Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom
Marketing On Wednesday #12

-- Vivo --

By Kurniawan Muhammad

17 November 2021, 06: 45: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

-- Vivo --

Kurniawan Muhammad, Presiden Chapter IMA (Indonesia Marketing Association).

Share this      

Ternyata merek smartphone yang berhasil menempati posisi pertama di Indonesia adalah Vivo. Hal ini mengacu laporan terbaru firma riset pasar Canalys untuk Top Smartphone Vendors pada kuartal-III (Q3) 2021.  

Mungkin di antara Anda ada yang kaget. Sebab, pada kuartal sebelumnya, Vivo berada di urutan ke-5 dengan market share 12 persen. Kini di Q3 menyalib menjadi nomor satu, dengan market share 23 persen. Peringkat kedua diduduki Oppo dengan market share 22 persen. Selanjutnya berturut-turut Samsung (18 persen), Xiaomi (16 persen) dan Realme (13 persen). 

Apa yang membuat Vivo berhasil merajai pasar smartphone di Indonesia? Menurut saya karena strategi yang dilakukan oleh Vivo, dan keunggulan-keunggulan yang dipunyai oleh Vivo  linier dengan konsep-konsep utama yang digunakan dalam marketing. Di antaranya: positioning, segmentasi, kebutuhan, keinginan, jalur pemasaran, rantai distribusi, serta nilai dan kepuasan. 

Baca juga: From Facebook with Meta

Dari sisi segmentasi dan positioning, Vivo bermain di kelas menengah ke bawah. Ini ditunjukkan dengan bagaimana konsistennya Vivo dalam membuat produk-produknya yang hampir tidak ada yang harganya di atas Rp 5 juta. Dengan demikian, konsumen bisa dengan mudah memilikinya.

Dari sisi kebutuhan dan keinginan, Vivo cukup jeli dalam memotret dan memetakan apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan oleh konsumennya. Ketika Vivo mengincar generasi milenial sebagai target terbesarnya, Vivo harus tahu apa yang paling disukai oleh generasi milenial. Generasi milenial cenderung suka untuk mendokumentasikan berbagai aktivitasnya. Maka, Vivo pun bikin fitur kamera, dimana sistem dan lensa kamera dari Vivo tak bisa diremehkan. Bahkan, salah satu tagline Vivo adalah foto.

Generasi milenial juga cenderung suka mendengarkan musik. Maka, Vivo mengedepankan pengalaman bermusik. Yakni dengan memberikan hardware di smartphone-nya demi mendukung pengalaman lebih dalam mendengarkan musik.  Teknologi hi-fi disertakan dalam setiap perangkatnya. 

Dari sisi jalur pemasaran dan rantai distribusi, Vivo termasuk punya keunggulan. Yakni dengan keberadaan gerainya yang mudah ditemui.  Dan konsep dari gerai Vivo tak hanya menjual produk. Tapi juga dilengkapi dengan service center. Hingga kini, Vivo telah memiliki lebih dari 110 sarana service center yang tersebar di seluruh Indonesia dari Banda Aceh hingga Sorong, Papua Barat. 

Sedangkan dari sisi nilai dan kepuasan, Vivo ingin produk-produknya punya nilai sehingga memuaskan konsumen-konsumennya. Caranya, dengan memperkaya fitur-fitur di dalam produknya yang sarat akan teknologi baru. Di antaranya pop-up camera (kamera tersembunyi) dan teknologi under display fingerprint. Teknologi ini memungkinkan pengguna membuka smartphone melalui satu sentuhan sidik jari, langsung pada layar smartphone. Vivo juga punya teknologi dual engine fast charging. Inovasi ini memungkinkan setiap smartphone-nya dapat diisi penuh dalam waktu singkat.

Selain itu, secara desain, Vivo cukup menawan. Ditambah lagi varian dari Vivo yang cukup banyak. Menyesuaikan dengan keinginan konsumen. Mulai dari konsumen yang suka nge-game (gamer), berfoto-foto, hingga hobi mendengarkan musik. 

Jadi, sebuah produk semakin mampu menerapkan konsep-konsep utama dalam marketing, maka produk itu akan semakin sukses. Dan ini cukup berhasil dilakukan oleh Vivo, sehingga saat ini menjadi merek smartphone dengan market share tertinggi di Indonesia. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia