24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Abu-Bunda Fey Hadir, Apresiasi Lomba Kliping JP Radar Kediri

KOTA, JP Radar Kediri- Pengumuman dan penyerahan hadiah bagi peserta lomba Kliping Kreatif Jawa Pos Radar Kediri di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) kemarin berlangsung semarak. Selain diwarnai suka cita para pemenang, acara juga disemarakkan dengan aksi dalang cilik Madjid Panjalu dari sekolah alam Ramadhani.

Dan, yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenang. Akhirnya, kliping yang dibuat oleh siswa SD Negeri Betet 3 Kecamatan Pesantren tampil sebagai yang terbaik. Menyisihkan dua pesaing ketatnya, yaitu SDN Banjaran 2 Kecamatan Kota dan SDN Lirboyo 4 Kecamatan Mojoroto.

Meskipun demikian, baik yang menang maupun kalah semua tersenyum gembira. Apalagi, peserta tiga besar berhak atas trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Bahkan, peserta yang masuk 30 besar pun masih mendapatkan uang pembinaan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir didampingi Ketua PKK Ferry Silviana Feronica mengapresiasi lomba kliping kreatif yang digelar Jawa Pos Radar Kediri. “Yang belum bisa juara I, II, dan III nanti kita buat lomba ini lagi. Jangan mau kalah dengan SD yang tadi menang, jadi harus terus bersaing,” kata Abu memberi semangat.

Baca Juga :  Emak-Emak, Yuk Berbagi Foto dan Cerita

Orang nomor satu di Kota Kediri ini mengaku, sejak penjurian sudah merasa kesulitan memilih pemenang. Persaingannya sangat ketat. Apalagi karya peserta melebihi ekspektasi awalnya. Juga jauh berbeda dengan persepsi dia tentang karya kliping, yang dulu hanya ditempel di kertas putih. Sedangkan saat ini rata-rata karya kliping sudah tiga dimensi. Semuanya bagus dan fokus.

Melalui lomba ini Abu berharap bisa menjadi bekal anak-anak sekolah untuk meningkatkan kreativitas di dunia digital. Kelak, diharapkan siswa bisa memiliki website yang isinya tentang kegiatan sekolah. Metodenya mirip dengan berita yang dikliping.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wali Kota Abu telah berkenan menjuri. Lewat lomba kliping kreasi, ia berharap bisa meningkatkan literasi di Kota Kediri. Sebagai upaya mengimbangi kondisi di era digital. Ketika informasi bisa diakses dengan mudah tanpa penyaring.

Menurutnya, informasi yang jadi produk jurnalistik berbeda dengan informasi di media sosial. Sebelum menjadi berita, ada proses yang sangat ketat. Dari verifikasi dan klatrifikasi wartawan di lapangan hingga masuk ke meja redaktur yang menentukan kelayakan berita.

Baca Juga :  Jatuh di Makam Istri, Warga asal Semampir Tewas

“Satu produk informasi benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. Itulah yang kemudian membuat Jawa Pos Radar Kediri punya semangat menanamkan spirit literasi di Kota Kediri sejak dini. Bergandengan tangan dengan disdik yang menjadi tonggak menumbuhkan semangat mengembangkan budaya literasi.

Apresiasi juga disampaikan Kadisdik Siswanto pada lomba Kliping Kreatif. “Saya kira ini satu-satunya di Indonesia,” ujarnya saat memberi sambutan.

Karena itu dia berharap tahun depan acaranya bisa kembali diadakan  dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Jika sekarang hanya dari sekolah dasar tahun depan jangkauannya makin meluas hingga ke tingkat SMP. “Kalau sekarang hadiahnya dari Jawa Pos Radar Kediri ditambah dari Pak Wali (Abdullah Abu Bakar, Red) tahun depan bisa ditambah dari disdik,” ucapnya.

Keinginan itu disambut baik oleh guru pendamping dan kepala sekolah. Mereka juga berharap pesertanya ditambah lagi dari kelas III, IV, dan V. Tujuannya agar kompetisinya lebih semangat. Termasuk tambahan hadiah. (rq/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Pengumuman dan penyerahan hadiah bagi peserta lomba Kliping Kreatif Jawa Pos Radar Kediri di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) kemarin berlangsung semarak. Selain diwarnai suka cita para pemenang, acara juga disemarakkan dengan aksi dalang cilik Madjid Panjalu dari sekolah alam Ramadhani.

Dan, yang paling ditunggu adalah pengumuman pemenang. Akhirnya, kliping yang dibuat oleh siswa SD Negeri Betet 3 Kecamatan Pesantren tampil sebagai yang terbaik. Menyisihkan dua pesaing ketatnya, yaitu SDN Banjaran 2 Kecamatan Kota dan SDN Lirboyo 4 Kecamatan Mojoroto.

Meskipun demikian, baik yang menang maupun kalah semua tersenyum gembira. Apalagi, peserta tiga besar berhak atas trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Bahkan, peserta yang masuk 30 besar pun masih mendapatkan uang pembinaan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir didampingi Ketua PKK Ferry Silviana Feronica mengapresiasi lomba kliping kreatif yang digelar Jawa Pos Radar Kediri. “Yang belum bisa juara I, II, dan III nanti kita buat lomba ini lagi. Jangan mau kalah dengan SD yang tadi menang, jadi harus terus bersaing,” kata Abu memberi semangat.

Baca Juga :  Bukan Dhoho atau Dhaha, Seharusnya Daha

Orang nomor satu di Kota Kediri ini mengaku, sejak penjurian sudah merasa kesulitan memilih pemenang. Persaingannya sangat ketat. Apalagi karya peserta melebihi ekspektasi awalnya. Juga jauh berbeda dengan persepsi dia tentang karya kliping, yang dulu hanya ditempel di kertas putih. Sedangkan saat ini rata-rata karya kliping sudah tiga dimensi. Semuanya bagus dan fokus.

Melalui lomba ini Abu berharap bisa menjadi bekal anak-anak sekolah untuk meningkatkan kreativitas di dunia digital. Kelak, diharapkan siswa bisa memiliki website yang isinya tentang kegiatan sekolah. Metodenya mirip dengan berita yang dikliping.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wali Kota Abu telah berkenan menjuri. Lewat lomba kliping kreasi, ia berharap bisa meningkatkan literasi di Kota Kediri. Sebagai upaya mengimbangi kondisi di era digital. Ketika informasi bisa diakses dengan mudah tanpa penyaring.

Menurutnya, informasi yang jadi produk jurnalistik berbeda dengan informasi di media sosial. Sebelum menjadi berita, ada proses yang sangat ketat. Dari verifikasi dan klatrifikasi wartawan di lapangan hingga masuk ke meja redaktur yang menentukan kelayakan berita.

Baca Juga :  Mlaku Bareng,Wujudkan Zero Narkoba

“Satu produk informasi benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. Itulah yang kemudian membuat Jawa Pos Radar Kediri punya semangat menanamkan spirit literasi di Kota Kediri sejak dini. Bergandengan tangan dengan disdik yang menjadi tonggak menumbuhkan semangat mengembangkan budaya literasi.

Apresiasi juga disampaikan Kadisdik Siswanto pada lomba Kliping Kreatif. “Saya kira ini satu-satunya di Indonesia,” ujarnya saat memberi sambutan.

Karena itu dia berharap tahun depan acaranya bisa kembali diadakan  dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Jika sekarang hanya dari sekolah dasar tahun depan jangkauannya makin meluas hingga ke tingkat SMP. “Kalau sekarang hadiahnya dari Jawa Pos Radar Kediri ditambah dari Pak Wali (Abdullah Abu Bakar, Red) tahun depan bisa ditambah dari disdik,” ucapnya.

Keinginan itu disambut baik oleh guru pendamping dan kepala sekolah. Mereka juga berharap pesertanya ditambah lagi dari kelas III, IV, dan V. Tujuannya agar kompetisinya lebih semangat. Termasuk tambahan hadiah. (rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/