24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

GTPP Rencanakan Tambah Tempat Rujukan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 merencanakan menambah jumlah rumah sakit rujukan pasien korona. Menyusul masih tingginya penambahan kasus positif yang bergejala. Pihak GTPP pun akan memanggil seluruh rumah sakit. Tujuannya untuk membahas rencana itu.

“Besok pagi (hari ini, Red) akan dibahas berbagai alternatif untuk perawatan penderita Covid-19,” ujar Jubir GTPP dr Ahmad Khotib kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut Khotib, menambah rumah sakit rujukan adalah salah satu alternatif. Opsi lainnya adalah membuka rumah sakit darurat. Poin-poin itulah yang akan dirundingkan bersama dengan seluruh rumah sakit di Kabupaten Kediri. 

Sejauh ini, di Kabupaten Kediri ada tiga rumah sakit rujukan yang dapat merawat pasien Covid-19. Dua rumah sakit milik pemkab, yakni RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) dan  RSUD SLG. Satu lagi rumah sakit swasta. Yaitu RS HVA Toeloengredjo Pare. Dari tiga rumah sakit itu daya tampung total untuk pasien korona dalah 75 tempat tidur..

“RS HVA 30 (tempat tidur), RSKK 35, dan RSUD SLG 10,” urai dr Khotib. 

Karena jumlahnya yang terbatas itu, padahal terjadi lonjakan kasus lagi kali ini, kondisi rumah sakit rujukan tersebut penuh semua. Fakta itulah yang membuat GTPP perlu mengambil langkah alternatif.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengatakan memang telah mengundang seluruh RS di Kabupaten Kediri. “Kami undang untuk diajak rapat. Kami berharap seluruh rumah sakit bisa ikut komitmen memikul tanggung jawab ini berdasarkan kapasitas masing-masing rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga :  Belum Sepenuhnya Desa Wisata

Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri masih terus terjadi. Jumlahnya cenderung mengalami peningkatan dalam tiga minggu terakhir. Selain rumah sakit rujukan yang penuh, tempat isolasi mandiri pun demikian. Pemkab pun menambah tempat isolasi yang semula hanya Wisma Atlet Pare dengan menyiapkan salah satu gedung sekolah dasar. 

Kemarin, penambahan terjadi sebanyak 25 orang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia. Mereka diketahui menderita penyakit penyerta seperti diabetes dan darah tinggi.

Selain tambahan positif, sebanyak 11 orang telah dinyatakan sembuh. Mereka adalah 10 orang yang sebelumnya menjalani isolasi di Wisma Atlet Pare dan satu dirawat di RS HVA Toeloengredjo.

Dari Kota Kediri, prosedur penetapan kesembuhan pasien Covid-19 mengalami perubahan. Pasien tidak perlu lagi menunggu follow up hasil swab. Mereka sudah dinyatakan sembuh bila telah menjalani isolasi selama dua minggu dan tidak terjadi gejala. Hal ini merupakan ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

“Ada perubahan pedoman Kemenkes RI pada revisi kelima,” ujar dr Fauzan Adima, jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri.

Baca Juga :  Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (7)

Fauzan juga menerangkan perubahan juga terjadi pada prosedur pemeriksaan swab pada pasien bergejala yang dirawat. Sebelumnya mereka harus menjalani beberapa kali hingga benar-benar yakin hasilnya negatif. Setelah perubahan pedoman itu, pasien korona akan dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dan perawatan dalam kurun waktu dua minggu atau 14 hari.

“Kalau dulu sebelum hasil swab negatif, entah bergejala atau tidak, belum bisa dikatakan sembuh,” katanya.

Hanya saja tetap dengan catatan. Pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala Covid-19 dalam kurun waktu isolasi selama 14 hari tersebut. Kalau dalam kurun waktu tersebut tim medis masih mendapati yang bersangkutan menunjukkan gejala, maka ia tidak dinyatakan sembuh.

Oleh karena itu, dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien sembuh tercatat mengalami peningkatan. Bahkan sampai belasan pasien sembuh dalam satu harinya. Seperti pada Rabu (25/11) ada sebanyak 19 pasien sembuh. Lalu, 16 pasien sembuh pada Jumat (27/11) lalu.

Selain itu, Fauzan juga mengatakan bahwa kekebalan pasien relatif meningkat. Sehingga angka kesembuhan menunjukkan tren yang menggembirakan. Meskipun penambahan pasien yang dinyatakan positif juga masih ada setiap harinya.

“Hari ini ada tambahan sembilan kasus (positif Covid-19) baru,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri tersebut. 

(din/ara/tar)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 merencanakan menambah jumlah rumah sakit rujukan pasien korona. Menyusul masih tingginya penambahan kasus positif yang bergejala. Pihak GTPP pun akan memanggil seluruh rumah sakit. Tujuannya untuk membahas rencana itu.

“Besok pagi (hari ini, Red) akan dibahas berbagai alternatif untuk perawatan penderita Covid-19,” ujar Jubir GTPP dr Ahmad Khotib kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut Khotib, menambah rumah sakit rujukan adalah salah satu alternatif. Opsi lainnya adalah membuka rumah sakit darurat. Poin-poin itulah yang akan dirundingkan bersama dengan seluruh rumah sakit di Kabupaten Kediri. 

Sejauh ini, di Kabupaten Kediri ada tiga rumah sakit rujukan yang dapat merawat pasien Covid-19. Dua rumah sakit milik pemkab, yakni RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) dan  RSUD SLG. Satu lagi rumah sakit swasta. Yaitu RS HVA Toeloengredjo Pare. Dari tiga rumah sakit itu daya tampung total untuk pasien korona dalah 75 tempat tidur..

“RS HVA 30 (tempat tidur), RSKK 35, dan RSUD SLG 10,” urai dr Khotib. 

Karena jumlahnya yang terbatas itu, padahal terjadi lonjakan kasus lagi kali ini, kondisi rumah sakit rujukan tersebut penuh semua. Fakta itulah yang membuat GTPP perlu mengambil langkah alternatif.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengatakan memang telah mengundang seluruh RS di Kabupaten Kediri. “Kami undang untuk diajak rapat. Kami berharap seluruh rumah sakit bisa ikut komitmen memikul tanggung jawab ini berdasarkan kapasitas masing-masing rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga :  Bukan Petirtan Keluarga Raja

Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri masih terus terjadi. Jumlahnya cenderung mengalami peningkatan dalam tiga minggu terakhir. Selain rumah sakit rujukan yang penuh, tempat isolasi mandiri pun demikian. Pemkab pun menambah tempat isolasi yang semula hanya Wisma Atlet Pare dengan menyiapkan salah satu gedung sekolah dasar. 

Kemarin, penambahan terjadi sebanyak 25 orang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia. Mereka diketahui menderita penyakit penyerta seperti diabetes dan darah tinggi.

Selain tambahan positif, sebanyak 11 orang telah dinyatakan sembuh. Mereka adalah 10 orang yang sebelumnya menjalani isolasi di Wisma Atlet Pare dan satu dirawat di RS HVA Toeloengredjo.

Dari Kota Kediri, prosedur penetapan kesembuhan pasien Covid-19 mengalami perubahan. Pasien tidak perlu lagi menunggu follow up hasil swab. Mereka sudah dinyatakan sembuh bila telah menjalani isolasi selama dua minggu dan tidak terjadi gejala. Hal ini merupakan ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

“Ada perubahan pedoman Kemenkes RI pada revisi kelima,” ujar dr Fauzan Adima, jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri.

Baca Juga :  Yusuf Budi Santoso, Tanamkan Kecintaan Budaya Jawa kepada Muridnya

Fauzan juga menerangkan perubahan juga terjadi pada prosedur pemeriksaan swab pada pasien bergejala yang dirawat. Sebelumnya mereka harus menjalani beberapa kali hingga benar-benar yakin hasilnya negatif. Setelah perubahan pedoman itu, pasien korona akan dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dan perawatan dalam kurun waktu dua minggu atau 14 hari.

“Kalau dulu sebelum hasil swab negatif, entah bergejala atau tidak, belum bisa dikatakan sembuh,” katanya.

Hanya saja tetap dengan catatan. Pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala Covid-19 dalam kurun waktu isolasi selama 14 hari tersebut. Kalau dalam kurun waktu tersebut tim medis masih mendapati yang bersangkutan menunjukkan gejala, maka ia tidak dinyatakan sembuh.

Oleh karena itu, dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien sembuh tercatat mengalami peningkatan. Bahkan sampai belasan pasien sembuh dalam satu harinya. Seperti pada Rabu (25/11) ada sebanyak 19 pasien sembuh. Lalu, 16 pasien sembuh pada Jumat (27/11) lalu.

Selain itu, Fauzan juga mengatakan bahwa kekebalan pasien relatif meningkat. Sehingga angka kesembuhan menunjukkan tren yang menggembirakan. Meskipun penambahan pasien yang dinyatakan positif juga masih ada setiap harinya.

“Hari ini ada tambahan sembilan kasus (positif Covid-19) baru,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri tersebut. 

(din/ara/tar)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/