24.4 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Cincin Tak Bisa Lepas, Anak Nangis

- Advertisement -

Mbak Sri adalah ibu yang sayang anak. Saking sayangnya, dia ingin anaknya kelihatan cantik dengan menghiasi jari manis putri kesayangannya dengan cincin emas. Padahal, usia sang anak masih balita. “Kalau tidak memakai perhiasan nanti dikira orang tak punya,” ujar Mbak Sri.

Selama berbulan-bulan, anak Mbak Sri tampak enjoy saja dengan cincin emas yang melingkar di jarinya. Walaupun sebenarnya, dia juga tidak paham tentang cincin emas itu. Karena sang anak lebih fokus belajar berlari daripada pamer cincin emas ke teman sebayanya.

Petaka akhirnya muncul di malam hari. Jari anak Mbak Sri cekot-cekot. Akibatnya, sang anak tak bisa tidur. Rewel. Mbak Sri mencoba mencari tahu penyebab anaknya rewel. Beberapa kali ditanya, sang anak akhirnya mengeluhkan jari manisnya. Di sana, ada cincin melingkar. Ternyata jari manis anak cewek itu bengkak.

Baca Juga :  Disparporabud Serahkan Lisensi dan Sertifikat Kompetensi

Mbak Sri mencoba melepas cincin emas. Usahanya tidak berhasil. Cincin sepertinya sulit lepas dari jari manis. Karena ukuran jari lebih besar dari cincin. Maklum, saat Mbak Sri membeli cincin, sang anak masih berumur setahun. Sehingga, jarinya masih kecil. Seiring bertambahnya usia, jari anak juga semakin besar. Akibatnya, jari menjadi bengkak karena cincin tak bisa lepas. “Aliran darahnya mungkin tidak lancar,” ujar Mbak Sri.

Semalaman, Mbak Sri tidak tidur. Karena anaknya rewel. Dia bingung mau dibawa berobat ke mana sang anak. Karena masalah cincin itu bukan penyakit. Beruntung, Mbak Sri akhirnya mengetahui jika ada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga :  Boscu Ngaku Pilot, Mbak Sri Langsung Lengket
- Advertisement -

Keesokan harinya, sang anak dibawa ke damkarmat. Di sana, dia akhirnya ditolong. Cincin emas di jarinya dilepas. Anak kembali tersenyum. Mbak Sri juga mesam-mesem saat petugas memperingatkan agar anak untuk tidak memakai perhiasan. Karena keselamatan anak menjadi taruhannya. Banyak, orang jahat yang akan mengincar perhiasan yang dipakai anak. “Tidak pakai cincin emas lagi biar aman,” ujar Mbak Sri.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

Mbak Sri adalah ibu yang sayang anak. Saking sayangnya, dia ingin anaknya kelihatan cantik dengan menghiasi jari manis putri kesayangannya dengan cincin emas. Padahal, usia sang anak masih balita. “Kalau tidak memakai perhiasan nanti dikira orang tak punya,” ujar Mbak Sri.

Selama berbulan-bulan, anak Mbak Sri tampak enjoy saja dengan cincin emas yang melingkar di jarinya. Walaupun sebenarnya, dia juga tidak paham tentang cincin emas itu. Karena sang anak lebih fokus belajar berlari daripada pamer cincin emas ke teman sebayanya.

Petaka akhirnya muncul di malam hari. Jari anak Mbak Sri cekot-cekot. Akibatnya, sang anak tak bisa tidur. Rewel. Mbak Sri mencoba mencari tahu penyebab anaknya rewel. Beberapa kali ditanya, sang anak akhirnya mengeluhkan jari manisnya. Di sana, ada cincin melingkar. Ternyata jari manis anak cewek itu bengkak.

Baca Juga :  Lumpur Bikin Boscu Masuk Penjara

Mbak Sri mencoba melepas cincin emas. Usahanya tidak berhasil. Cincin sepertinya sulit lepas dari jari manis. Karena ukuran jari lebih besar dari cincin. Maklum, saat Mbak Sri membeli cincin, sang anak masih berumur setahun. Sehingga, jarinya masih kecil. Seiring bertambahnya usia, jari anak juga semakin besar. Akibatnya, jari menjadi bengkak karena cincin tak bisa lepas. “Aliran darahnya mungkin tidak lancar,” ujar Mbak Sri.

Semalaman, Mbak Sri tidak tidur. Karena anaknya rewel. Dia bingung mau dibawa berobat ke mana sang anak. Karena masalah cincin itu bukan penyakit. Beruntung, Mbak Sri akhirnya mengetahui jika ada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga :  Karaoke Berujung Penjara

Keesokan harinya, sang anak dibawa ke damkarmat. Di sana, dia akhirnya ditolong. Cincin emas di jarinya dilepas. Anak kembali tersenyum. Mbak Sri juga mesam-mesem saat petugas memperingatkan agar anak untuk tidak memakai perhiasan. Karena keselamatan anak menjadi taruhannya. Banyak, orang jahat yang akan mengincar perhiasan yang dipakai anak. “Tidak pakai cincin emas lagi biar aman,” ujar Mbak Sri.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Nemu Uang, Mbak Sri Bingung

Pintu Digedor, Mimpi Pasutri Sultan Ambyar

Tepergok Nuntun Motor, Boscu Ngaku Gila

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/