23.3 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Mereka yang Menjadi Jawara di Beat School Contest 2020 (6)

Kompetisi e-sport mobile legend School Contest masih didominasi tim SMAN 7 Kota Kediri. Sedangkan untuk dance, Fullday SMAN 1 Kota Kediri kembali merebut juara.

 

IQBAL SYAHRONI, Kota, JP Radar Kediri

 

Suasana SMAN 1 Kota Kediri ramai siang kemarin. Selepas mengikuti salat Jumat, banyak di antara mereka yang beraktivitas di selasar sekolah. Termasuk di antaranya tujuh orang siswa. Tiga laki-laki dan empat perempuan. Mereka adalah personel Fullday Dance yang baru saja menang di ajang School Contest XIII 2020.

Mereka, Ferdinand Galib,  Septian Ego Mulyanto, Hassan Hidayatullah, Adelya Aurella, Syanaya Ramadhani, Nurul Aini, dan Yola Darma Dhaifulla sedang istirahat menunggu jam masuk kelas sekitar pukul 13.15 WIB. Di saat itulah mereka bercerita tentang keseruan mengikuti gelaran SC 2020.

Keberhasilan mereka itu bak pembalasan. Setelah pada School Contest 2019 mereka gagal meraih juara pertama. Kebetulan Ferdi juga sudah menjadi personel Fullday tahun lalu. “Tahun lalu, waktu masih kelas sepuluh, masih belum beruntung,” ujarnya.

Sebenarnya, menurut Ferdi, persiapan mereka tahun ini kurang matang. Sebab, dalam tiga minggu di Februari mereka harus mengikuti tiga kompetisi. Selain ikut SC, mereka juga berlaga di Mojokerto dan Malang.

Baca Juga :  Juara Favorit Pemilihan Jaka dan Gadis Batik dalam School Contest XII

Tapi semua itu mereka jalani dengan motivasi tinggi. Termasuk berlatih dengan keras. Seperti Adelya yang mengaku harus mati-matian mempelajari tiga trik tari yang berbeda.

 “Tiga lomba, tiga trik yang berbeda. Latihan juga dilakukan dengan menghapal tiga gerakan yang berbeda,” terang perempuan kelas 10 IPS D itu.

Akibatnya, badan, tangan, dan kaki mereka njarem alias pegal-pegal. Namun itu semua terbayar lunas saat mereka terpilih menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, dari tiga lomba yang diikuti itu mereka bisa menang dua di antaranya.

“Tentunya bangga, murid bisa berproses dan berprestasi dari segala bidang,” terang Kepala SMAN 1 Kota Kediri Sri Yulistiani.

Sementara itu, di lomba lain, di bidang e-sport School Contest, SMAN 7 Kota Kediri masih mendominasi. Tim yang pada perlombaan School Contest 2019 lalu meraih juara pertama, tahun ini, mampu mempertahankan gelar itu lagi. “Dua Final, dua lawan yang berbeda,” terang Reza Mukti Wibowo, salah seorang pemain.

Bersama lima temannya, yang bernama Mohammad Qurata’ayun, Chelsa Salas Guta, Calvin Bryan Fradunka Buyung Putra, Fajar Prabowo, dan M. Ricky Ferdiansyah, mampu mempertahankan juara pertama di lomba e-sport School Contest.

Baca Juga :  English Star Beat SC XIII: Klenting Kuning pun Berbahasa Inggris

Dibanding tahun sebelumnya, Reza dkk mengaku malah jarang bertemu untuk berlatih. Di tahun ini, mereka malah sering berkomunikasi melewati handphone saja. “Biasanya melalui aplikasi Discord, lalu ajak main bareng ketika sudah senggang,” terang Reza.

Tentunya, dengan torehan yang membanggakan ini, juga dianggap membanggakan bagi keenamnya. Dengan harapan tidak pernah menganggap remeh olahraga elektronik (e-sport), keenamnya juga terus mengingatkan kepada generasi yang juga menekuni bidang tersebut untuk tidak lupa tetap belajar.

Pembina e-sport di sekolah mereka, Dekky Prayitama, mengaku bangga bisa menjadi salah satu bagian dari sejarah perlombaan e-sport yang masih didominasi oleh murid-muridnya. Meski tidak pernah bermain sama sekali, ia sedikit-demi-sedikit tetap ingin membantu memahami kebutuhan para muridnya itu. “Bangga tentunya, untuk torehan prestasi murid SMAN 7 Kota Kediri, karena selain berprestasi di bidang akademik dan non akademik seperti seni dan olahraga, ada juga murid yang berprestasi di bidang olahraga elektronik,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Kompetisi e-sport mobile legend School Contest masih didominasi tim SMAN 7 Kota Kediri. Sedangkan untuk dance, Fullday SMAN 1 Kota Kediri kembali merebut juara.

 

IQBAL SYAHRONI, Kota, JP Radar Kediri

 

Suasana SMAN 1 Kota Kediri ramai siang kemarin. Selepas mengikuti salat Jumat, banyak di antara mereka yang beraktivitas di selasar sekolah. Termasuk di antaranya tujuh orang siswa. Tiga laki-laki dan empat perempuan. Mereka adalah personel Fullday Dance yang baru saja menang di ajang School Contest XIII 2020.

Mereka, Ferdinand Galib,  Septian Ego Mulyanto, Hassan Hidayatullah, Adelya Aurella, Syanaya Ramadhani, Nurul Aini, dan Yola Darma Dhaifulla sedang istirahat menunggu jam masuk kelas sekitar pukul 13.15 WIB. Di saat itulah mereka bercerita tentang keseruan mengikuti gelaran SC 2020.

Keberhasilan mereka itu bak pembalasan. Setelah pada School Contest 2019 mereka gagal meraih juara pertama. Kebetulan Ferdi juga sudah menjadi personel Fullday tahun lalu. “Tahun lalu, waktu masih kelas sepuluh, masih belum beruntung,” ujarnya.

Sebenarnya, menurut Ferdi, persiapan mereka tahun ini kurang matang. Sebab, dalam tiga minggu di Februari mereka harus mengikuti tiga kompetisi. Selain ikut SC, mereka juga berlaga di Mojokerto dan Malang.

Baca Juga :  Empat Tim Berlaga di Final Day

Tapi semua itu mereka jalani dengan motivasi tinggi. Termasuk berlatih dengan keras. Seperti Adelya yang mengaku harus mati-matian mempelajari tiga trik tari yang berbeda.

 “Tiga lomba, tiga trik yang berbeda. Latihan juga dilakukan dengan menghapal tiga gerakan yang berbeda,” terang perempuan kelas 10 IPS D itu.

Akibatnya, badan, tangan, dan kaki mereka njarem alias pegal-pegal. Namun itu semua terbayar lunas saat mereka terpilih menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, dari tiga lomba yang diikuti itu mereka bisa menang dua di antaranya.

“Tentunya bangga, murid bisa berproses dan berprestasi dari segala bidang,” terang Kepala SMAN 1 Kota Kediri Sri Yulistiani.

Sementara itu, di lomba lain, di bidang e-sport School Contest, SMAN 7 Kota Kediri masih mendominasi. Tim yang pada perlombaan School Contest 2019 lalu meraih juara pertama, tahun ini, mampu mempertahankan gelar itu lagi. “Dua Final, dua lawan yang berbeda,” terang Reza Mukti Wibowo, salah seorang pemain.

Bersama lima temannya, yang bernama Mohammad Qurata’ayun, Chelsa Salas Guta, Calvin Bryan Fradunka Buyung Putra, Fajar Prabowo, dan M. Ricky Ferdiansyah, mampu mempertahankan juara pertama di lomba e-sport School Contest.

Baca Juga :  Pantang Menyerah Raih Prestasi

Dibanding tahun sebelumnya, Reza dkk mengaku malah jarang bertemu untuk berlatih. Di tahun ini, mereka malah sering berkomunikasi melewati handphone saja. “Biasanya melalui aplikasi Discord, lalu ajak main bareng ketika sudah senggang,” terang Reza.

Tentunya, dengan torehan yang membanggakan ini, juga dianggap membanggakan bagi keenamnya. Dengan harapan tidak pernah menganggap remeh olahraga elektronik (e-sport), keenamnya juga terus mengingatkan kepada generasi yang juga menekuni bidang tersebut untuk tidak lupa tetap belajar.

Pembina e-sport di sekolah mereka, Dekky Prayitama, mengaku bangga bisa menjadi salah satu bagian dari sejarah perlombaan e-sport yang masih didominasi oleh murid-muridnya. Meski tidak pernah bermain sama sekali, ia sedikit-demi-sedikit tetap ingin membantu memahami kebutuhan para muridnya itu. “Bangga tentunya, untuk torehan prestasi murid SMAN 7 Kota Kediri, karena selain berprestasi di bidang akademik dan non akademik seperti seni dan olahraga, ada juga murid yang berprestasi di bidang olahraga elektronik,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/