Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Konsep, Nilai Moral dan Norma dalam Materi PKn

Oleh: Tharaa Dhea Ayu Oceania

10 Mei 2022, 11: 41: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Konsep, Nilai Moral dan Norma dalam Materi PKn

Share this      

Pendidikan PKn ini dimulai tahun 1957 yang dikenal dengan istilah civis. Pendidikan ini sangat penting diterapkan dalam dunia pendidikan baik di jenjang sekolah dasar, senengah atas sampai perguruan tinggi. Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat strategis dalam mempersiapkan warga negara yang cerdas dan tanggung jawab.

       Konsep PKn adalah aspek pendidikan politik yang fokus materinya adalah peran serta warga negara dalam kehidupan bernegara yang kesemuanya itu diproses dalam rangka untuk membina peran yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan dan dibanggakan oleh seluruh bangsa dan negara. Tujuan mempelajari konsep dasar PKn ini adalah agar menguasai dan memahami berbagai  masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Anomali Kepuasan Pelanggan 

Pengertian nilai adalah harga, makna, isi dan peran semangat atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep dan teori sehingga bermakna secara fungsional untuk mengarahkan, mengendalikan dan menentukan kelakuan seseorang ( Djahiri : 1990).

Nilai- nilai yang terkandung dalam Pkn ini adalah mengajarkan nilai Pancasila yang diterapakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kita dapat mengenal dan mengetahui banyak hal tentang tentang negara kita.  Tidak hanya itu, nilai yang ada dalam pendidikan kewarganegaraan mencakup  religiusitas, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, kepedulian, demokratis, nasiolanisme. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika Pancasila mendapat predikat sebagai jiwa bangsa. Nilai Pancasila yang digali dari bumi Indonesia sendiri merupakan pandangan hidup/panutan hidup bangsa indonesia. Denga demikian nilai Pancasila secara individu hendaknya dimaknai sebagai cermin perilaku hidup sehari-hari. Contoh nilai pada keluarga adalah gotong royong. Oleh karena itu, gotong royong seperti yang dicontohkan tadi adalah perilaku yang menunjukkan adanya rasa saling membantu sesama dalam melakukan sesuatu yang bisa dikerjakan secara bersama-sama sebagi perwujudan dari rasa solidaritas, yang memiliki makna kebersamaan dalam kegiatan gotong royong.

Berdasarkan dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu perbuatan kebaikan yang terdapat dalam berbagai hal yang dianggap sebagai sesuatu yang berharga, berguna dan memiliki manfaat.

Dalam pembelajara PKn SD sangat penting untuk ditanamkan sejak dini karena nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup.

       Sedangkan moral adalah baik buruknya seseorang baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan warga negara (Suseno, 1998).

Sedang moral sendiri adalah prinsip baik buruknya yang ada dan melekat dalam diri individu atau seseorang. Moral dan moralitas memiliki sedikit perbedaan. Karena moral adalah prinsip baik buruknya sedangkan moralitas merupakan kualitas pertimbangan baik buruknya. Sebagi contoh cerita Malin Kundang. Yakni sebuah cerita rakyat yang menggambarkan  anak bermoral tidak baik.

       Selanjutnya norma adalah suatu aturan yang sudah diterapkan dalam kehidupan di masyarakat atau  suatu tatanan yang ada. Adapun norma-norma tersebut adalah:

a. Norma Agama

b. Norma Hukum

c. Norma Kesusilaan

d. Norma Kesopanan

Dari keempat norma tersebut, jika ada masyarakat yang melanggar, maka bisa kena sanksi. Dari norma tersebut akan menjalani interaksi sosial di masyarakat. Norma ini berfungsi sebagai pengendali dalam kehidupan sehari-hari. Ada 3 poin tentang norma adalah:

a. Kaidah

b Tingkah laku

c. Perintah berisi larangan dan sanksi

Berikut beberapa contoh dari norma-norma tersebut:

a. Norma Agama, contohnya: beribadah sesuatu dengan kenyakinan, berdoa melakukan hal  positif, mematuhi orang tua.

b. Norma Hukum, contohnya: membayar pajak tepat waktu, taat lalu lintas.

c. Norma Kesusilaan, contohnya: penyimpangan perilaku yang membuat masyarakat menolak seseorang.

d. Norma Kesopanan, contohnya: mengucapkan terima kasih setelah mendapat bantuan, meminta maaf jika berbuat salah.

(Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia