24 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pasien DB Meningkat, RSUD Kertosono Overload

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kertosono dan sekitarnya harus waspada. Karena pasien anak di RSUD Kertosono meningkat. Akibatnya, Ruang Krisan RSUD Kertosono mengalami overload. Banyaknya, pasien anak yang masuk itu karena demam berdarah (DB). “Pasien DB anak-anak terus bertambah dalam dua minggu terakhir,” ujar Plt Direktur RSUD Kertosono dr Hendriyanto melalui dr Yeni Kusumawati SpA kemarin.

Agar bisa menampung pasien anak, Yeni mengatakan, bed di ruang anak ditambah. Ada 20 bed tambahan. “Tenaga medis juga ditambah di ruang anak,” ujarnya.

Dari data di RSUD Kertosono, pasien DB terus naik. Jika di bulan Oktober, pasien DB hanya 11 anak. Namun, di bulan November menjadi 22 anak terkena DB. Bahkan, di bulan ini, penderita DB yang dirawat di RSUD Kertosono mencapai 53 anak.  Sedangkan, kapasitas Ruang Krisan hanya 33 bed. Sehingga, butuh penambahan bed agar bisa ditampung. “Kami juga memfungsikan ruang tunggu untuk digunakan sebagai kamar pasien,” imbuh Yeni.

Baca Juga :  Rawan Angin Kencang di Pancaroba

Peningkatan kasus DB tidak hanya terjadi di Kota Angin semata. Daerah-daerah tetangga juga mengalami hal tersebut. Karena pasien RSUD Kertosono tidak hanya berasal dari warga Kabupaten Nganjuk. Namun, warga di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang dan warga Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri juga banyak yang berobat di RSUD milik Pemkab Nganjuk itu. “Jika anak mengalami demam tinggi selama tiga hari maka harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit dan dilakukan cek laboratorium,” ujar dokter berhijab ini.

Selain upaya pengobatan, Yeni meminta agar masyarakat menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus (Menguras bak mandi, Menutup tempat-tempat penampungan air, dan Mengubur benda-benda yang tidak terpakai dan bisa menampung air). “Saat ini musim hujan, jadi harus waspada DB,” ingatnya.

Baca Juga :  Mau Haji, Wakil Bupati Juga Tertunda

Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, anak-anak yang menjalani rawat inap terlihat banyak yang rewel. Sehingga, orang tua harus menghibur dengan mengajaknya berjalan-jalan di teras atau depan ruangan.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kertosono dan sekitarnya harus waspada. Karena pasien anak di RSUD Kertosono meningkat. Akibatnya, Ruang Krisan RSUD Kertosono mengalami overload. Banyaknya, pasien anak yang masuk itu karena demam berdarah (DB). “Pasien DB anak-anak terus bertambah dalam dua minggu terakhir,” ujar Plt Direktur RSUD Kertosono dr Hendriyanto melalui dr Yeni Kusumawati SpA kemarin.

Agar bisa menampung pasien anak, Yeni mengatakan, bed di ruang anak ditambah. Ada 20 bed tambahan. “Tenaga medis juga ditambah di ruang anak,” ujarnya.

Dari data di RSUD Kertosono, pasien DB terus naik. Jika di bulan Oktober, pasien DB hanya 11 anak. Namun, di bulan November menjadi 22 anak terkena DB. Bahkan, di bulan ini, penderita DB yang dirawat di RSUD Kertosono mencapai 53 anak.  Sedangkan, kapasitas Ruang Krisan hanya 33 bed. Sehingga, butuh penambahan bed agar bisa ditampung. “Kami juga memfungsikan ruang tunggu untuk digunakan sebagai kamar pasien,” imbuh Yeni.

Baca Juga :  PKS Jatim Gelar Semi Final Lomba Baca Teks Proklamasi

Peningkatan kasus DB tidak hanya terjadi di Kota Angin semata. Daerah-daerah tetangga juga mengalami hal tersebut. Karena pasien RSUD Kertosono tidak hanya berasal dari warga Kabupaten Nganjuk. Namun, warga di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang dan warga Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri juga banyak yang berobat di RSUD milik Pemkab Nganjuk itu. “Jika anak mengalami demam tinggi selama tiga hari maka harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit dan dilakukan cek laboratorium,” ujar dokter berhijab ini.

Selain upaya pengobatan, Yeni meminta agar masyarakat menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus (Menguras bak mandi, Menutup tempat-tempat penampungan air, dan Mengubur benda-benda yang tidak terpakai dan bisa menampung air). “Saat ini musim hujan, jadi harus waspada DB,” ingatnya.

Baca Juga :  Bekuk Tiga Pengedar, Sita Tujuh Paket SS

Sementara itu, berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, anak-anak yang menjalani rawat inap terlihat banyak yang rewel. Sehingga, orang tua harus menghibur dengan mengajaknya berjalan-jalan di teras atau depan ruangan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/