24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Menelusuri Jalur Selingkar Wilis Kediri-Nganjuk (28)

Membuka Jalur Kopi, Surganya Durian dan Mangga Podang

- Advertisement -

Gunung Wilis adalah kopi. Potensi komoditas ini sangat besar. Pemkab Kediri pun telah menyiapkan kawasan yang membuka pasar ekspor.

Besarnya potensi kopi di kawasan Selingkar Wilis bisa disimpulkan dari rencana Pemkab Kediri ini. Kabupaten yang juga dilewati Sungai Brantas ini telah mencanangkan melakukan ekspor kopi. Tak menunggu lama, rencana ini akan dimulai tahun depan. Kemudian, pada 2024 sudah dipatok volume ekspornya mencapai tiga kali lipat.

“Tanaman kopi disiapkan di lima kecamatan. Yang ditanam jenis arabika dan robusta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dede Sudjana.

Pernyataan Dede itu dikeluarkan saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi bertajuk Trabas Medan Satukan Tunggal Rogo Mandiri di Hotel Bukit Daun (11/7). Lima kecamatan yang dia maksud itu dilewati atau memiliki akses langsung dengan Jalur Selingkar Wilis. Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, Banyakan, danTarokan.

Paling besar adalah potensi kopi robusta. Potensi tanaman belum menghasilkan (TBM) mencapai 160 ribu batang. Pohon-pohon kopi jenis itu ditanam di lahan seluas 20 hektare. Sedangkan untuk jenis arabika hanya sekitar separonya. Dengna jumlah TBM yang mencapai 41,3 ribu pohon. Dengan luas lahan setara 12,5 hektare.

Baca Juga :  10 Pasang GenZ Siap Bersaing di Final Party
- Advertisement -

Selain kopi, ada lagi komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan Kabupaten Kediri. Yaitu mangga podang. Meskipun di beberapa derah lain juga ada, Dede menegaskan bahwa mangga jenis ini adalah tanaman endemik yang tersebar di beberapa kecamatan barat Sungai Brantas. Tarokan, Banyakan, dan Grogol.

Ketika bandara hadir, yang lahannya memakan lahan mangga podang secara massif, pemkab pun telah menyiapkan pengganti. Budidaya mangga podang telah disiapkan pula di Kecamatan Mojo dan Semen.

Upaya serius Pemkab Kediri untuk memperkuat brand mangga podang diperkuat dengan Keputusan Menteri Pertanian nomor 336/Kpts/TP.240/2003. Dalam Kepmentan yang keluar 23 Juni 2003 itu disebutkan bahwa mangga podang berasal dari Kabupaten Kediri dinyatakan sebagai varietas unggul.

Sekarang, sebaran tanaman mangga podang di Kabupaten Kediri itu seluas 4.047 hektare. Sebarannya ada di Kecamatan Tarokan seluas 1.460 hektare, lalu di Kecamatan Grogol dengan luas 1.197 hektare, dan di Kecamatan Banyakan seluas 1.029 hektare.  Kemudian, paling kecil ada di Kecamatan Semen dengan luas 34 hektare serta Mojo 327 hektare. Mangga podang masuk pengembangan prioritas karena menjadi produk unggulan asli milik Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Ratusan Scooterist Meriahkan HUT JP Radar Kediri

“Saat ini produksi mangga podang dikembangkan untuk menjadi produk olahan. Agar memiliki nilai jual  lebih tinggi,” terang Dede.

Masih ada lagi komoditas perkebunan yang menunjang bidang agronomi, yaitu durian. Tanaman ini menyebar di area kawasan Gunung Wilis, terutama Mojo dan Semen. Dede kemudian mempromosikan durian semoyo yang berasal dari Mojo.

“Buahnya besar rasanya juga legit,” suluk Dede.

Karena di kawasan Selingkar Wilis daerah lain juga banyak buah duriannya maka potensi besar itu harusnya bisa menjadi peluang. Selain menyimpan seribu wisata, kawasan Selingkar Wilis juga surga buah-buahan.






Reporter: rekian
- Advertisement -

Gunung Wilis adalah kopi. Potensi komoditas ini sangat besar. Pemkab Kediri pun telah menyiapkan kawasan yang membuka pasar ekspor.

Besarnya potensi kopi di kawasan Selingkar Wilis bisa disimpulkan dari rencana Pemkab Kediri ini. Kabupaten yang juga dilewati Sungai Brantas ini telah mencanangkan melakukan ekspor kopi. Tak menunggu lama, rencana ini akan dimulai tahun depan. Kemudian, pada 2024 sudah dipatok volume ekspornya mencapai tiga kali lipat.

“Tanaman kopi disiapkan di lima kecamatan. Yang ditanam jenis arabika dan robusta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dede Sudjana.

Pernyataan Dede itu dikeluarkan saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi bertajuk Trabas Medan Satukan Tunggal Rogo Mandiri di Hotel Bukit Daun (11/7). Lima kecamatan yang dia maksud itu dilewati atau memiliki akses langsung dengan Jalur Selingkar Wilis. Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, Banyakan, danTarokan.

Paling besar adalah potensi kopi robusta. Potensi tanaman belum menghasilkan (TBM) mencapai 160 ribu batang. Pohon-pohon kopi jenis itu ditanam di lahan seluas 20 hektare. Sedangkan untuk jenis arabika hanya sekitar separonya. Dengna jumlah TBM yang mencapai 41,3 ribu pohon. Dengan luas lahan setara 12,5 hektare.

Baca Juga :  Bincang Jumat Radar Kediri TV bareng Ahmad Zuhri: Optimisme Pendidikan

Selain kopi, ada lagi komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan Kabupaten Kediri. Yaitu mangga podang. Meskipun di beberapa derah lain juga ada, Dede menegaskan bahwa mangga jenis ini adalah tanaman endemik yang tersebar di beberapa kecamatan barat Sungai Brantas. Tarokan, Banyakan, dan Grogol.

Ketika bandara hadir, yang lahannya memakan lahan mangga podang secara massif, pemkab pun telah menyiapkan pengganti. Budidaya mangga podang telah disiapkan pula di Kecamatan Mojo dan Semen.

Upaya serius Pemkab Kediri untuk memperkuat brand mangga podang diperkuat dengan Keputusan Menteri Pertanian nomor 336/Kpts/TP.240/2003. Dalam Kepmentan yang keluar 23 Juni 2003 itu disebutkan bahwa mangga podang berasal dari Kabupaten Kediri dinyatakan sebagai varietas unggul.

Sekarang, sebaran tanaman mangga podang di Kabupaten Kediri itu seluas 4.047 hektare. Sebarannya ada di Kecamatan Tarokan seluas 1.460 hektare, lalu di Kecamatan Grogol dengan luas 1.197 hektare, dan di Kecamatan Banyakan seluas 1.029 hektare.  Kemudian, paling kecil ada di Kecamatan Semen dengan luas 34 hektare serta Mojo 327 hektare. Mangga podang masuk pengembangan prioritas karena menjadi produk unggulan asli milik Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Diawali Tumpengan dengan Loper Koran

“Saat ini produksi mangga podang dikembangkan untuk menjadi produk olahan. Agar memiliki nilai jual  lebih tinggi,” terang Dede.

Masih ada lagi komoditas perkebunan yang menunjang bidang agronomi, yaitu durian. Tanaman ini menyebar di area kawasan Gunung Wilis, terutama Mojo dan Semen. Dede kemudian mempromosikan durian semoyo yang berasal dari Mojo.

“Buahnya besar rasanya juga legit,” suluk Dede.

Karena di kawasan Selingkar Wilis daerah lain juga banyak buah duriannya maka potensi besar itu harusnya bisa menjadi peluang. Selain menyimpan seribu wisata, kawasan Selingkar Wilis juga surga buah-buahan.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/