JP Radar Kediri – Momen Lebaran identik dengan berkunjung ke rumah saudara, tetangga, hingga berkumpul bersama keluarga besar.
Namun, di tengah kebahagiaan itu ada satu hal sederhana yang sering dianggap sepele,padahal berdampak besar, yaitu etika ketika batuk.
Saat kita batuk, sebenarnya tubuh sedang mengeluarkan droplet atau percikan kecil dari saluran pernapasan yang bisa membawa virus atau kuman penyakit.
Droplet ini bahkan bisa menyebar hingga sekitar 1–2 meter dan bertahan di udara atau menempel di permukaan benda.
Artinya, satu batuk tanpa etika bisa berisiko menularkan penyakit ke banyak orang, terutama di momen berkumpul seperti Lebaran.
Etika batuk bukan hanya soal sopan santun, tapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan orang lain.
Tujuannya adalah mencegah penyebaran penyakit melalui udara (droplet) dan menciptakan kenyamanan bagi orang di sekitar.
Bayangkan jika satu orang yang sedang flu batuk sembarangan di ruang tamu saat silaturahmi.
Maka virusnya bisa dengan mudah menyebar ke anggota keluarga lain, termasuk anak-anak dan lansia yang lebih rentan.
Etika Batuk yang Benar
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, gunakan tisu atau siku bagian dalam (bukan telapak tangan).
- Segera buang tisu ke tempat sampah setelah digunakan.
- Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah batuk.
- Gunakan masker jika sedang batuk atau kurang sehat.
- Usahakan memalingkan wajah dari orang lain saat batuk.
Kebiasaan yang Harus Dihindari
- Batuk tanpa menutup mulut
- Menutup batuk dengan tangan lalu menyentuh benda
- Membuang tisu sembarangan
- Tidak mencuci tangan setelah batuk
Lebaran bukan hanya tentang berkumpul, tapi juga saling menjaga. Jika sedang kurang sehat, mempertimbangkan untuk memakai masker atau bahkan membatasi kunjungan adalah bentuk tanggung jawab, bukan ketidaksopanan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil