31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Narkoba di Anus Pengedar

Boscu sungguh keterlaluan. Dia menjadi pengedar narkoba di Kota Angin. Namun, cara mengedarkan narkoba terbilang menjijikan. Setiap akan transaksi narkoba, dia menyembunyikan barang haram itu di bagian yang tidak pantas. Yaitu, anus. “Paling aman itu anus,” katanya.

Beruntung, pembeli narkoba tidak mengetahuinya. Karena jika tahu,  bisa saja mereka akan muntah-muntah sebelum menggunakan narkoba. Sehingga, dampak narkoba yang ditimbulkan bisa lebih parah.

Aksi Boscu ini sempat berhasil mengelabui petugas yang akan menangkapnya. Saat ada razia, Boscu berhasil lepas.

Beruntung, polisi tidak mau menyerah. Karena polisi sudah mendapatkan informasi jika Boscu adalah pengedar narkoba. Sehingga, gerak-gerik Boscu diawasi. Saat ada laporan, Boscu akan transaksi narkoba di toko modern, petugas segera mengintainya.

Baca Juga :  Satpol PP Segel Lima Bangunan Ruko

Polisi melihat Boscu membawa narkoba. Saat masuk ke toko modern, polisi meringkus Boscu. Seperti biasa, Boscu mengelak disebut pemakai. Apalagi, dianggap pengedar. Dia juga ogah. “Mana narkobanya,” tanya Boscu.

Penggeledahan dilakukan. Saku baju dirogoh. Saku celana, diobok-obok. Tetap tidak ditemukan narkoba. Tapi, polisi yakin Boscu menyembunyikan narkoba. Akhirnya, Boscu diperiksa seluruh tubuhnya. Hasilnya, polisi menemukan narkiba di anusnya. Biyuh-Biyuh.

Keringat dingin Boscu bercucuran. Karena sebelumnya, dia sudah menahan sakit perut karena narkoba itu. Boscu juga menjadi ketakutan karena dia akan masuk penjara. Seketika, Boscu menangis meminta ampun polisi. “Ampun Pak Polisi saya tidak mau masuk penjara,” rengek Boscu.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Boscu tetap digelandang menuju tahanan Mapolres Nganjuk. Dia dijebloskan ke tahanan. “Saya kapok,” ujar Boscu memelas.

Baca Juga :  Boscu Kabur setelah Hajar Mbak Pur 





Reporter: Karen Wibi
- Advertisement -

Boscu sungguh keterlaluan. Dia menjadi pengedar narkoba di Kota Angin. Namun, cara mengedarkan narkoba terbilang menjijikan. Setiap akan transaksi narkoba, dia menyembunyikan barang haram itu di bagian yang tidak pantas. Yaitu, anus. “Paling aman itu anus,” katanya.

Beruntung, pembeli narkoba tidak mengetahuinya. Karena jika tahu,  bisa saja mereka akan muntah-muntah sebelum menggunakan narkoba. Sehingga, dampak narkoba yang ditimbulkan bisa lebih parah.

Aksi Boscu ini sempat berhasil mengelabui petugas yang akan menangkapnya. Saat ada razia, Boscu berhasil lepas.

Beruntung, polisi tidak mau menyerah. Karena polisi sudah mendapatkan informasi jika Boscu adalah pengedar narkoba. Sehingga, gerak-gerik Boscu diawasi. Saat ada laporan, Boscu akan transaksi narkoba di toko modern, petugas segera mengintainya.

Baca Juga :  Boscu Kabur setelah Hajar Mbak Pur 

Polisi melihat Boscu membawa narkoba. Saat masuk ke toko modern, polisi meringkus Boscu. Seperti biasa, Boscu mengelak disebut pemakai. Apalagi, dianggap pengedar. Dia juga ogah. “Mana narkobanya,” tanya Boscu.

Penggeledahan dilakukan. Saku baju dirogoh. Saku celana, diobok-obok. Tetap tidak ditemukan narkoba. Tapi, polisi yakin Boscu menyembunyikan narkoba. Akhirnya, Boscu diperiksa seluruh tubuhnya. Hasilnya, polisi menemukan narkiba di anusnya. Biyuh-Biyuh.

Keringat dingin Boscu bercucuran. Karena sebelumnya, dia sudah menahan sakit perut karena narkoba itu. Boscu juga menjadi ketakutan karena dia akan masuk penjara. Seketika, Boscu menangis meminta ampun polisi. “Ampun Pak Polisi saya tidak mau masuk penjara,” rengek Boscu.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Boscu tetap digelandang menuju tahanan Mapolres Nganjuk. Dia dijebloskan ke tahanan. “Saya kapok,” ujar Boscu memelas.

Baca Juga :  Teler, Boscu Terjatuh dari Motor





Reporter: Karen Wibi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/