26.1 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Dua Rumah Sakit Overload

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penambahan kasus Covid-19 yang masih terus terjadi hingga kemarin membuat RS Darurat Covid-19 Pu Sindok dan RSUD Kertosono penuh. Dua fasilitas kesehatan itu tidak bisa lagi menampung pasien yang terpapar korona.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, Pu Sindok yang memiliki kapasitas 50 orang sudah penuh terisi pasien. Demikian juga dengan RSUD Kertosono yang memiliki 15 tempat tidur. Kemarin, RS milik Pemkab Nganjuk di wilayah timur itu merawat enam pasien positif dan sembilan berstatus suspect.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto yang dikonfirmasi tentang penuhnya ruang perawatan Covid-19 di Pu Sindok dan RSUD Kertosono membenarkannya. “Hari ini (kemarin, Red) ada tambahan tiga pasien di Pu Sindok,” ujar Hendri.

Lebih jauh Hendri menjelaskan, dari tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan kemarin, tiga di antaranya memang dirujuk ke Pu Sindok karena gejalanya ringan. Mereka adalah, perempuan berusia 37 tahun asal Loceret yang juga pekerja pabrik rokok Mangga Gandeng. Kemudian, laki-laki beruisa 21 tahun asal Tanjunganom, dan perempuan berusia 33 tahun asal Loceret.

Baca Juga :  Ritual Ngembak Geni Jadi Ajang Silaturahmi

Selain tiga pasien tersebut, ada tiga pasien lain yang melakukan isolasi mandiri. Yakni, perempuan berusia 21 tahun asal Kertosono, perempuan berusia 16 tahun asal Rejoso, serta laki-laki beruisa 57 tahun asal Rejoso. “Satu pasein lainnya dirawat di RSUD Nganjuk,” lanjut Hendri.

Terkait masih adanya pasien yang melakukan isolasi mandiri, Hendri menyebut ketiganya tidak mempunyai keluhan sakit. Ke depan, jika mereka merasakan sakit akan dirujuk ke rumah sakit.

Untuk diketahui, dari empat rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, sekarang tinggal dua rumah sakit yang belum penuh. Yaitu, RSUD Nganjuk yang memiliki kapasitas 40 bed, baru terisi 15. Sedangkan RS Bhayangkara Nganjuk yang memiliki 20 tempat tidur baru terisi satu pasien. “Dua rumah sakit ini digunakan untuk merawat pasien yang punya keluhan sakit berat,” terang Hendri.

Baca Juga :  PPDB Tahap Satu Dibuka Hari Ini

Sementara itu, selain penambahan tujuh pasien, kemarin juga ada enam pasien yang sembuh. Rata-rata mereka adalah pasien yang menjalani isolasi mandiri. Mulai perempuan berusia 24 tahun asal Bagor. Kemudian, laki laki berusia 43 tahun asal Berbek. Ada pula perempuan berusia 52 tahun asal Ngronggot, serta laki laki berusia 31 tahun asal Tanjunganom yang sebelumnya dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri.

Selanjutnya, perempuan berusia 67 tahun asal Nganjuk yang dirawat di RSUD Nganjuk, dan perempuan berusia 55 tahun asal Bagor yang dirawat RSUD Kertosono. “Enam pasien boleh pulang tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” urainya.

Hendri menjelaskan, kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih belum ada tren penurunan. Karenanya, dia kembali meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan. Terutama saat beraktivitas di luar rumah. “Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penambahan kasus Covid-19 yang masih terus terjadi hingga kemarin membuat RS Darurat Covid-19 Pu Sindok dan RSUD Kertosono penuh. Dua fasilitas kesehatan itu tidak bisa lagi menampung pasien yang terpapar korona.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, Pu Sindok yang memiliki kapasitas 50 orang sudah penuh terisi pasien. Demikian juga dengan RSUD Kertosono yang memiliki 15 tempat tidur. Kemarin, RS milik Pemkab Nganjuk di wilayah timur itu merawat enam pasien positif dan sembilan berstatus suspect.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Hendriyanto yang dikonfirmasi tentang penuhnya ruang perawatan Covid-19 di Pu Sindok dan RSUD Kertosono membenarkannya. “Hari ini (kemarin, Red) ada tambahan tiga pasien di Pu Sindok,” ujar Hendri.

Lebih jauh Hendri menjelaskan, dari tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditemukan kemarin, tiga di antaranya memang dirujuk ke Pu Sindok karena gejalanya ringan. Mereka adalah, perempuan berusia 37 tahun asal Loceret yang juga pekerja pabrik rokok Mangga Gandeng. Kemudian, laki-laki beruisa 21 tahun asal Tanjunganom, dan perempuan berusia 33 tahun asal Loceret.

Baca Juga :  6 Pasien RSUD Lanjut Isoman

Selain tiga pasien tersebut, ada tiga pasien lain yang melakukan isolasi mandiri. Yakni, perempuan berusia 21 tahun asal Kertosono, perempuan berusia 16 tahun asal Rejoso, serta laki-laki beruisa 57 tahun asal Rejoso. “Satu pasein lainnya dirawat di RSUD Nganjuk,” lanjut Hendri.

Terkait masih adanya pasien yang melakukan isolasi mandiri, Hendri menyebut ketiganya tidak mempunyai keluhan sakit. Ke depan, jika mereka merasakan sakit akan dirujuk ke rumah sakit.

Untuk diketahui, dari empat rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, sekarang tinggal dua rumah sakit yang belum penuh. Yaitu, RSUD Nganjuk yang memiliki kapasitas 40 bed, baru terisi 15. Sedangkan RS Bhayangkara Nganjuk yang memiliki 20 tempat tidur baru terisi satu pasien. “Dua rumah sakit ini digunakan untuk merawat pasien yang punya keluhan sakit berat,” terang Hendri.

Baca Juga :  Emil Dardak: Selingkar Wilis Masuk Proyek Strategis Nasional

Sementara itu, selain penambahan tujuh pasien, kemarin juga ada enam pasien yang sembuh. Rata-rata mereka adalah pasien yang menjalani isolasi mandiri. Mulai perempuan berusia 24 tahun asal Bagor. Kemudian, laki laki berusia 43 tahun asal Berbek. Ada pula perempuan berusia 52 tahun asal Ngronggot, serta laki laki berusia 31 tahun asal Tanjunganom yang sebelumnya dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri.

Selanjutnya, perempuan berusia 67 tahun asal Nganjuk yang dirawat di RSUD Nganjuk, dan perempuan berusia 55 tahun asal Bagor yang dirawat RSUD Kertosono. “Enam pasien boleh pulang tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” urainya.

Hendri menjelaskan, kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih belum ada tren penurunan. Karenanya, dia kembali meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan. Terutama saat beraktivitas di luar rumah. “Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/