskripsikan keberhasilan atlet melalui sebuah terobosan baru. Yaitu sport science.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN Dokumentasi dan literasi penting dalam segala bidang. Termasuk olahraga. Atas semangat itulah buku berjudul “Potret Sang Jagoan” diterbitkan oleh KONI Jatim. Digarap oleh tiga penulis yang juga jurnalis. Maksum, Fuad Ariyanto, dan Sidiq Prasetio.

“Buku ini penting bagi atlet dan stake holder olahraga,” ujar Dudi Harijanto, kabid Pembinaan Prestasi KONI Jatim.

Kemarin, buku itu dibedah. Bertempat di Ruang Brantas Jawa Pos Radar Kediri. Tampil sebagai penyaji adalah salah seorang penulisnya yang juga wartawan senior Jawa Pos Sidiq Prasetio. Dengan panelis Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kediri Mahfud. Acara bedah buku diikuti oleh perwakilan cabang olahraga di Kota dan Kabupaten Kediri.

Selain memotret sukses atlet, buku tersebut juga menunjukkan satu hal. Yaitu keberhasilan penerapan metode sport science yang dikembangkan oleh KONI Jatim.

Baca Juga :  Bencana Angin Kencang Masih Jadi Momok

Sidiq menjelaskan, keberhasilan sport science itu salah satunya di PON XIX 2016 di Jabar. Saat itu kontingen Jawa Timur mengumpulkan 404 medali. Dengan rincian 132 medali emas, 138 medali perak dan 134 perunggu. Mengungguli DKI Jakarta yang hanya bertengger di posisi ketiga.

Menurutnya, pembinaan berbasis sport science udah tidak bisa ditawar lagi. Keberadaan sport science menjadikan pola pelatihan dan pembinaan menjadi lebih terukur. “Kita dapat menganalisis apa kekurangan dan kebutuhan atlet itu sendiri,” kata Sidiq Prasetio saat mengomentari pertanyaan seorang peserta.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh peserta. Waktu bedah buku yang sekitar dua jam itu terasa singkat. Pertanyaan dan komentar pun terlontar. Abdian, dari cabang sepak takraw di Kota Kediri menyinggung soal jam sekolah yang sering berbenturan dengan jadwal latihan. Sementara Asto Priyono dari Perpani Kabupaten Kediri menyebut ada link yang putus pada pembinaan olahraga saat ini. “Di kurikulum SMA tidak ada olahraga,” ucapnya.

Baca Juga :  Prostitusi Online Kediri: Tarif Rp 1 Juta Sekali Kencan

Penulis buku yang lain, Maksum, menyebut bahwa sport science sangat penting bagi pembinaan atlet-atlet. Dan itu harus berjenjang, mulai dari usia muda, usia matang, hingga atlet tersebut sudah tidak bisa berprestasi lagi.

“Ini sebagai metode yang baik untuk mencetak prestasi atlet,” ucap mantan wartawan Jawa Pos ini.

Pria yang menamatkan S1 dan S2 di Universitas Airlangga itu menegaskan buku tersebut tak hanya sebagai referensi saja. Melainkan juga dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi para atlet dan pelatih.  Ia menerangkan bahwa buku tersebut mendeskripsikan keberhasilan atlet melalui sebuah terobosan baru. Yaitu sport science.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/