23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Tatap Muka SMA/SMK Tetap Berlanjut

- Advertisement -

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk yang terus bertambah tak membuat pembelajaran tatap muka di SMA/SMK dihentikan. Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk memastikan pembelajaran yang dimulai sejak empat bulan lalu itu tak dihentikan. Syaratnya, sekolah diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengungkapkan, pembelajaran tatap muka di SMA/SMK dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tidak ada paksaan. “Kalau ada lingkungan yang positif korona ya kita lockdown,” ujarnya kepada JP Radar Nganjuk.

Dia mencontohkan untuk zona merah seperti di Kertosono, semua sekolah tidak diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka. Hingga akhir Desember ini menurut Edy kebijakan itu masih terus berlanjut.

Melihat tren kasus Covid-19 di Nganjuk yang terus naik, Edy meminta tenaga pendidik menyiapkan e-learning. “Manajemen pembelajaran harus diatur sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hanya Bisa Pilih Dua Sekolah

Ditanya tentang kebijakan Bupati Novi Rahman Hidhayat yang melarang pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan, Edy mengaku menunggu petunjuk dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, kondisi di Jatim secara keseluruhan terhadap banyak kasus.

- Advertisement -

Misalnya Madura. Di sana banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pondok pesantren karena sekolah umum diliburkan. Pria berkacamata ini tak ingin hal serupa terjadi di Nganjuk. “Kami ingin sekolah tetap hadir untuk pemenuhan belajar siswa,” terang pria asal Tuban itu.

Dia pun menegaskan, pembelajaran tatap muka tetap berjalan. Sesuai kebijakan sebelumnya, tiap lembaga yang menjalani tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Jika di lingkungan sekolah dirasa sudah tidak aman, Edy mengingatkan sekolah untuk tidak memaksakan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Larang Truk Mengangkut Material Lebihi Tonase

Sebagai gantinya, Edy meminya sekolah membuat metode pembelajaran jarak jauh yang variatif. Tidak lagi berbasis tugas seperti yang selama ini dilaksanakan.

Terpisah, Waka Kurikulum SMAN 1 Tanjunganom M. Najmudin menyebut sekolahnya tetap menggelar pembelajaran tatap muka seperti sebelumnya. “Sebenarnya sudah ancang-ancang untuk full selama empat jam masuk, tapi karena kasus korona semakin meningkat pembelajaran tetap dibatasi,” bebernya.

 Seperti sebelumnya, menurut Najmudin pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Yakni, mengecek suhu tubuh siswa yang masuk sekolah. Siswa dengan suhu tubuh tinggi tidak boleh masuk ke sekolah.

- Advertisement -

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk yang terus bertambah tak membuat pembelajaran tatap muka di SMA/SMK dihentikan. Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk memastikan pembelajaran yang dimulai sejak empat bulan lalu itu tak dihentikan. Syaratnya, sekolah diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengungkapkan, pembelajaran tatap muka di SMA/SMK dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tidak ada paksaan. “Kalau ada lingkungan yang positif korona ya kita lockdown,” ujarnya kepada JP Radar Nganjuk.

Dia mencontohkan untuk zona merah seperti di Kertosono, semua sekolah tidak diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka. Hingga akhir Desember ini menurut Edy kebijakan itu masih terus berlanjut.

Melihat tren kasus Covid-19 di Nganjuk yang terus naik, Edy meminta tenaga pendidik menyiapkan e-learning. “Manajemen pembelajaran harus diatur sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Larang Truk Mengangkut Material Lebihi Tonase

Ditanya tentang kebijakan Bupati Novi Rahman Hidhayat yang melarang pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan, Edy mengaku menunggu petunjuk dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, kondisi di Jatim secara keseluruhan terhadap banyak kasus.

Misalnya Madura. Di sana banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pondok pesantren karena sekolah umum diliburkan. Pria berkacamata ini tak ingin hal serupa terjadi di Nganjuk. “Kami ingin sekolah tetap hadir untuk pemenuhan belajar siswa,” terang pria asal Tuban itu.

Dia pun menegaskan, pembelajaran tatap muka tetap berjalan. Sesuai kebijakan sebelumnya, tiap lembaga yang menjalani tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Jika di lingkungan sekolah dirasa sudah tidak aman, Edy mengingatkan sekolah untuk tidak memaksakan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Blusukan ke Hutan Sampai Pingsan pun Tetap Semangat

Sebagai gantinya, Edy meminya sekolah membuat metode pembelajaran jarak jauh yang variatif. Tidak lagi berbasis tugas seperti yang selama ini dilaksanakan.

Terpisah, Waka Kurikulum SMAN 1 Tanjunganom M. Najmudin menyebut sekolahnya tetap menggelar pembelajaran tatap muka seperti sebelumnya. “Sebenarnya sudah ancang-ancang untuk full selama empat jam masuk, tapi karena kasus korona semakin meningkat pembelajaran tetap dibatasi,” bebernya.

 Seperti sebelumnya, menurut Najmudin pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Yakni, mengecek suhu tubuh siswa yang masuk sekolah. Siswa dengan suhu tubuh tinggi tidak boleh masuk ke sekolah.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/