Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Peh

Gugat Cerai karena ‘Bau Terasi’

14 Oktober 2021, 10: 38: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Gugat Cerai karena ‘Bau Terasi’

Share this      

Kebersihan pangkal kesehatan. Semua pasti sepakat. Namun, sebenarnya, ada lagi fungsi kebersihan. Yaitu bisa menjaga keutuhan rumah tangga. Tak percaya? Simak kisah hidup Sudrun kita kali ini. Mahligai rumah tangganya hancur berantakan gara-gara tak bisa menjaga kebersihan alias jarang mandi!

Kisah tak lazim ini berawal ketika Mbok Ndewor dijodohkan dengan Sudrun lima tahun silam. Selulus dari sekolah, dia memang tak ada kegiatan. Kalau istilah tempo dulu, DRS, di rumah saja. Alasan itulah yang membuat keluarganya mencarikan jodoh. Berburu pendamping hidup agar ada yang menafkahi Mbok Ndewor.

Waktu orang tuanya memilih Sudrun sebagai calon suaminya, Mbok Ndewor manut ae. Dia tak bisa menolak meskipun belum mengenalnya sama sekali. Jadi, meskipun dia belum mengetahui bobot, bibit, dan bebet si Sudrun, kepalanya mengangguk saja ketika lelaki itu disodorkan. Yang jadi nilai plus Sudrun di mata Mbok Ndewor adalah dia sudah bekerja dan memang mencari pendamping hidup.

Baca juga: Terjatuh saat Bekerja, Kuli Bangunan Asal Gampengrejo Tewas

Gugat Cerai karena ‘Bau Terasi’

Peh (Logo: Afrizal - Radar Kediri)

Singkat kisah, menikahlah pasangan yang dijodohkan ini. Mbok Ndewor pun diboyong ke rumah orang tua Sudrun, di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Nah, di sinilah benih-benih ketidaksukaan Mbok Ndewor pada suaminya itu tumbuh.

Sebagai seorang perempuan, Mbok Ndewor merasa suaminya itu kurang bisa menjaga diri. Terutama pada hal-hal yang terkait dengan kebersihan. Badannya bau, kalau ada baju kotor ditaruh sembarangan.

“Pokoknya gak bisa bersihan,” keluh Mbok Ndewor yang sudah punya anak satu ini.

Awalnya dia mengira memang laki-laki seperti itu. Namun, lama-lama Mbok Ndewor merasa ada yang salah dengan kebiasaan suaminya. Makin hari aroma tubuh Sudrun benar-benar menyesakkan hidung. Badan suaminya itu seperti mengeluarkan bau terasi.

Sebagai seorang pekerja pabrik, Sudrun memang banyak bekerja bermodal fisik. Itu membuat keringat yang dikeluarkan juga sak abrek. Kulitnya pun terlihat legam dan kucel.

Repotnya, Sudrun punya sifat buruk, jarang mandi! “Memang sih kalau pagi masih mandi. Tapi muleh kerja kan keringeten dan mambu dia gak gelem adus. Jadi, aku sing ngelu ngambu bau badannya,” sungut Mbok Ndewor.

Tak cukup sampai di situ kebiasaan jelek Sudrun. Kala libur, dia hanya berkutat di kamar dan tetap tak mau mandi. Padahal Mbok Ndewor merasa sudah ribuan kali meminta agar suaminya itu  mengubah sifatnya. Menjadi lebih menjaga kebersihan. Toh, upaya itu tak mendapat hasil sama sekali. Sudrun tetap setia dengan tabiatnya yang menimbulkan aroma terasi itu.

Belum lagi Mbok Ndewor harus tebal muka dan mbudeg bila mendengar rasan-rasan tetangga. Yang menyebut keringat Sudrun benar-benar bau terasi.

“Tapi ya gitu, Fendik cuek saja. Katanya gak ngurus omongan orang,” ucap Mbok Ndewor menirukan perkataan suaminya setiap kali diperingatkan.

Lama-lama, Mbok Ndewor tak kuasa juga membendung kekesalan hati. Apalagi ada tambahan sifat Sudrun yang juga tak menyenangkan. Dia sering berlaku sewenang-wenang. Seenak udelnya dalam memberi jatah belanja. Pertengkaran pun mulai terjadi.

Puncaknya adalah ketika Mbok Ndewor muntab. Dia sudah tak betah lagi bersanding dengan orang yang baunya seperti Sudrun. Minggat pun jadi pilihan. Mbok Ndewor balik ke rumah orang tuanya.

“Sempat disuruh balik oleh mertua, karena mereka kangen cucu satu-satunya. Tapi, Sudrun malah cuek ketika saya minggat,” kata Mbok Ndewor.

Akhir cerita, Mbok Ndewor pun membawa permasalahan bau badan ini ke lembaga resmi milik pemerintah, ke pengadilan agama (PA). Mengajukan gugatan cerai. Dengan membawa seember keringat, eh, segepok berkas, dia sudah memantapkan tekad mengakhiri biduk rumah tangganya. (*)

(rk/die/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia