JP Radar Kediri – Puasa mutih merupakan salah satu praktik puasa tradisional yang telah lama dikenal dalam budaya spiritual masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan Jawa.
Puasa ini tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang dalam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang bacaan niat, tata cara, dan manfaat dari puasa mutih.
Apa Itu Puasa Mutih? Puasa mutih adalah jenis puasa dimana seseorang hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna "putih" saja selama menjalankannya. Ini biasanya termasuk nasi putih, air putih, dan kadang susu putih.
Tujuan utama puasa ini adalah untuk menyucikan diri, baik secara fisik maupun spiritual, serta meningkatkan konsentrasi dan ketenangan batin.
Seperti ibadah lainnya, niat adalah fondasi utama. Niat puasa mutih biasanya dilakukan dalam hati dengan penuh kesungguhan.
Berikut adalah lafal niat yang dapat diucapkan "Niat saya puasa mutih sunnah karena Allah Ta'ala, dengan hanya makan dan minum yang putih-putih, demi menyucikan jiwa dan raga, serta mendekatkan diri kepada-Mu ya Allah."
Atau dalam bahasa Arab, jika diinginkan "Nawaitu shaumal mutihi sunnatan lillahi ta'ala. Billahi tawfiiq wal hidayah, wa ilaihi tiklaan wal inaabah."
Artinya: "Saya niat puasa mutih sunnah karena Allah Ta'ala. Dengan pertolongan dan hidayah Allah, dan kepada-Nya saya bertawakal dan kembali."
Penting untuk diingat bahwa niat ini diucapkan dalam hati dengan khusyuk dan ikhlas, sebaiknya pada malam sebelum memulai puasa atau sebelum terbit fajar.
Adapun tata cara pelaksanaan puasa mutih. Pertama, adalah waktu. Puasa mutih biasanya dilakukan selama 1, 3, 7, atau 40 hari, tergantung pada niat dan kemampuan masing-masing individu. Puasa dimulai dari terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib).
Kedua, konsumsi. Selama periode puasa, hanya diperbolehkan mengonsumsi nasi putih (tanpa lauk pauk berwarna, biasanya tanpa garam dan gula).
Untuk minum air putih. Beberapa tradisi memperbolehkan susu putih. Sangat dianjurkan untuk menghindari rokok, kopi, teh, dan segala bentuk makanan atau minuman yang berwarna dan berasa kuat.
Ketiga, adalah perilaku. Selain menahan diri dari makan dan minum yang tidak diperbBaca Juga: Warga Jamsaren Kediri Punya Tradisi untuk Rayakan Maulid Nabi,Tua Muda Lakukan Hal Iniolehkan, seseorang juga dianjurkan untuk menjaga perkataan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak baik.
Memperbanyak ibadah, zikir, dan membaca kitab suci. Dan menjaga pikiran tetap positif dan bersih.
Dalam menjalankan puasa mutih dengan sungguh-sungguh dan disiplin dapat memberikan berbagai manfaat, baik secara spiritual maupun fisik.
Antara lain manfaat spiritual dan mental. Yakni bentuk penyucian diri. Adalm artian puasa mutih dipercaya dapat membersihkan kotoran batin dan pikiran negatif, mendorong introspeksi diri.
Juga sebagai bentuk peningkatan konsentrasi dengan mengurangi asupan makanan berat dan berpengaruh pada syaraf, pikiran menjadi lebih jernih, tenang, dan mudah berkonsentrasi.
Lalu, untuk pengendalian diri. Latihan menahan keinginan terhadap rasa dan warna melatih disiplin dan pengendalian hawa nafsu.
Dan pendekatan diri kepada Sang Pencipta dengan memperbanyak ibadah, hubungan spiritual dengan Tuhan terasa lebih dekat dan intim.
Adapun manafaat fisik. Diantaranya detoksifikasi alami adalah membatasi asupan hanya pada makanan sederhana dan air putih membantu tubuh mengeluarkan racun-racun (toksin) yang menumpuk.
Istirahat bagi sistem pencernaan yaitu memberikan waktu bagi organ pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki diri dari aktivitas mencerna makanan kompleks setiap hari.
Juga sebagai penyeimbangan cairan tubuh. Konsumsi air putih yang cukup membantu menyeimbangkan elektrolit dan menjaga fungsi organ tubuh.
Dan potensi penurunan berat badan. Karena asupan kalori yang terkontrol dapat membantu dalam mengelola berat badan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah