31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Nama Khofifah Muncul di Rakerda PAN Kota

KOTA, JP Radar Kediri-DPD Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar rapat kerja daerah (rakerda) kemarin. Rapat yang membahas usulan kandidat calon presiden (capres) di pemilu 2024 nanti memunculkan lima nama. Selain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), ada empat nama yang mengemuka. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Tentang munculnya lima nama tersebut, Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pengusulan Zulhas dilakukan karena ada dorongan suara dari bawah. Selebihnya, posisi Zulhas yang sekarang berada di pemerintahan juga dianggap pas. “Soal beliau berkenan atau tidak, kami kembalikan pada Pak Zulkifli Hasan”, katanya setelah acara di hotel Insumo Palace kemarin.

Baca Juga :  Curah Hujan di Kediri Raya Bisa Naik hingga 70 Persen

Terkait nama Khofifah, pria yang juga menjabat wali kota Kediri itu menyebut track record Khofifah jadi pertimbangan. Menurutnya gubernur Jatim itu jadi representasi perempuan dan kader NU. Hal tersebut penting agar kepemimpinan tidak hanya jadi domain laki-laki.

“Ibu Khofifah sangat kuat di akar rumput NU. PAN ini partai yang terbuka bagi semua ormas, suku, dan agama,” lanjutnya menyinggung keberhasilannya menjabat wali kota dua periode karena banyak disumbang suara oleh NU. Karenanya, ketika PAN mengusulkan kader NU sebagai kandidat capres, hal tersebut menjadi lumrah.

 

Mas Abu menjelaskan, usulan ini murni dari mendengarkan akar rumput. Wali Kota Kediri ini tidak menampik memang ada hitungan matematis terkait keterwakilan unsur kader partai, intelektual atau profesional, dan TNI/POLRI.

Baca Juga :  Perubahan Iklim Bisa Pacu Inflasi

Abu memaparkan, lima nama yang mengerucut dalam rakerda kemarin murni berasal dari akar rumput. Meski demikian, dia tak menampik adanya hitungan terkait keterwakilan kader partai, intelektual, hingga kalangan profesional, serta TNI/POLRI.

Dia mencontohkan nama Erick Thohir yang merupakan perwakilan kalangan profesional. Namanya mencuat karena bisnisnya berhasil serta prestasinya selama menjabat menteri BUMN.

Adapun Anies Baswedan dan Panglima TNI Andika Perkasa juga mendapat dukungan dari arus bawah. “Kelima nama ini dipilih bukan berdasarkan voting, jadi kami menampung aspirasi dan sifatnya diskusi,” beber Abu sembari menyebut pihaknya akan menyerahkan hasil rakerda ke DPP PAN. Merekalah yang akan memutuskan kandidat yang diusung.

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-DPD Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar rapat kerja daerah (rakerda) kemarin. Rapat yang membahas usulan kandidat calon presiden (capres) di pemilu 2024 nanti memunculkan lima nama. Selain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), ada empat nama yang mengemuka. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Tentang munculnya lima nama tersebut, Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pengusulan Zulhas dilakukan karena ada dorongan suara dari bawah. Selebihnya, posisi Zulhas yang sekarang berada di pemerintahan juga dianggap pas. “Soal beliau berkenan atau tidak, kami kembalikan pada Pak Zulkifli Hasan”, katanya setelah acara di hotel Insumo Palace kemarin.

Baca Juga :  Macan Putih Tak Ingin Kehilangan Momentum

Terkait nama Khofifah, pria yang juga menjabat wali kota Kediri itu menyebut track record Khofifah jadi pertimbangan. Menurutnya gubernur Jatim itu jadi representasi perempuan dan kader NU. Hal tersebut penting agar kepemimpinan tidak hanya jadi domain laki-laki.

“Ibu Khofifah sangat kuat di akar rumput NU. PAN ini partai yang terbuka bagi semua ormas, suku, dan agama,” lanjutnya menyinggung keberhasilannya menjabat wali kota dua periode karena banyak disumbang suara oleh NU. Karenanya, ketika PAN mengusulkan kader NU sebagai kandidat capres, hal tersebut menjadi lumrah.

 

Mas Abu menjelaskan, usulan ini murni dari mendengarkan akar rumput. Wali Kota Kediri ini tidak menampik memang ada hitungan matematis terkait keterwakilan unsur kader partai, intelektual atau profesional, dan TNI/POLRI.

Baca Juga :  Wali Kota Kediri Larang Bedakan Pasien Umum dan BPJS

Abu memaparkan, lima nama yang mengerucut dalam rakerda kemarin murni berasal dari akar rumput. Meski demikian, dia tak menampik adanya hitungan terkait keterwakilan kader partai, intelektual, hingga kalangan profesional, serta TNI/POLRI.

Dia mencontohkan nama Erick Thohir yang merupakan perwakilan kalangan profesional. Namanya mencuat karena bisnisnya berhasil serta prestasinya selama menjabat menteri BUMN.

Adapun Anies Baswedan dan Panglima TNI Andika Perkasa juga mendapat dukungan dari arus bawah. “Kelima nama ini dipilih bukan berdasarkan voting, jadi kami menampung aspirasi dan sifatnya diskusi,” beber Abu sembari menyebut pihaknya akan menyerahkan hasil rakerda ke DPP PAN. Merekalah yang akan memutuskan kandidat yang diusung.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/