31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Suhu Panas, Jemaah Haji Rawan Batuk dan Pilek

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Jemaah haji Kabupaten Kediri harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca di Arab Saudi. Saat siang, suhu di sana lebih dari 41 derajat Celsius. Ini rawan menyebabkan jemaah sakit.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa yang tengah berhaji menyebut, kondisi jemaah yang berangkat bersamanya mulai mengeluhkan sakit batu pilek. Ia bersyukur masih diberi kesehatan selama menjalani proses ibadah di tanah suci. Saat ini, CJH sedang umrah sunah.

Jemaah juga berziarah ke sekitar Makkah, Jabbal Tsur, Jabbal Nur, Arafah, Jabbal Rahmah, Muzdalifah, dan Mina. “Mohon doanya semoga kami semua diberi kesehatan,” ujarnya.

Jumlah CJH yang sakit karena beradaptasi dengan cuaca, menurut Dewi, tidak sampai 10 persen. Laporan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menyebutkan, rata-rata mengalami batuk kecil. Biasanya disebabkan meminum air dingin.

Baca Juga :  356 PPPK di Kabupaten Kediri Masih Tunggu SK

Agar tidak berlarut, jemaah diminta minum air zamzam yang tidak dingin. Selain itu, makan harus tepat waktu dan aktivitasnya tetap dijaga. “Waktunya istirahat ya harus istirahat,” tutur Kepala Kemenag Kabupaten Zuhri.

Dia menganjurkan, jemaah mengonsumsi buah-buahan dan obat saat berada di pos kesehatan. Mereka harus menjaga stamina dan tidak kekurangan cairan. Menurut Zuhri, jatah air mineral di hotel sudah tercukupi dan tidak perlu beli. Di pos kesehatan juga sudah ada obat-obatan.

“Kami dapat laporan, tim kesehatan Kabupaten Kediri juga melayani jemaah dari Blitar dengan baik,” bebernya. Sedangkan makan tidak boleh telat sebanyak tiga kali dengan porsi jumbo.

Zuhri menambahkan, jemaah tidak bisa mendekat atau mendaki Jabbal Rahmah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa. “Sekarang di sana sedang dalam masa pemugaran, pembangunan pelatarannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinas PUPR Kabupaten Kediri Sudah Prioritaskan Yang Rusak Darurat

Jabbal Rahmah ini ramai dikunjungi karena ada mitos bahwa mereka yang ingin dipertemukan dengan jodohnya menaruh tulisan atau foto di sana. Harapannya bisa dipertemukan dengan jodohnya selayaknya Adam dan Hawa.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Jemaah haji Kabupaten Kediri harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca di Arab Saudi. Saat siang, suhu di sana lebih dari 41 derajat Celsius. Ini rawan menyebabkan jemaah sakit.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa yang tengah berhaji menyebut, kondisi jemaah yang berangkat bersamanya mulai mengeluhkan sakit batu pilek. Ia bersyukur masih diberi kesehatan selama menjalani proses ibadah di tanah suci. Saat ini, CJH sedang umrah sunah.

Jemaah juga berziarah ke sekitar Makkah, Jabbal Tsur, Jabbal Nur, Arafah, Jabbal Rahmah, Muzdalifah, dan Mina. “Mohon doanya semoga kami semua diberi kesehatan,” ujarnya.

Jumlah CJH yang sakit karena beradaptasi dengan cuaca, menurut Dewi, tidak sampai 10 persen. Laporan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menyebutkan, rata-rata mengalami batuk kecil. Biasanya disebabkan meminum air dingin.

Baca Juga :  Harga Selangit, Masker Mulai Langka di Pasaran

Agar tidak berlarut, jemaah diminta minum air zamzam yang tidak dingin. Selain itu, makan harus tepat waktu dan aktivitasnya tetap dijaga. “Waktunya istirahat ya harus istirahat,” tutur Kepala Kemenag Kabupaten Zuhri.

Dia menganjurkan, jemaah mengonsumsi buah-buahan dan obat saat berada di pos kesehatan. Mereka harus menjaga stamina dan tidak kekurangan cairan. Menurut Zuhri, jatah air mineral di hotel sudah tercukupi dan tidak perlu beli. Di pos kesehatan juga sudah ada obat-obatan.

“Kami dapat laporan, tim kesehatan Kabupaten Kediri juga melayani jemaah dari Blitar dengan baik,” bebernya. Sedangkan makan tidak boleh telat sebanyak tiga kali dengan porsi jumbo.

Zuhri menambahkan, jemaah tidak bisa mendekat atau mendaki Jabbal Rahmah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa. “Sekarang di sana sedang dalam masa pemugaran, pembangunan pelatarannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Asal Nganjuk Meninggal Tersambar Kereta Api Malabar

Jabbal Rahmah ini ramai dikunjungi karena ada mitos bahwa mereka yang ingin dipertemukan dengan jodohnya menaruh tulisan atau foto di sana. Harapannya bisa dipertemukan dengan jodohnya selayaknya Adam dan Hawa.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/