29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Kejari Kabupaten Kediri Kaji Aduan Warga

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pengaduan warga terhadap proses ujian seleksi perangkat di tiga desa belum memunculkan hasil. Pihak kejaksaan masih mengkaji laporan tersebut. Menentukan apakah laporan warga tersebut akan dilanjutkan dengan penyelidikan atau tidak.

“Aduan (soal dugaan kecurangan ujian perangkat) tentunya kami terima. Dan, kami kaji terlebih dulu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Dedy Priyo Handoyo kemarin.

Dedy mengakui, warga tentu ingin ada tindak lanjut dengan cepat. Namun demikian kejaksaan tak ingin gegabah. Mereka akan menelaah secara mendalam semua aduan warga tersebut. Sebelum memutuskan untuk melakukan tindak lanjut.

Namun, Dedy menegaskan, kejari selalu siap menerima aduan warga terkait persoalan ini. Hanya, mereka harus melakukan kajian lebih lanjut. Meneliti apakah data dan fakta yang dilampirkan tersebut mendukung dugaan kecurangan atau tidak. Sebelum kejaksaan memutuskan untuk melakukan penyelidikan lanjutan.

Sebelumnya, ada tiga aduan yang masuk ke kejaksaan yang terkait ujian perangkat desa. Laporan itu dilakukan oleh warga di Desa Jambangan Kecamatan Papar, Desa Bendo Kecamatan Pare, dan Desa Pesing Kecamatan Purwoasri.

Baca Juga :  Bee Pollen dari Queen Bee

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Kediri menegaskan bahwa pengaduan di tiga desa itu langsung masuk ke kejaksaan. Aduan-aduan itu tidak masuk melalui inspektorat terlebih dulu. Meskipun demikian, pihak inspektorat siap untuk membantu bila memang kejaksaan membutuhkan.

“Kami sifatnya hanya untuk berkoordinasi saja, jika sudah masuk ke ranah hukum,” terang Plt Inspektur Inspektorat Kabupaten Kediri Wirawan.

Menurut Wirawan, aduan yang masuk ke aparat penegak hukum (APH) memang harus diproses di ranah hukum. Termasuk bila ada kemungkinan masuk ke ranah pidana. Karena itulah inspektorat siap membantu bila dibutuhkan oleh penegak hukum.

Hingga kemarin, Wirawan mengaku belum menerima permintaan dari Kejari Kabupaten Kediri untuk terlibat dalam pengkajian aduan laporan tersebut. Namun pihak Inspektorat Kabupaten Kediri juga mengaku siap melakukan pendampingan apabila memang dibutuhkan.

Baca Juga :  Kelezatan Kuah dan Rempah Bakso di Kediri

Terkait substansi  kasusnya, Wirawan tidak bisa berkomentar. Sebab, pihaknya belum melakukan koordinasi antar-nstansi. Dia baru bisa berkomentar bila memang telah diajak berkoordinasi. Yang pasti, sesuai prosedur, aduan-aduan itu  harus mendapatkan kajian mendalam terlebih dulu.

“Semua aduan dari sebelum-sebelumnya tentunya kami terima. Dan akan kami kaji juga dengan bukti yang diserahkan oleh warga saat mengadu,” terang Wirawan.

Sebelumnya, inspektorat tetap menerima seluruh aduan yang masuk.  Namun, yang mendapat tindak lanjut tidak seluruh aduan. Hanya satu aduan yang diteruskan ke pihak ketiga. Setelah memiliki bukti kuat untuk proses selanjutnya. Aduan itu adalah dari masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Papar.

Menurut Wirawan, masyarakat masih bisa melakukan pengaduan meskipun saat ini telah dilakukan pelantikan. Namun, pengaduan itu harus disertai bukti  kuat terjadinya dugaan kecurangan. Serta langsung dilaporkan ke APH. (syi/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pengaduan warga terhadap proses ujian seleksi perangkat di tiga desa belum memunculkan hasil. Pihak kejaksaan masih mengkaji laporan tersebut. Menentukan apakah laporan warga tersebut akan dilanjutkan dengan penyelidikan atau tidak.

“Aduan (soal dugaan kecurangan ujian perangkat) tentunya kami terima. Dan, kami kaji terlebih dulu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Dedy Priyo Handoyo kemarin.

Dedy mengakui, warga tentu ingin ada tindak lanjut dengan cepat. Namun demikian kejaksaan tak ingin gegabah. Mereka akan menelaah secara mendalam semua aduan warga tersebut. Sebelum memutuskan untuk melakukan tindak lanjut.

Namun, Dedy menegaskan, kejari selalu siap menerima aduan warga terkait persoalan ini. Hanya, mereka harus melakukan kajian lebih lanjut. Meneliti apakah data dan fakta yang dilampirkan tersebut mendukung dugaan kecurangan atau tidak. Sebelum kejaksaan memutuskan untuk melakukan penyelidikan lanjutan.

Sebelumnya, ada tiga aduan yang masuk ke kejaksaan yang terkait ujian perangkat desa. Laporan itu dilakukan oleh warga di Desa Jambangan Kecamatan Papar, Desa Bendo Kecamatan Pare, dan Desa Pesing Kecamatan Purwoasri.

Baca Juga :  Cegah Banjir, Kebut Realisasi Parapet Kali Putih

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Kediri menegaskan bahwa pengaduan di tiga desa itu langsung masuk ke kejaksaan. Aduan-aduan itu tidak masuk melalui inspektorat terlebih dulu. Meskipun demikian, pihak inspektorat siap untuk membantu bila memang kejaksaan membutuhkan.

“Kami sifatnya hanya untuk berkoordinasi saja, jika sudah masuk ke ranah hukum,” terang Plt Inspektur Inspektorat Kabupaten Kediri Wirawan.

Menurut Wirawan, aduan yang masuk ke aparat penegak hukum (APH) memang harus diproses di ranah hukum. Termasuk bila ada kemungkinan masuk ke ranah pidana. Karena itulah inspektorat siap membantu bila dibutuhkan oleh penegak hukum.

Hingga kemarin, Wirawan mengaku belum menerima permintaan dari Kejari Kabupaten Kediri untuk terlibat dalam pengkajian aduan laporan tersebut. Namun pihak Inspektorat Kabupaten Kediri juga mengaku siap melakukan pendampingan apabila memang dibutuhkan.

Baca Juga :  Gaji PPPK THL Ditanggung Kementan

Terkait substansi  kasusnya, Wirawan tidak bisa berkomentar. Sebab, pihaknya belum melakukan koordinasi antar-nstansi. Dia baru bisa berkomentar bila memang telah diajak berkoordinasi. Yang pasti, sesuai prosedur, aduan-aduan itu  harus mendapatkan kajian mendalam terlebih dulu.

“Semua aduan dari sebelum-sebelumnya tentunya kami terima. Dan akan kami kaji juga dengan bukti yang diserahkan oleh warga saat mengadu,” terang Wirawan.

Sebelumnya, inspektorat tetap menerima seluruh aduan yang masuk.  Namun, yang mendapat tindak lanjut tidak seluruh aduan. Hanya satu aduan yang diteruskan ke pihak ketiga. Setelah memiliki bukti kuat untuk proses selanjutnya. Aduan itu adalah dari masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Papar.

Menurut Wirawan, masyarakat masih bisa melakukan pengaduan meskipun saat ini telah dilakukan pelantikan. Namun, pengaduan itu harus disertai bukti  kuat terjadinya dugaan kecurangan. Serta langsung dilaporkan ke APH. (syi/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/