24.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

PT Tunas Jaya Raya Abadi Tetap Berbagi di Tengah Pandemi

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kurban menjadi agenda rutin PT Tunas Jaya Raya Abadi Group. Meski di tengah pandemi Covid-19, perusahaan milik H. Imam Mukhayat Syah tersebut tetap berkurban. Adapun hewan kurban yang disembelih tahun ini adalah 37 sapi dan 92 kambing.

Menurut H. Imam Mukhayat Syah, kurban bersifat wajib bagi yang mampu. Termasuk, salah satu sarana membersihkan harta yang telah dimiliki. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.

“Meski situasi sulit, namun kami tetap ingin berbagi di Idul Adha ini. Daging kurban akan sangat bermanfaat bagi penerima. Utamanya dalam situasi pandemi seperti saat ini,” kata pria yang akrab disapa Pak Haji ini.

Baca Juga :  Kediri Scooter Festival: Aksi Balap Skuter Jadi Daya Tarik

Hewan-hewan kurban PT Tunas Jaya Raya Abadi Group tersebut dikelola oleh Yayasan Maratin. Direktur Yayasan Maratin Suud Fuadi mengatakan, hewan kurban dibagikan di seluruh wilayah kerja perusahaan. Meliputi seluruh Jawa hingga Kalimantan. “Namun hewan kurban yang terbanyak di wilayah Nganjuk,” ujarnya kepada koran ini.

Suud menambahkan, hewan-hewan kurban tersebut berasal dari pusat penggemukan ternak Tunas Brahman. Tunas Brahman sendiri merupakan salah satu unit usaha milik PT Tunas Jaya Raya Abadi Group. “Insya Allah sapi-sapi dari Tunas Brahman rendemen daging mencapai 40 persen. Bahkan lebih,” imbuh Suud.

- Advertisement -

Untuk diketahui, penyembelihan hewan kurban secara simbolis digelar kemarin di kantor pusat PT Tunas Jaya Raya Abadi Group, Jl Dermojoyo, Kota Nganjuk. H. Imam Mukhayat Syah tampak hadir menyaksikan langsung proses pemotongan beberapa hewan kurban di sana.

Baca Juga :  Nekat Tabrakkan Diri dengan KA Kahuripan

Usai penyembelihan, secara simbolis Suud Fuadi menyerahkan beberapa kantong daging kurban kepada warga sekitar. Penyerahan daging kurban tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, genakan masker dan menjaga jarak. Adapun penerimanya adalah beberapa tokoh masyarakat sekitar kantor tanpa melibatkan kerumunan antrean.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kurban menjadi agenda rutin PT Tunas Jaya Raya Abadi Group. Meski di tengah pandemi Covid-19, perusahaan milik H. Imam Mukhayat Syah tersebut tetap berkurban. Adapun hewan kurban yang disembelih tahun ini adalah 37 sapi dan 92 kambing.

Menurut H. Imam Mukhayat Syah, kurban bersifat wajib bagi yang mampu. Termasuk, salah satu sarana membersihkan harta yang telah dimiliki. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.

“Meski situasi sulit, namun kami tetap ingin berbagi di Idul Adha ini. Daging kurban akan sangat bermanfaat bagi penerima. Utamanya dalam situasi pandemi seperti saat ini,” kata pria yang akrab disapa Pak Haji ini.

Baca Juga :  Kampanyekan Islam Nusantara hingga ke Thailand

Hewan-hewan kurban PT Tunas Jaya Raya Abadi Group tersebut dikelola oleh Yayasan Maratin. Direktur Yayasan Maratin Suud Fuadi mengatakan, hewan kurban dibagikan di seluruh wilayah kerja perusahaan. Meliputi seluruh Jawa hingga Kalimantan. “Namun hewan kurban yang terbanyak di wilayah Nganjuk,” ujarnya kepada koran ini.

Suud menambahkan, hewan-hewan kurban tersebut berasal dari pusat penggemukan ternak Tunas Brahman. Tunas Brahman sendiri merupakan salah satu unit usaha milik PT Tunas Jaya Raya Abadi Group. “Insya Allah sapi-sapi dari Tunas Brahman rendemen daging mencapai 40 persen. Bahkan lebih,” imbuh Suud.

Untuk diketahui, penyembelihan hewan kurban secara simbolis digelar kemarin di kantor pusat PT Tunas Jaya Raya Abadi Group, Jl Dermojoyo, Kota Nganjuk. H. Imam Mukhayat Syah tampak hadir menyaksikan langsung proses pemotongan beberapa hewan kurban di sana.

Baca Juga :  Memasak Jadi Hiburan yang Menyenangkan

Usai penyembelihan, secara simbolis Suud Fuadi menyerahkan beberapa kantong daging kurban kepada warga sekitar. Penyerahan daging kurban tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, genakan masker dan menjaga jarak. Adapun penerimanya adalah beberapa tokoh masyarakat sekitar kantor tanpa melibatkan kerumunan antrean.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/