Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Puluhan Warga Kediri Terancam Gagal Ginjal, Ini penyebabnya

M

 


Advertisement

Ilustrasi gagal ginjal kronis yang ditandai dengan penyusutan ukuran ginjal (atrofi) serta kerusakan jaringan akibat fibrosis dan kista. (Ilustrasi Gemini)
Ilustrasi gagal ginjal kronis yang ditandai dengan penyusutan ukuran ginjal (atrofi) serta kerusakan jaringan akibat fibrosis dan kista. (Ilustrasi Gemini)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Penyakit ginjal tidak hanya jadi ancaman bagi kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia).

Anak-anak dan remaja juga tak luput dari penyakit degeneratif ini. Salah satu faktor pemicunya adalah pola hidup kurang minum dan mengonsumsi makanan tidak sehat.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Bambang Triyono Putro mengatakan, selain ratusan kasus penyakit ginjal, ada puluhan remaja yang juga menderita penyakit ini.

Dia mencontohkan pada 2024 lalu, anak usia 15 tahun ke atas yang mengalami penyakit ginjal mencapai 53 orang.

“Tahun 2025 naik menjadi 65 kasus. Ini hanya data dinas kesehatan saja. Di RS mungkin lebih banyak karena menangani langsung,” kata Bambang.

Advertisement

Mengapa ada banyak remaja yang terjangkit penyakit ginjal? Menurut Bambang hal itu karena beberapa faktor. Salah satunya karena komplikasi dari diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas.

Faktor lainnya adalah pola makan tinggi gula dan garam. Kemudian, konsumsi air putih yang minim juga bisa jadi penyebabnya.

“Infeksi ginjal bisamenjadi penyebab orang mengalami sakit ginjal,” lanjut Bambang sembarimenyebut penyakit ginjal bisa karena faktor dari luar ginjal dan dari ginjal itusendiri.

​Terkait langkah pencegahan penyakit ginjal, Bambang menyebut hal utama yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Salah satunya dengan tidak merokok. “Agar lebih sehat harus mengonsumsi lebihbanyak sayur dan buah. Setidaknya lima porsi per hari,” paparnya.

​Selebihnya, Bambang juga meminta masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, garam, serta gula. Sebagai gantinya , mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

“Batasi konsumsi minuman beralkohol serta jaga berat badan ideal dan rutin berolahraga minimal 30 menit per hari,” pinta Bambang menegaskan pencegahan akan lebih baik dibanding pengobatan.

Ditanya tentang penanganan untuk pasien yang mengalami gagal ginjal kronis, Bambang menyebut RSUD di Kabupaten Kediri (RSKK) sudah siap dengan fasilitas hemodialisa.

Adapun RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) sudah punya sarprasnya. Mereka tinggal menunggu pengoperasiannya saja.

​Untuk memastikan dua RS di Kabupaten Kediri itu bisa segera melayani hemodialisa, Bambang menyebut dinkes memberikan dukungan dengan menyiapkan dokter khusus.

Termasuk menggelar pelatihan-pelatihan untuk para dokter. Terpisah, Direktur RSUD SLG dr Tony Widyanto mengatakan, layanan hemodialisa di RSUD SLG masih berproses.

“Kami masih menunggukonfirmasi persetujuan BPJS. Menunggu ACC dari Pernefri dan BPJS,” tutur pria yang selalu memakai blangkon ini.

RSUD SLG, lanjut Tony, juga sedang menyiapkan tenaga ahli dan sarpras.

Demikian pula ruangan untuk pelayanan hemodialisa. “Jika sudah mendapatkan izin dan sudah bisa beroperasi, kami bisa membuka layanan hemodialisa,” jelas Tony.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif mengatakan, setelah menerima informasi kejadian, satgas langsung melakukan pengecekan dan asesmen di lokasi.

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kepung disertai angin kencang. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah rumah warga di beberapa titik

Tiket Kereta Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Dibuka, KAI Tambah Stasiun Pemberhentian

Tiket Kereta Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Dibuka, KAI Tambah Stasiun Pemberhentian

PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi membuka pemesanan tiket kereta api untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 sejak Minggu (1/11) pukul 00.01 WIB. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer