24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Menelusuri Jalur Selingkar Wilis Kediri-Nganjuk (29)

Harapan Melambungkan Lagi Tanaman Rosela

- Advertisement -

Komoditas pertanian di kawasan Selingkar Wilis tak hanya didominasi buah-buahan. Ada rosela yang coba kembali digenjot jadi potensi andalan. Bersama dengan rempah dan tanaman herbal lain.

Salah satu tanaman herbal yang pengembangannya kembali digalakkan oleh Pemkab Kediri adalah bunga rosela. Bunga berwarna merah ini banyak tumbuh di daerah-daerah yang ada di kaki Gunung Wilis. Dimanfaatkan untuk minuman kesehatan. Diseduh seperti halnya teh.

Beberapa tahun lalu, rosela sudah pernah menjadi primadona. Sayang, seiring dengan waktu, komoditas ini mulai surut. Kini, seiring dengan rencana proyek Selingkar Wilis, pemkab kembali menggencot tanaman herbal ini sebagai produk andalan.

“Rosela mulai dikemas lebih baik. Dalam bentuk olahan minuman,” terang Dede Sudjana, sang sekda.

Agar rosela kian diminati, pemkab mendorong pelaku usaha pengolahan lebih kreatif. Agar bisa menciptakan beragam rasa sehingga tanaman ini menjadi ciri khas Kediri.

- Advertisement -

Rosela memiliki kandungan antioksidan tinggi. Yang bisa menangkal radikal bebas sehingga mampu mengantisipasi berbagai penyakit. Tanaman ini dianggap punya manfaat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Juga mencegah penyakit jantung serta obesitas.

Baca Juga :  Nestapa Gilang, Dulu Atlet Angkat Besi Kini Jadi Pencari Rumput

Tanaman ini sudah dibudidayakan di empat kecamatan di kawasan Selingkar Wilis. Lokasinya di Kecamatan Semen, Banyakan, Tarokan, dan Grogol.

Selain rosela, tanaman lainnya yang juga diproyeksikan jadi unggulan adalah kunyit. Selain cengkih, Tim Ekspedisi Selingkar Wilis Kediri-Nganjuk kerap menemukan tanaman rempah itu diletakan di teras rumah. Selain untuk bumbu dapur, kebutuhan kunyit juga banyak digunakan untuk membuat jamu. Keberadaan tanaman ini sempat diburu ketika penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi, kerbau, atau kambing. Termasuk saat awal pandemi Covid-19.

Masyarakat percaya, manfaat kunyit untuk kesehatan sangatlah tinggi. Selain untuk menjaga stamina tubuh, tanaman ini juga dapat meredakan peradangan, maag, perut kembung, hingga mengurangi rasa mual. Juga digunakan untuk kaum perempuan untuk meredakan nyeri ketika haid dan menjaga kesehatan pada pencernaan.

Baca Juga :  Finalis GenZ Boys and Girls Belajar Sejarah hingga Praktik Membatik

Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Selingkar Wilis Kediri. “Tersebar di empat kecamatan,” katanya. Lokasinya ada di Kecamatan Semen, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Tarokan dan Kecamatan Mojo. Selain diolah menjadi jamu, sekarang pengolahan kunyit ini sudah mulai dikemas dalam bentuk bubuk. Dari dua tanaman itu, Pemkab berperan untuk mendorong pelaku usaha kecil bisa memperhatikan kemasannya.

Adapun hasil tanaman lainnya adalah jeruk yang juga tersebar di empat kecamatan yakni Semen, Banyakan, Tarokan dan Mojo. Sementara tanaman hias juga bisa ditemui di empat kecamatan di Kawasan Selingkar Wilis yakni Kecamatan Semen, Banyakan, Tarokan, dan Grogol.

Sedangkan untuk tembakau, hanya berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Semen, Banyakan, dan Mojo. Besarnya potensi dari pertanian di Selingkar Wilis itu bisa menjadi peluang kerjasama antar daerah dalam inovasi program dan produk.






Reporter: rekian
- Advertisement -

Komoditas pertanian di kawasan Selingkar Wilis tak hanya didominasi buah-buahan. Ada rosela yang coba kembali digenjot jadi potensi andalan. Bersama dengan rempah dan tanaman herbal lain.

Salah satu tanaman herbal yang pengembangannya kembali digalakkan oleh Pemkab Kediri adalah bunga rosela. Bunga berwarna merah ini banyak tumbuh di daerah-daerah yang ada di kaki Gunung Wilis. Dimanfaatkan untuk minuman kesehatan. Diseduh seperti halnya teh.

Beberapa tahun lalu, rosela sudah pernah menjadi primadona. Sayang, seiring dengan waktu, komoditas ini mulai surut. Kini, seiring dengan rencana proyek Selingkar Wilis, pemkab kembali menggencot tanaman herbal ini sebagai produk andalan.

“Rosela mulai dikemas lebih baik. Dalam bentuk olahan minuman,” terang Dede Sudjana, sang sekda.

Agar rosela kian diminati, pemkab mendorong pelaku usaha pengolahan lebih kreatif. Agar bisa menciptakan beragam rasa sehingga tanaman ini menjadi ciri khas Kediri.

Rosela memiliki kandungan antioksidan tinggi. Yang bisa menangkal radikal bebas sehingga mampu mengantisipasi berbagai penyakit. Tanaman ini dianggap punya manfaat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Juga mencegah penyakit jantung serta obesitas.

Baca Juga :  Diawali Tumpengan dengan Loper Koran

Tanaman ini sudah dibudidayakan di empat kecamatan di kawasan Selingkar Wilis. Lokasinya di Kecamatan Semen, Banyakan, Tarokan, dan Grogol.

Selain rosela, tanaman lainnya yang juga diproyeksikan jadi unggulan adalah kunyit. Selain cengkih, Tim Ekspedisi Selingkar Wilis Kediri-Nganjuk kerap menemukan tanaman rempah itu diletakan di teras rumah. Selain untuk bumbu dapur, kebutuhan kunyit juga banyak digunakan untuk membuat jamu. Keberadaan tanaman ini sempat diburu ketika penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi, kerbau, atau kambing. Termasuk saat awal pandemi Covid-19.

Masyarakat percaya, manfaat kunyit untuk kesehatan sangatlah tinggi. Selain untuk menjaga stamina tubuh, tanaman ini juga dapat meredakan peradangan, maag, perut kembung, hingga mengurangi rasa mual. Juga digunakan untuk kaum perempuan untuk meredakan nyeri ketika haid dan menjaga kesehatan pada pencernaan.

Baca Juga :  Kemiskinan sebagai Problem Kebudayaan

Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Selingkar Wilis Kediri. “Tersebar di empat kecamatan,” katanya. Lokasinya ada di Kecamatan Semen, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Tarokan dan Kecamatan Mojo. Selain diolah menjadi jamu, sekarang pengolahan kunyit ini sudah mulai dikemas dalam bentuk bubuk. Dari dua tanaman itu, Pemkab berperan untuk mendorong pelaku usaha kecil bisa memperhatikan kemasannya.

Adapun hasil tanaman lainnya adalah jeruk yang juga tersebar di empat kecamatan yakni Semen, Banyakan, Tarokan dan Mojo. Sementara tanaman hias juga bisa ditemui di empat kecamatan di Kawasan Selingkar Wilis yakni Kecamatan Semen, Banyakan, Tarokan, dan Grogol.

Sedangkan untuk tembakau, hanya berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Semen, Banyakan, dan Mojo. Besarnya potensi dari pertanian di Selingkar Wilis itu bisa menjadi peluang kerjasama antar daerah dalam inovasi program dan produk.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/