Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Santri Siaga Jiwa Raga

22 Oktober 2021, 11: 40: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Santri Siaga Jiwa Raga

Dr M. Ali Anwar (Radar Kediri)

Share this      

Oleh: Dr M. Ali Anwar

Hari Santri, kita peringati setiap tanggal 22 Oktober. Hari di mana para santri diajak untuk mengenang bagaimana saat itu, para santri melakukan perlawanan kepada penjajah di Surabaya. Peringatan sejak penetapan Hari Santri oleh Presiden RI melalui Kepres No 22/2015. Tahun ini adalah tahun keenam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dengan tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’.

Arti Santri Siaga Jiwa Raga, sebagaimana pidato Menteri Agama RI, adalah sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Santri Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Baca juga: Marketing and Imagination

Masih sebagaimana pidato Menteri Agama RI, Siaga jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin, serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

Jadi, siaga jiwa raga menjadi sangat penting di era pandemi Covid-19 sekarang ini. Dimana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama.

Mari sebagai santri, untuk terus mengenang para pejuang kemerdekaan, terutama para santri yang telah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui seruan resolusi jihad yang dipimpin oleh Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Semua santri dari berbagai penjuru, terutama Jawa, telah ikut andil dan berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajahan.

Dalam perjalannya, santri selalu ikut merawat keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai bentuk komitmen menjaga nasionalisme, menuju kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama dalam wadah Negara kesatuan Negara republik Indonesia (NKRI). Selamat Hari Santri Nasional. Santri selalu berada di garda depan dalam menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. (Penulis adalah Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk).

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia