Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom
Peh

Cinta Sudrun Setipis Lembar Rupiah

11 Oktober 2021, 10: 44: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Cinta Sudrun Setipis Lembar Rupiah

Share this      

Sebagai seorang wanita, Mbok Ndewor terbilang sempurna. Bodinya semlohai- semok, loha-loha, dan aduhai. Otaknya pun encer. Buktinya dia bisa mencapai karir bagus di salah satu bank swasta ternama.

Tak heran bila Sudrun benar-benar kepincut. Jatuh cinta sekonyong-konyong koder. Tak hanya cinta setengah hidup, eh, setengah mati, dia sangat membanggakan sang istri.

“Ini lho istri saya,” tunjuk Sudrun ke setiap teman ngobrolnya. Memperlihatkan foto wanita cantik berpakaian blus ketat warna abu-abu dan rok di atas lutut warna merah.

Baca juga: Mau Menipu Malah Tertipu

Cinta Sudrun Setipis Lembar Rupiah

Ibaratnya, Mbok Ndewor adalah jimat bagi Sudrun. Di manapun dan kapan pun, lelaki yang juga punya posisi tinggi di tempat kerjanya ini, tak pernah lupa untuk membanggakan sang istri.

Tapi, itu dulu. Sebelum Mbok Ndewor melahirkan anak pertamanya. Setelah sang istri lahiran, eh, sikap Sudrun berubah 180 derajat. Sampai-sampai, tega menceraikan istrinya itu.

Lho, apakah bodi Mbok Ndewor sudah tak aduhai lagi? Sudah gembrot?  Lemu ginuk-ginuk? Ndak juga. Bodi Mbok Ndewor tetap oke. Tetap bisa membuat pandangan mata lelaki tak berkedip.

Lalu, apa sebabnya Sudrun tega melayangkan talak? Usut punya usut, pria asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ini tega melepas jabatan suami karena sang istri memilih resign dari tempatnya bekerja. Memilih fokus merawat anak pertamanya.

Lho?! “Padahal orang tua saya sudah sepakat untuk merawat anak kami. Supaya dia bisa full kerja. Tapi istri saya tetap ngeyel berhenti kerja,” ucap Sudrun kesal pada keputusan Mbok Ndewor.

Ternyata, selama ini Sudrun sangat bergantung pada sang istri dalam soal ekonomi. Sebagai wanita karir, Mbok Ndewor sangat mandiri. Dia bahkan menyisihkan gajinya untuk Sudrun dan keluarganya.

Nah, ketika mendapati kenyataan sumber uangnya berhenti bekerja membuat Sudrun dan keluarganya kesal. Mereka tak lagi bisa membanggakan pekerjaan Mbok Ndewor.

Setelah keputusan itu biduk keluarga Sudrun pun mulai goyang. Pertengkaran demi pertengkaran tak bisa dihindari. Awalnya kecil, lama-lama jadi padu hebat.

 “Mulai dari pertengkaran kecil, kalau tiap hari muncul, akhirnya pun bisa membesar. Terjadinya juga sewaktu-waktu. Bisa kapan saja dan tidak ada hentinya,” sungut Sudrun, sambil duduk di ruang tunggu KTSP Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Nah, kini tinggal Mbok Ndewor yang sewot. Getun dengan sikap sang suami. Sambil menggerutu, dasar lelaki, cintanya tipis, setipis kertas rupiah.(ica/fud)

(rk/die/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia