Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom
Peh

Sudrun Polah, Sudrun Kepradah

13 Oktober 2021, 15: 16: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Sudrun Polah, Sudrun Kepradah

Share this      

Batas sabar Mbok Ndewor kita kali ini benar-benar habis. Tuntas…tas! Wanita asal Kecamatan Kota, Kota Kediri ini tak kuat lagi menerima perlakuan suaminya, Sudrun. Bagi Mbok Ndewor, tingkah-polah lelakinya itu sudah tak bisa ditoleransi lagi. Sudah keterlaluan.

Sudrun memang punya tabiat yang tak bisa ditiru sama sekali. Lelaki 49 tahun ini ibaratnya gampang kathut (maaf) bokonge wong wedhok. Alias mata keranjang. Padahal, sebagai istri Mbok Ndewor sudah berusaha keras meladeni suaminya itu. Eh, ternyata, masih tetap kurang juga di mata Sudrun.

Yang paling membuat Mbok Ndewor ngelus dada, sikap mata keranjang itu juga dilakukan di tempat kerja. Selama ini mereka memang punya usaha sablon dengan beberapa karyawan. Nah, kepada para karyawannya itulah Sudrun sering bertindak tak senonoh.

Baca juga: Rumah Kurasi

Sudrun Polah, Sudrun Kepradah

“Ada empat orang karyawan saya yang dilecehkan,” ucap Mbok Ndewor, di Pengadilan Agama Kota Kediri.

Pelecehan yang dilakukan Sudrun itu tak sebatas ucapan saja. Berkali-kali dia melakukan secara fisik. Yang menyakitkan, ada salah seorang karyawannya yang justru jadi selingkuhan sang suami.

Lebih menyakitkan lagi, Sudrun seperti ra duwe isin dalam melakukannya. Dia mempraktikkan seni berselingkuh yang kasar dan kotor. Menurut Mbok Ndewor, Sudrun sering mengajak selingkuhannya begituan di kamar pribadinya, kamar yang seharusnya jadi tempat bermesraan dia dan suaminya.  

Kegilaan Sudrun tak cukup sampai di situ saja. Dia juga sering menggunakan kamar anak sulungnya untuk mempraktikkan pilem panas yang rutin dia lakukan. Tentu, adegan terlarang itu dilakukan bersama sang selingkuhan.

Dan, amit-amit jabang bayi, setiap  melakukan itu pintu kamar tak pernah ditutup sempurna. Akhirnya, adegan triple x yang kalau di bioskop tak lolos sensor itu bisa dilihat dari celah pintu. 

Memang, ibarat wong gendheng, kegilaan Sudrun benar-benar paripurna. Selain suka berselingkuh dan ‘bermain’ di rumah sendiri, dia juga hobi mabuk-mabukan. Plus, suka sekali menyaksikan film porno. Bahkan, dua hal itu-mabuk dan nonton film bokep-menjadi pemicu kegilaan yang lain. Suka menganiaya sang istri alias melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

"Ketika sedang mabuk, dia suka menonton film porno dan melakukan pelecehan," aku Mbok Ndewor.

Meskipun kelakuan Sudrun benar-benar kelewat batas, selama ini Mbok Ndewor masih berusaha nguat-nguatno ati. Apalagi, meskipun menjalankan bisnis, pengelolaan keuangan tetap pada diri Sudrun. Karena itulah dia berusaha bertahan sambil berharap tabungannya bisa terkumpul agar segera mandiri.

Namun, sekuat-kuatnya dia bertahan akhirnya jebol juga. Mbok Ndewor tak kuat lagi melihat polah sang suami yang kian menjadi. Gugatan cerai pun jadi senjata pamungkas ibu dua anak ini.

Untung baginya, pengadilan agama mengabulkan gugatannya itu. Mbok Ndewor pun lega. Kini dia memilih pulang ke rumah orang tuanya. Meninggalkan Sudrun tetap dengan kegilaannya. Ibaratnya, Sudrun polah (bertingkah) Sudrun pula yang kepradah (menanggung akibatnya). (ara/fud)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia