22.5 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Camat Bagor Suwandi Meninggal

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kabar duka datang dari Pemkab Nganjuk. Sekitar pukul 17.00 kemarin, Camat Bagor Suwandi meninggal dunia. Pria yang mengeluh sesak dan dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk tersebut sempat menjalani rapid test antigen dan hasilnya reaktif.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto mengungkapkan, kemarin dirinya langsung memberikan imbauan agar para kepala desa di Bagor tidak takziah beramai-ramai ke rumah duka. “Kalau ada yang mengantarkan jenazah cukup perwakilan dan diantar dari jarak yang jauh,” ujar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut membenarkan hasil rapid test antigen almarhum yang reaktif.

Sebagai kolega dari almarhum Suwandi, Tommi mengajak warga Bagor mendoakan almarhum Suwandi dari rumah masing-masing. Tujuannya, saling menjaga agar virus Covid-19 tidak meluas.

Imbauan senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah Mokhamad Yasin. Dia meminta para ASN ikut mendoakan Camat Suwandi dari kediaman masing-masing. “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Yasin mengajak para ASN melakukan salat Gaib.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Bikin Anak Ceria

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, Suwandi dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk sekitar pukul 15.00 kemarin oleh sopir dan stafnya dengan keluhan sesak napas. Setibanya di RS milik Polri tersebut, Suwandi di-rapid antigen dan menjalani perawatan.

Hasil rapid menyatakan reaktif. Selanjutnya, sekitar dua jam menjalani perawatan, pemimpin Kecamatan Bagor asal Desa Gondanglegi, Prambon tersebut meninggal dunia.

Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih terus bertambah. Setidaknya ada 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan kemarin. “Total kasus Covid-19 hari ini (kemarin, Red) sebanyak 1.077 pasien,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto sembari menyebut kontak erat 6.776 orang.

Sepuluh pasien tersebut menurut Hendri berasal dari beberapa daerah di Nganjuk. Misalnya, lelaki berusia 49 tahun asal Kertosono yang dirwaat di RS Siti Hajar Sidoarjo. Kemudian, lelaki berusia 34 tahun dan perempuan berusia 32 tahun asal Bagor yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk.

Baca Juga :  Tiga Guru Terjangkit Korona

Ada pula lelaki berusia 42 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono. Kemudian, dua pasien asal Kertosono lainnya, yakni anak laki-laki berusia empat tahun dan perempuan berusia 29 tahun yang isolasi mandiri.

Empat pasien lain yang juga menjalani isolasi mandiri adalah anak laki-laki berusia 10 tahun asal Nganjuk, anak laki-laki berusia 14 tahun asal Tanjunganom. Selanjutnya, perempuan berusia 49 tahun dan lelaki berusia 65 tahun asal Loceret. “Hari ini (kemarin, Red) juga ada lima pasien yang sembuh,” tutur Hendri sembari menyebut kemarin perempuan berusia 62 tahun yan dirawat di RSUD Jombang meninggal dunia.

Terkait kasus meninggalnya Suwandi, Hendri menyebut datanya belum masuk di gugus tugas. Dia pun mengaku tidak bisa memberi penjelasan lebih jauh. “Belum ada di data saya,” elaknya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kabar duka datang dari Pemkab Nganjuk. Sekitar pukul 17.00 kemarin, Camat Bagor Suwandi meninggal dunia. Pria yang mengeluh sesak dan dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk tersebut sempat menjalani rapid test antigen dan hasilnya reaktif.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto mengungkapkan, kemarin dirinya langsung memberikan imbauan agar para kepala desa di Bagor tidak takziah beramai-ramai ke rumah duka. “Kalau ada yang mengantarkan jenazah cukup perwakilan dan diantar dari jarak yang jauh,” ujar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut membenarkan hasil rapid test antigen almarhum yang reaktif.

Sebagai kolega dari almarhum Suwandi, Tommi mengajak warga Bagor mendoakan almarhum Suwandi dari rumah masing-masing. Tujuannya, saling menjaga agar virus Covid-19 tidak meluas.

Imbauan senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah Mokhamad Yasin. Dia meminta para ASN ikut mendoakan Camat Suwandi dari kediaman masing-masing. “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Yasin mengajak para ASN melakukan salat Gaib.

Baca Juga :  Panen, Keluhkan Harga Jagung yang Merosot

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, Suwandi dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk sekitar pukul 15.00 kemarin oleh sopir dan stafnya dengan keluhan sesak napas. Setibanya di RS milik Polri tersebut, Suwandi di-rapid antigen dan menjalani perawatan.

Hasil rapid menyatakan reaktif. Selanjutnya, sekitar dua jam menjalani perawatan, pemimpin Kecamatan Bagor asal Desa Gondanglegi, Prambon tersebut meninggal dunia.

Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih terus bertambah. Setidaknya ada 10 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan kemarin. “Total kasus Covid-19 hari ini (kemarin, Red) sebanyak 1.077 pasien,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto sembari menyebut kontak erat 6.776 orang.

Sepuluh pasien tersebut menurut Hendri berasal dari beberapa daerah di Nganjuk. Misalnya, lelaki berusia 49 tahun asal Kertosono yang dirwaat di RS Siti Hajar Sidoarjo. Kemudian, lelaki berusia 34 tahun dan perempuan berusia 32 tahun asal Bagor yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Bikin Anak Ceria

Ada pula lelaki berusia 42 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono. Kemudian, dua pasien asal Kertosono lainnya, yakni anak laki-laki berusia empat tahun dan perempuan berusia 29 tahun yang isolasi mandiri.

Empat pasien lain yang juga menjalani isolasi mandiri adalah anak laki-laki berusia 10 tahun asal Nganjuk, anak laki-laki berusia 14 tahun asal Tanjunganom. Selanjutnya, perempuan berusia 49 tahun dan lelaki berusia 65 tahun asal Loceret. “Hari ini (kemarin, Red) juga ada lima pasien yang sembuh,” tutur Hendri sembari menyebut kemarin perempuan berusia 62 tahun yan dirawat di RSUD Jombang meninggal dunia.

Terkait kasus meninggalnya Suwandi, Hendri menyebut datanya belum masuk di gugus tugas. Dia pun mengaku tidak bisa memberi penjelasan lebih jauh. “Belum ada di data saya,” elaknya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/