25.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Perpus Keliling Tak Beroperasi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Nganjuk belum berencana menambah layanan perpustakaan keliling. Meski layanan mobile itu dinilai efektif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, penghentian operasional puskesmas keliling selama pandemi Covid-19 jadi alasan belum adanya penambahan.

Untuk diketahui, Dinas Arpus Nganjuk memiliki dua fasilitas perpustakaan keliling. Dua mobil tersebut mendatangi sekolah, fasilitas umum, hingga sejumlah desa di Nganjuk untuk memacu budaya literasi.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Nganjuk April lalu, layanan keliling itu dihentikan. “Selama pandemi tidak ada murid sekolah yang masuk. Imbauan dari pemda juga meminta dihentikan,” ujar Kepala Dinas Arpus Nganjuk Muslim Harsoyo.

Lebih jauh Muslim menegaskan, selama ini target dari perpustakaan keliling adalah murid sekolah. Terutama, untuk memperkaya dan menambah wawasan selain dari buku pelajaran.

Baca Juga :  Warga Dusun Kedungpingit yang Terdampak Bendungan Semantok

Setelah layanan keliling terhenti sejak Mei lalu, dua mobil berisi ratusan koleksi buku itu diparkir di halaman belakang dinas arpus. Selama operasional terhenti, menurut Muslim stafnya hanya melakukan perawatan. “Juga mengganti buku yang sekiranya diperlukan untuk perpustakaan,” lanjutnya.

Terkait rencana penambahan armada perpustakaan keliling, Muslim berujar saat ini dua mobil itu dinilai masih mencukupi. Sebab, keduanya sudah bisa menjangkau banyak lokasi dalam sehari.

Setidaknya, menurut Muslim dinas arpus masih bisa membuat jadwal yang fleksibel. “Penjadwalan tidak masalah. Bisa menjangkau banyak tempat,” terangnya.

Sementara itu, meski operasional perpustakaan keliling dan layanan baca di tempat untuk perpustakaan daerah terhenti, menurut Muslim dinas arpus terus berupaya meningkatkan budaya literasi. Salah satunya, dengan melengkapi koleksi buku di sana. “Kami tambah terus,” imbuhnya.

Baca Juga :  PPDB SMA, Buka Alternatif Layanan di Sekolah

Seperti diberitakan, selama pandemi Covid-19 jumlah pengunjung di perpustakaan daerah turun drastis. Jumlah pengunjung di awal tahun yang sempat mencapai ribuan orang langsung drop sejak April lalu.

Jumlah pengunjung tetap tak kembali normal meski perpustakaan yang sempat tutup ada Mei-Juni itu kembali buka pada Juli lalu. Hingga saat ini, pengunjung di perpustakaan hanya mencapai ratusan orang.

Selama pandemi Covid-19, perpustakaan juga menghentikan layanan baca di tempat untuk mencegah penularan korona. Sebagai gantinya, perpustakaan hanya membuka layanan peminjaman buku alias untuk dibaca di rumah.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Nganjuk belum berencana menambah layanan perpustakaan keliling. Meski layanan mobile itu dinilai efektif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, penghentian operasional puskesmas keliling selama pandemi Covid-19 jadi alasan belum adanya penambahan.

Untuk diketahui, Dinas Arpus Nganjuk memiliki dua fasilitas perpustakaan keliling. Dua mobil tersebut mendatangi sekolah, fasilitas umum, hingga sejumlah desa di Nganjuk untuk memacu budaya literasi.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Nganjuk April lalu, layanan keliling itu dihentikan. “Selama pandemi tidak ada murid sekolah yang masuk. Imbauan dari pemda juga meminta dihentikan,” ujar Kepala Dinas Arpus Nganjuk Muslim Harsoyo.

Lebih jauh Muslim menegaskan, selama ini target dari perpustakaan keliling adalah murid sekolah. Terutama, untuk memperkaya dan menambah wawasan selain dari buku pelajaran.

Baca Juga :  Hari Ini RSUD Harus Setor Data Nakes Penerima Insentif

Setelah layanan keliling terhenti sejak Mei lalu, dua mobil berisi ratusan koleksi buku itu diparkir di halaman belakang dinas arpus. Selama operasional terhenti, menurut Muslim stafnya hanya melakukan perawatan. “Juga mengganti buku yang sekiranya diperlukan untuk perpustakaan,” lanjutnya.

Terkait rencana penambahan armada perpustakaan keliling, Muslim berujar saat ini dua mobil itu dinilai masih mencukupi. Sebab, keduanya sudah bisa menjangkau banyak lokasi dalam sehari.

Setidaknya, menurut Muslim dinas arpus masih bisa membuat jadwal yang fleksibel. “Penjadwalan tidak masalah. Bisa menjangkau banyak tempat,” terangnya.

Sementara itu, meski operasional perpustakaan keliling dan layanan baca di tempat untuk perpustakaan daerah terhenti, menurut Muslim dinas arpus terus berupaya meningkatkan budaya literasi. Salah satunya, dengan melengkapi koleksi buku di sana. “Kami tambah terus,” imbuhnya.

Baca Juga :  Frustrasi Putus Cinta, Cewek Asal Kepanjen Jalan Kaki Blitar-Kediri

Seperti diberitakan, selama pandemi Covid-19 jumlah pengunjung di perpustakaan daerah turun drastis. Jumlah pengunjung di awal tahun yang sempat mencapai ribuan orang langsung drop sejak April lalu.

Jumlah pengunjung tetap tak kembali normal meski perpustakaan yang sempat tutup ada Mei-Juni itu kembali buka pada Juli lalu. Hingga saat ini, pengunjung di perpustakaan hanya mencapai ratusan orang.

Selama pandemi Covid-19, perpustakaan juga menghentikan layanan baca di tempat untuk mencegah penularan korona. Sebagai gantinya, perpustakaan hanya membuka layanan peminjaman buku alias untuk dibaca di rumah.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/