Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom
Marketing On Wednesday #16

Kepala Daerah = Marketer

By Kurniawan Muhammad

15 Desember 2021, 07: 05: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Kepala Daerah = Marketer

Kurniawan Muhammad, Presiden Chapter Indonesia Marketing Association

Share this      

Berita Terkait

Dari pengalaman mengunjungi dan bertugas di sejumlah daerah, saya bisa membagi kepala daerah menjadi dua: Kepala daerah yang marketer dan yang bukan marketer. 

Menurut Philip Kotler, ada lima proses utama dalam marketing. Pertama, mengidentifikasi peluang. Kedua, mengembangkan produk baru. Ketiga, menarik customer. Keempat, mempertahankan customer dan membangun loyalitas. Kelima, memenuhi pesanan. 

Seorang kepala daerah yang marketer, road-mapnya adalah menjalankan dengan sukses kelima proses utama dalam marketing itu. 

Baca juga: - Asumsi -

Pertama, mengidentifikasi peluang. Kepala daerah harus mampu melihat dan memetakan potensi yang ada di daerahnya. Baik itu potensi di bidang barang atau pun jasa. Misalnya, potensi pertaniannya, industrinya, hingga potensi pariwisatanya.  

Kedua, mengembangkan produk baru. Jika hal ini diterapkan dalam konteks pemerintahan, kepala daerah yang marketer harus mampu membuat program kerja baru atau kebijakan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya, berbasis pada hasil identifikasi dan pemetaan tadi. Yang jelas, program kerjanya harus lebih baik dari program-program kerja sebelumnya. Harus lebih tepat sasaran. Harus tangible. Dan harus bisa dirasakan secara langsung kemanfaatannya oleh masyarakat. 

Ketiga, menarik customer. Kepala daerah yang berjiwa marketer, selalu ingin agar daerahnya menjadi magnet bagi orang lain. Selalu berpikir, bagaimana caranya agar investor sebanyak-banyaknya berinvestasi ke daerahnya. Selalu berpikir, bagaimana caranya agar semakin banyak pengunjung yang berkunjung ke daerahnya. Sehingga, dia akan selalu berpikir, apa yang bisa saya tawarkan kepada investor. Apa yang bisa saya “jual” sebagai potensi wisata, agar semakin banyak wisatawan yang datang ke daerah saya. 

Keempat, mempertahankan customer dan membangun loyalitasnya. Daerah seperti Bali, misalnya, sudah tak perlu lagi dipasarkan potensi wisatanya. Karena loyalitas customer-nya sudah terbentuk. Nah, kepala daerah yang berjiwa marketer, akan selalu berpikir, bagaimana caranya agar daerahnya bisa seperti Bali. Dijadikan sebagai destinasi favorit untuk dikunjungi. Karena punya daya tarik yang kuat. 

Kelima, memenuhi pesanan. Ada singkatan cukup populer yang menyatakan siap untuk menjual apa saja, siap untuk melaksanakan apa saja yang dibutuhkan. Yakni: Palugada. aPA yang LU mau, GuA aDA. Kepala daerah yang marketer, akan selalu berupaya agar daerahnya mampu menjadi daerah yang “multitasking”. Mampu memenuhi segala permintaan dan kebutuhan. Sesuai pesanan. Sesuai kebutuhan. Mulai kebutuhan untuk berinvestasi. Kebutuhan untuk mendapatkan proses perijinan yang tepat dan cepat. Kebutuhan untuk mengunjungi dan menikmati tempat-tempat wisata. Dan lain-lain. Jadi, kepala daerah yang marketer, akan menjadikan target-target untuk dipenuhi itu sebagai sebuah tantangan untuk ditaklukkan. 

Salah satu kepala daerah yang berjiwa marketer, adalah Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dua periode (2010 – 2015 dan 2015 – 2020). Di tangannya, Banyuwangi disulap menjadi daerah yang mengesankan. Dari daerah yang saat itu banyak dicibir dan diremehkan, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Bahkan di Indonesia. Hotel-hotel bintang lima pun berdiri di sana. Kini juga punya bandara internasional. 

Sayangnya, kepala daerah yang bukan marketer, jauh lebih banyak jumlahnya. Terkadang, ada kepala daerah yang tidak tahu harus berbuat apa di daerahnya. Ketika membuat kebijakan, sering tidak tepat sasaran. Ironisnya, malah terlibat kasus korupsi. Nah, coba lihat dan amati kepala daerah yang ada di daerah Anda masing-masing. Apakah punya jiwa marketer atau tidak? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia