Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Show Case
icon featured
Show Case
Peh

Bila Cinta Melekat, Vasektomi Pun Nikmat

25 Oktober 2021, 11: 35: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Bila Cinta Melekat, Vasektomi Pun Nikmat

Cinta (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this      

Bila cinta sudah melekat, tahi kucing pun rasa cokelat. Bagi generasi yang hidup era 90-an, mungkin hapal dengan lirik lagu milik penyanyi Gombloh itu. Dan, sepertinya, lirik itu cocok diterapkan di zaman mana saja. Mulai zaman batu hingga zaman milenial seperti sekarang. Bila tak percaya, coba tanya Sudrun kita kali ini, pasti jawabannya ya..ya…ya….

Alkisah, Sudrun yang berumah di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini awalnya sudah mulai luntur cintanya pada Mbok Ndewor, istrinya. Penyebabnya sangat prinsip. Sikap keduanya sulit dipadukan lagi. Terutama soal anak. Ketika Sudrun pingin nambah momongan, Mbok Ndewor justru sebaliknya, enggan punya anak lagi.

Sebenarnya, wajar saja Sudrun ngebet ingin punya momongan. Lima belas tahun omah-omah dengan Mbok Ndewor mereka baru dikarunia satu anak. Nah, ketika putra pertamanya mulai beranjak dewasa, Sudrun kangen nggendong anak lagi.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Rangkul GP Ansor

Bila Cinta Melekat, Vasektomi Pun Nikmat

(ILUSTRASI: Afrizal - radar kediri)

Sayang, keinginan Sudrun ibarat bertepuk sebelah kaki, eh, tangan. Mbok Ndewor tak pernah punya hasrat meteng maneh. “Setelah melahirkan anak pertama, istri saya tak mau hamil lagi,” keluh Sudrun.

Polah Mbok Ndewor agar tak punya anak pun tergolong keterlaluan. Memang, dia masih melayani keinginan Sudrun untuk berho-ho-hi-he. Namun, setiap kali tamu bulannya mulai telat menyapa, Mbok Ndewor pilih meminum obat agar sang bulan kembali datang. Baik itu obat farmasi maupun jamu tradisional.

Bila ndak bisa juga, dan ketika tanda merah dua muncul di papan test pack-nya, Mbok Ndewor kian nekat. Dia memilih mendatangi dukun sampai dokter. Hanya untuk menggugurkan si calon jabang bayi.

Puncaknya, yang bikin Sudrun benar-benar memuncak kemarahannya, Mbok Ndewor tiba-tiba melakukan KB steril alias tubektomi. Harapannya bisa pingin anak pun menjadi benar-benar kandas.  

Sebenarnya, kenapa sih Mbok Ndewor emoh punya momongan lagi? Awalnya sih, ini versi Sudrun, istrinya itu trauma dengan proses melahirkan. Istilahnya, penak nggawene ora kepenak ngetokne. Karena itu dia tak ingin buru-buru hamil lagi setelah persalinan pertama.

Lalu, ketika sudah agak lama, Mbok Ndewor tetap enggan hamil.  Kali ini alasannya sibuk kerja. Memang, saat itu ekonomi pasangan ini masih morat-marit. Bila siang hari sang anak sampai harus dititipkan di rumah orang tua Mbok Ndewor di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri karena ditinggal kerja dua orang tuanya.

Nah, ketika ekonomi mulai mapan, Sudrun minta istrinya hamil lagi. Kali ini alasannya sangat klasik, usia sudah mulai senja. Jawaban Mbok Ndewor itu yang membuat darah Sudrun naik hingga ubun-ubun.

“Berkali-kali saya bertengkar dengan istri, capek sudah,” aku guru SMP ini.

Hingga, Sudrun akhirnya ambil langkah ekstrem. Dia pun mulai suka jajan di luar. Juga berselingkuh dengan koleganya. Tak hanya satu, tapi bisa lebih dari itu. Di usia yang sudah 40 tahun ternyata hasrat dan stamina Sudrun kian top markotop saja.

Di sisi lain, kemarahannya pada Mbok Ndewor kian menjadi. Dia pun mengajukan talak ke pengadilan agama. Apalagi ada satu selingkuhannya yang pingin menjalin hubungan lebih intim  lagi, lebih serius. Mau diajak ke jenjang perkawinan.

Ternyata, proses cerai itu tak semudah bayangan Sudrun yang sudah ngebet pingin nikah lagi. Berbelit dan harus melalui beberapa kali mediasi. Nah, saat kembali bertemu dalam proses itu, benih cinta lama Sudrun kepada Mbok Ndewor bersemi lagi. Bahkan semakin menggila. Dia seperti tergila-gila dengan istri yang hendak dia cerai itu. Apalagi di pengadilan agama Mbok Ndewor sampai menegaskan janji tak akan nikah lagi setelah bercerai dengan Sudrun.

“Saya mulai kasihan dan simpati lagi. Apalagi dia menyerahkan dan mengatasnamakan hartanya kepada anak kami,” aku Sudrun.

Nah, di sinilah istilah bila cinta sudah melekat semua terasa nikmat menemui buktinya. Sudrun yang dulu marah-marah ketika Mbok Ndewor tubektomi kini sebaliknya, dia berjanji akan vasektomi. Memotong urat kemaluan eh, menutup saluran spermanya.

 “Kalau istri emoh punya anak lagi, saya juga tidak menyalurkan ke wanita lainnya,” terang guru olahraga ini saat menarik berkas talak cerainya di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Kenapa pilih vasektomi untuk menunjukkan bukti cintanya pada Mbok Ndewor? “Saya berharap gairah saya ikutan menurun, agar tidak nakal dan jajan lagi,” aku Sudrun.  Ah, dasar cinta sudah melekat. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia