23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Puasa Bulan Rajab, Hukumnya Bagaimana?

Assalamualaikum wr wb, kami ingin menanyakan tentang hukum puasa di bulan Rajab. Paling afdol berapa hari puasanya dan bagaimana yang benar? Terima kasih penjelasannya.

(Istiq, 085216015xxx)

 

Jawaban:

 

Waalaikumsalam wr wb. Puasa di bulan Rajab merupakan puasa sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam. Seluruh ulama mazhab empat sepakat boleh dilakukannya puasa di bulan Rajab, meskipun ada perbedaan pendapat terkait bagaimana melaksanakan puasa di bulan Rajab tersebut.

Menurut mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, berpuasa di bulan Rajab secara mutlak hukumnya adalah sunah, baik dilakukan di sebagian bulan Rajab atau di seluruh hari-harinya.

Hal ini salah satunya didasarkan kepada hadis Nabi SAW riwayat Muslim, bahwa Utsman bin Hakim pernah bertanya kepada Sa’id bin Jubair mengenai berpuasa di bulan Rajab, maka Sa’id menjawab bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,

Baca Juga :  Wabup Masykuri Lepas sekaligus Gabung Tim Ekspedisi Wilis I

“Rasulullah SAW berpuasa berturut-turut hingga kami menduga beliau selalu berpuasa, dan beliau tidak berpuasa berturut-turut hingga kami menduga beliau tidak berpuasa”.

Selain itu, ada beberapa hadis Nabi SAW lainnya salah satunya riwayat Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa di bulan-bulan yang mulia. Bulan-bulan yang mulia tersebut berjumlah empat, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Dengan demikian, berpuasa di bulan Rajab boleh dilakukan dalam seluruh hari-harinya atau sebagian hari-harinya, boleh dilakukan di awal bulan, di pertengahan bulan, atau di akhir bulan saja.

Bagi umat Islam yang kuat dan mampu berpuasa di bulan Rajab sebulan penuh tentu lebih baik dan lebih utama sebagaimana dalam kidah fikih, “Semakin banyak suatu ibadah dilakukan, maka semakin besar keutamaannya atau pahalanya.”

Baca Juga :  Pilih Materi, Foto Jadi Pertimbangan Utama

Sementara itu, menurut mazhab Hambali hukumnya makruh bagi seseorang yang mengkhususkan berpuasa sebulan penuh di bulan Rajab. Hukum makruh ini menjadi hilang apabila seseorang berbuka satu hari saja di bulan Rajab, atau ditambah berpuasa sebulan penuh di bulan lainnya dalam tahun yang sama, atau bagi mereka yang berpuasa terus-menerus (shaum dahr). Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

- Advertisement -

Assalamualaikum wr wb, kami ingin menanyakan tentang hukum puasa di bulan Rajab. Paling afdol berapa hari puasanya dan bagaimana yang benar? Terima kasih penjelasannya.

(Istiq, 085216015xxx)

 

Jawaban:

 

Waalaikumsalam wr wb. Puasa di bulan Rajab merupakan puasa sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam. Seluruh ulama mazhab empat sepakat boleh dilakukannya puasa di bulan Rajab, meskipun ada perbedaan pendapat terkait bagaimana melaksanakan puasa di bulan Rajab tersebut.

Menurut mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, berpuasa di bulan Rajab secara mutlak hukumnya adalah sunah, baik dilakukan di sebagian bulan Rajab atau di seluruh hari-harinya.

Hal ini salah satunya didasarkan kepada hadis Nabi SAW riwayat Muslim, bahwa Utsman bin Hakim pernah bertanya kepada Sa’id bin Jubair mengenai berpuasa di bulan Rajab, maka Sa’id menjawab bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,

Baca Juga :  Loper Koran yang Sukses Jadi Kapolres

“Rasulullah SAW berpuasa berturut-turut hingga kami menduga beliau selalu berpuasa, dan beliau tidak berpuasa berturut-turut hingga kami menduga beliau tidak berpuasa”.

Selain itu, ada beberapa hadis Nabi SAW lainnya salah satunya riwayat Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa di bulan-bulan yang mulia. Bulan-bulan yang mulia tersebut berjumlah empat, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Dengan demikian, berpuasa di bulan Rajab boleh dilakukan dalam seluruh hari-harinya atau sebagian hari-harinya, boleh dilakukan di awal bulan, di pertengahan bulan, atau di akhir bulan saja.

Bagi umat Islam yang kuat dan mampu berpuasa di bulan Rajab sebulan penuh tentu lebih baik dan lebih utama sebagaimana dalam kidah fikih, “Semakin banyak suatu ibadah dilakukan, maka semakin besar keutamaannya atau pahalanya.”

Baca Juga :  Pilih Materi, Foto Jadi Pertimbangan Utama

Sementara itu, menurut mazhab Hambali hukumnya makruh bagi seseorang yang mengkhususkan berpuasa sebulan penuh di bulan Rajab. Hukum makruh ini menjadi hilang apabila seseorang berbuka satu hari saja di bulan Rajab, atau ditambah berpuasa sebulan penuh di bulan lainnya dalam tahun yang sama, atau bagi mereka yang berpuasa terus-menerus (shaum dahr). Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/