Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Tidak Ada Salat Sunnah Ba’diyah Setelah Ashar dan Subuh? Ini Penjelasannya

Mohammad Basid Alharis • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:25 WIB
Ilustrasi salat sunnah ba
Ilustrasi salat sunnah ba

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Dalam Islam, salat sunnah merupakan amalan tambahan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.

Di antara salat sunnah yang dikenal adalah salat rawatib, yaitu salat sunnah yang mengiringi salat wajib, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah).

Namun, dari sekian banyak salat rawatib, ada dua waktu yang tidak memiliki salat sunnah ba’diyah, yaitu setelah salat Ashar dan setelah salat Subuh.

Lalu, mengapa demikian? Apa hikmah dan alasannya? Rasulullah ﷺ secara tegas melarang melaksanakan salat sunnah tertentu setelah Ashar dan Subuh.

INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025

Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini

Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/

Contac person: 0813-3563-2111 (heri)

Dalam banyak hadits shahih, disebutkan bahwa dua waktu tersebut termasuk waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat sunnah tanpa sebab.

Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, "Tidak ada salat setelah salat Ashar hingga matahari terbenam, dan tidak ada salat setelah salat Subuh hingga matahari terbit." (HR. Bukhari dan Muslim).

Larangan ini berlaku untuk salat sunnah mutlak (yang tidak memiliki sebab tertentu).

Sedangkan jika ada sebab yang jelas (seperti salat sunnah thawaf atau qadha salat sunnah), sebagian ulama membolehkan, tetapi tetap berbeda pendapat.

Baca Juga: SMAN 1 Kediri Jadi Markas Divisi I Brawijaya pada 1948, Begini Ceritanya

Rasulullah ﷺ menganjurkan salat rawatib tertentu yang terdiri dari 12 rakaat sehari semalam. Yaitu dua rakaat sebelum Subuh (qabliyah Subuh).

Empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya. Dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya.

Namun, tidak ada anjuran untuk salat ba’diyah Ashar maupun ba’diyah Subuh.

Adapun alasan tidak ada salat sunnah ba’diyah Ashar dan Subuh sebagai berikut.
Pertama, termasuk waktu larangan salat. Salat ba’diyah dilakukan setelah salat wajib.

Namun, setelah Ashar dan Subuh justru merupakan waktu yang dilarang untuk salat, sehingga tidak dibenarkan untuk menambah ibadah sunnah tanpa dalil.

Kedua, menjaga Sunnah Nabi. Rasulullah ﷺ tidak pernah mencontohkan salat sunnah ba’diyah Ashar dan Subuh. Karena salat sunnah rawatib adalah bagian dari ibadah, maka harus berdasarkan tuntunan (dalil).

Dalam kaidah fiqih disebutkan, "Asal dalam ibadah adalah haram sampai ada dalil yang membolehkannya."

Dengan tidak adanya contoh dari Nabi ﷺ, maka kita pun tidak boleh mengada-adakan salat sunnah ba’diyah di dua waktu tersebut.

Ketiga, ada hikmah menjaga waktu istirahat dan keseimbangan.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa larangan ini mengandung hikmah untuk memberi waktu istirahat dan tidak membebani umat dengan ibadah terus-menerus.

Islam adalah agama yang seimbang antara ibadah, kehidupan dunia, dan istirahat.

Lalu, apakah boleh mengqadha salat sunnah qabliyah Subuh setelah Subuh? Menariknya, dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ pernah mengqadha salat sunnah Qabliyah Subuh setelah Subuh, saat beliau tertidur dan terbangun setelah matahari terbit.

Baca Juga: Tradisi Jawa Tingkepan, Selapanan, dan Sepasaran, Warisan Budaya yang Sarat Makna

Hal ini menunjukkan bahwa qadha sunnah qabliyah Subuh diperbolehkan, namun dalam kondisi darurat (bukan menjadi kebiasaan).

Jadi, tidak adanya salat sunnah ba’diyah Ashar dan Subuh didasarkan pada larangan Rasulullah ﷺ untuk salat di dua waktu tersebut, kecuali karena sebab tertentu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Ashar #islam #subuh #sunnah #salat