24 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Karaoke Berujung Penjara

Boscu tidak menduga jika keinginannya happy-happy bersama temannya di karaoke berujung penjara. Karena malam itu, Boscu sengajak mengajak temannya berkaraoke. Mumpung uang banyak. Dia mentraktir temannya nyanyi. Dia juga mengajak Mbak Pur untuk mendampinginya. Agar kuat nyanyi semalaman, Boscu meminum obat kuat. Obat itu dianggapnya sebagai obat pegel melarat. Karena dengan minum obat itu dia bisa tidak mengantuk. Boscu juga bisa joget semalaman tanpa merasa lelah.

Setelah minum obat, Boscu bernyanyi dan berjoget. Dia dan temannya benar-benar happy. Hal itu membuat pengunjung karaoke curiga. Karena Boscu dan temannya tidak terlihat lelah sama sekali. Khawatir Boscu mengonsumsi narkoba, salah satu pengunjung melaporkan Boscu ke polisi.

Baca Juga :  Dukun Gadungan Bawa Kabur Motor Boscu

Mendapat laporan itu, polisi segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Boscu dipantau saat bernyanyi dan berjoget dengan temannya. Boscu yang tidak sadar sedang diawasi polisi, tidak peduli. Dia tetap bernyanyi dengan suara yang sama sekali tidak merdu. Hingga, terlihat Boscu teler.

Kemudian, room Boscu dibuka polisi. Melihat petugas datang, Boscu berusaha tenang. Dia membantah disebut pemakai narkoba. Apalagi, dianggap pengedar narkoba. “Saya itu hanya minum obat pegel melarat saja,” ujar Boscu.

Melihat jawaban Boscu yang ngelantur, polisi segera menggeledah. Dugaan Boscu memakai narkoba akhirnya terbukti. Ternyata, obat pegel melarat yang diminum Boscu adalah dobel L. Puluhan butir pil dobel L sengaja dibawa Boscu saat berkaraoke agar dia kuat bernyanyi dan berjoget.

Baca Juga :  Rela Babak Belur demi Ayam

Mendapat barang bukti itu Boscu langsung digelandang ke Mapolres Nganjuk. Teman Boscu juga ikut dibawa. Karena Boscu dan temannya adalah pemakai narkoba. Kemudian, Boscu dijebloskan ke tahanan.

Di tahanan Boscu terdiam. Keinginan happy-happy di karaoke lenyap. Dia hanya bisa meringkuk di tahanan. Dinginnya jeruji besi terpaksa dinikmati. Padahal, selama hidup, Boscu tak pernah bermimpi masuk penjara. “Saya kapok Pak Polisi. Saya tidak akan minum dobel L lagi,” ujar Boscu menyesali perbuatannya.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

Boscu tidak menduga jika keinginannya happy-happy bersama temannya di karaoke berujung penjara. Karena malam itu, Boscu sengajak mengajak temannya berkaraoke. Mumpung uang banyak. Dia mentraktir temannya nyanyi. Dia juga mengajak Mbak Pur untuk mendampinginya. Agar kuat nyanyi semalaman, Boscu meminum obat kuat. Obat itu dianggapnya sebagai obat pegel melarat. Karena dengan minum obat itu dia bisa tidak mengantuk. Boscu juga bisa joget semalaman tanpa merasa lelah.

Setelah minum obat, Boscu bernyanyi dan berjoget. Dia dan temannya benar-benar happy. Hal itu membuat pengunjung karaoke curiga. Karena Boscu dan temannya tidak terlihat lelah sama sekali. Khawatir Boscu mengonsumsi narkoba, salah satu pengunjung melaporkan Boscu ke polisi.

Baca Juga :  Pacaran di Medsos, Motor Mbak Sri Amblas

Mendapat laporan itu, polisi segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Boscu dipantau saat bernyanyi dan berjoget dengan temannya. Boscu yang tidak sadar sedang diawasi polisi, tidak peduli. Dia tetap bernyanyi dengan suara yang sama sekali tidak merdu. Hingga, terlihat Boscu teler.

Kemudian, room Boscu dibuka polisi. Melihat petugas datang, Boscu berusaha tenang. Dia membantah disebut pemakai narkoba. Apalagi, dianggap pengedar narkoba. “Saya itu hanya minum obat pegel melarat saja,” ujar Boscu.

Melihat jawaban Boscu yang ngelantur, polisi segera menggeledah. Dugaan Boscu memakai narkoba akhirnya terbukti. Ternyata, obat pegel melarat yang diminum Boscu adalah dobel L. Puluhan butir pil dobel L sengaja dibawa Boscu saat berkaraoke agar dia kuat bernyanyi dan berjoget.

Baca Juga :  Tubuh Supriyanto Belum Ditemukan

Mendapat barang bukti itu Boscu langsung digelandang ke Mapolres Nganjuk. Teman Boscu juga ikut dibawa. Karena Boscu dan temannya adalah pemakai narkoba. Kemudian, Boscu dijebloskan ke tahanan.

Di tahanan Boscu terdiam. Keinginan happy-happy di karaoke lenyap. Dia hanya bisa meringkuk di tahanan. Dinginnya jeruji besi terpaksa dinikmati. Padahal, selama hidup, Boscu tak pernah bermimpi masuk penjara. “Saya kapok Pak Polisi. Saya tidak akan minum dobel L lagi,” ujar Boscu menyesali perbuatannya.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/