31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Teler, Boscu Terjatuh dari Motor

Boscu ini suka sekali memakai narkoba. Hampir setiap hari dia memakai narkoba. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, Boscu memilih memakai dobel L. Karena dobel L ini harganya paling murah. Berbeda dengan sabu-sabu (SS) yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per gramnya. “Sing penting teler. Gak papa pakai dobel L,” ujar Boscu.

Agar teler, Boscu tidak mau minum satu atau dua butir. Sekali minum, dia bisa menghabiskan sepuluh butir pil dobel L. Itu pun masih dicampur dengan minuman keras (miras) tak bermerek. Yang tidak diketahui berapa kadar alkoholnya.

Tak ayal, setelah minum dobel L campur miras oplosan, Boscu teler. Bukan Boscu namanya, jika tidak berulah. Dalam kondisi teler, dia tetap mengendarai sepeda motor. Otomatis, laju kendaraan sepeda motor menjadi tidak jelas. Kadang belok ke kanan dan kiri. Akibatnya, pengguna jalan yang lain jadi waswas. Takut ditabrak Boscu. Berulang kali, pengguna jalan mengingatkan Boscu agar hati-hati. Namun, dia tidak menggubris. Boscu tetap saja memacu sepeda motornya hingga ke Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.

Baca Juga :  Boscu Kabur setelah Hajar Mbak Pur 

Saat melintas di daerah itu, Boscu kehilang keseimbangan. Kepalanya pusing tujuh keliling. Apalagi, dia tidak mengendarai sepeda motor sendirian. Namun, Boscu membonceng temannya. Otomatis, beban motornya menjadi lebih berat. Akibatnya, Boscu  terjatuh. Bruakkk…..!.

Melihat Boscu terjatuh, warga tidak langsung menolong. Mereka curiga Boscu terjatuh karena teler. Sehingga, warga menghubungi polisi. Beberapa menit kemudian, polisi datang.

Boscu diinterogasi. Namun, jawaban Boscu ngelantur. Maklum, dia sedang teler. Bahkan, dia juga mengaku baru saja memakai dobel L dicampur miras. Di saku celana Boscu ternyata masih ada sisa dobel L.

Setelah ditolong, Boscu dan temannya digelandang ke Mapolsek Warujayeng. Puluhan butir pil dobel L dan sepeda motor dijadikan barang bukti (BB). Boscu dan temannya langsung dijebloskan ke tahanan  Mapolsek Warujayeng.

Baca Juga :  PUPR Berencana Lakukan Perbaikan Jalan Semen-Mojo Tahun Ini

Saat meringkuk di tahanan, Boscu mulai sadar. Kemudian, Boscu menangis. Karena jeruji besi di mapolsek sangat dingin. Boscu menggigil. “Kapok saya pakai dobel L. Ampun,” ujarnya.






Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

Boscu ini suka sekali memakai narkoba. Hampir setiap hari dia memakai narkoba. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, Boscu memilih memakai dobel L. Karena dobel L ini harganya paling murah. Berbeda dengan sabu-sabu (SS) yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per gramnya. “Sing penting teler. Gak papa pakai dobel L,” ujar Boscu.

Agar teler, Boscu tidak mau minum satu atau dua butir. Sekali minum, dia bisa menghabiskan sepuluh butir pil dobel L. Itu pun masih dicampur dengan minuman keras (miras) tak bermerek. Yang tidak diketahui berapa kadar alkoholnya.

Tak ayal, setelah minum dobel L campur miras oplosan, Boscu teler. Bukan Boscu namanya, jika tidak berulah. Dalam kondisi teler, dia tetap mengendarai sepeda motor. Otomatis, laju kendaraan sepeda motor menjadi tidak jelas. Kadang belok ke kanan dan kiri. Akibatnya, pengguna jalan yang lain jadi waswas. Takut ditabrak Boscu. Berulang kali, pengguna jalan mengingatkan Boscu agar hati-hati. Namun, dia tidak menggubris. Boscu tetap saja memacu sepeda motornya hingga ke Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.

Baca Juga :  Semalam Burung Boscu Hilang

Saat melintas di daerah itu, Boscu kehilang keseimbangan. Kepalanya pusing tujuh keliling. Apalagi, dia tidak mengendarai sepeda motor sendirian. Namun, Boscu membonceng temannya. Otomatis, beban motornya menjadi lebih berat. Akibatnya, Boscu  terjatuh. Bruakkk…..!.

Melihat Boscu terjatuh, warga tidak langsung menolong. Mereka curiga Boscu terjatuh karena teler. Sehingga, warga menghubungi polisi. Beberapa menit kemudian, polisi datang.

Boscu diinterogasi. Namun, jawaban Boscu ngelantur. Maklum, dia sedang teler. Bahkan, dia juga mengaku baru saja memakai dobel L dicampur miras. Di saku celana Boscu ternyata masih ada sisa dobel L.

Setelah ditolong, Boscu dan temannya digelandang ke Mapolsek Warujayeng. Puluhan butir pil dobel L dan sepeda motor dijadikan barang bukti (BB). Boscu dan temannya langsung dijebloskan ke tahanan  Mapolsek Warujayeng.

Baca Juga :  Lumpur Bikin Boscu Masuk Penjara

Saat meringkuk di tahanan, Boscu mulai sadar. Kemudian, Boscu menangis. Karena jeruji besi di mapolsek sangat dingin. Boscu menggigil. “Kapok saya pakai dobel L. Ampun,” ujarnya.






Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/