JP Radar Kediri - Dalam tradisi masyarakat Indonesia, hujan sering dianggap sebagai hal yang bisa mengganggu jalannya sebuah acara besar, terutama hajatan pernikahan.
Tidak sedikit orang yang mencari cara agar hujan tidak turun di lokasi atau waktu tertentu.
Namun, sebagai umat Islam, penting untuk memahami bagaimana cara yang benar dan sesuai syariat dalam menyikapi hal ini termasuk dalam berdoa agar hujan tidak turun saat hajatan.
Pertama, hujan adalah rahmat, tetapi boleh memohon penundaan.
Dalam Islam, hujan adalah salah satu rahmat Allah SWT dan tanda kebesaran-Nya.
Namun, Islam juga mengajarkan bahwa tidak salah bagi seseorang untuk berdoa agar hujan tidak turun di waktu atau tempat tertentu demi kemaslahatan.
Nabi Muhammad SAW pernah memohon agar hujan dialihkan, bukan dihentikan total. Diriwayatkan dalam hadits sahih, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah di atas bukit-bukit, pegunungan, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, doa yang bisa dibaca. Berikut salah satu doa yang dapat dibaca agar hujan tidak turun di lokasi atau waktu hajatan.
> اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin: Allahumma hawalayna wala 'alayna. Allahumma 'alal-akami wadh-dhirabi wa butuni al-awdiyati wa manabitis-shajari.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah di atas bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Ketiga, memperbanyak doa dan sedekah. Disarankan juga untuk memperbanyak istighfar, doa, dan sedekah menjelang hari hajatan.
Sedekah memiliki banyak keutamaan dalam Islam, termasuk sebagai bentuk permohonan agar Allah memberi kelancaran atas segala urusan.
Keempat, meluruskan niat, hindari praktik syirik. Sebagian masyarakat terkadang masih mempercayai dukun hujan atau menggunakan media-media tertentu (seperti menaruh bawang atau sapu lidi) sebagai "penangkal hujan".
Praktik ini dikhawatirkan mengarah pada kesyirikan jika tidak disandarkan kepada Allah SWT.
Islam menegaskan bahwa hanya Allah yang berkuasa atas turunnya hujan.
Maka, berdoa dan bertawakal kepada-Nya adalah cara paling tepat dan sesuai syariat.
Editor : Anwar Bahar Basalamah