Zodiak atau ramalan seringkali menjadi arah kiblat atau kepercayaan bagi seseorang.
Meskipun ramalan sudah ada sejak dahulu, tetapi hingga kini kepercayaan tersebut masih tetap eksis, terutama dikalangan gen-Z.
Zodiak pertamakali ditemukan oleh bangsa Yunani ketika melihat bintang di malam hari. Diketahui zodiak telah ada sejak 3000 tahun lalu.
Menurut beberapa literatur, zodiak merupakan ilmu astrologi atau ilmu perbintangan yang memiliki 12 bagian (sepanjang lingkaran eptik selama setahun), dilansir dari Jurnal Universitas Pembangunan Jaya.
12 bagian tersebut terdiri dari Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces.
Menurut kepercayaan bangsa Yunani, perbintangan ini digunakan untuk memahami diri mereka dan tingkat emosional yang lebih mendalam.
Di era teknologi yang serba cepat ini, seseorang dapat dengan mudah mencari zodiak yang diinginkan melalui internet.
Biasanya, ramalan perbintangan banyak bertebaran di laman-lama media sosial.
Lantas, bagaimana pandangan Islam dalam menilai kepercayaan zodiak ini?
Merujuk pada Al-Qur’an dalam Qs. An-Naml ayat 65 yang berbunyi:
قُلْ لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
“Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”
Baca Juga: 3 Rekomendasi Film Indonesia Tayang di Netflix 2025 Wajib Ditonton! Ada yang dari Kisah Nyata
Dalam ayat tersebut sudah jelas, bahwa tidak ada yang bisa mengetahui ramalan masa depan seseorang, kecuali Allah SWT.
Maknanya, mempercayai ramalan zodiak bagi umat Islam hukumnya haram.
Senada dengan hal tersebut, Rasulullah telah memperingatkan untuk tidak mempelajari atau menyakini ilmu perbintangan, dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud yang berbunyi :
“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Musaddad secara makna, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah bin al-Akhnas dari al-Walid bin Abdullah dari Yusuf bin Mahik dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mempelajari ilmu nujum, maka ia telah mempelajari bagian dari sihir." Beliau menambah celaannya dengan apa yang beliau tambahkan.” (HR. Abu Dawud 3406) dilansir dari jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Hadis tersebut memperkuat bukti bahwa mempercayai ramalan zodiak bagi umat Islam adalah dosa besar yang harus dihindari.
Seorang mukmin harus meyakini hanya Allah SWT yang tahu mengenai takdir maupun kejadian di alam semesta, hal ini sudah jelas tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Wallahu A’lam.
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira