23.8 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Bed Pasien Covid-19 di Tiga RS Rujukan Kabupaten Kediri Penuh

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri semakin memprihatinkan. Salah satu indikasinya, bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien Covid-19 tadi malam sudah mencapai 100 persen. 

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengungkapkan, sekitar pukul 19.00 tadi malam bed untuk pasien Covid-19 di tiga rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Kediri sudah penuh. Rinciannya, 59 bed di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), 57 bed di RSUD SLG, dan 50 bed di RS HVA Toeloengredjo, Pare. “Semua bed penuh (BOR mencapai 100 persen, Red),” ujar Khotib. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Khotib menjelaskan, satgas akan melakukan penambahan bed agar daya tampungnya bertambah. Hanya saja, berapa jumlah bed yang akan ditambahkan, Khotib belum bisa menyebutkan.

Untuk diketahui, selain bed di ruang perawatan pasien yang penuh, kondisi yang hampir sama juga terlihat di ruang intensive care unit (ICU) RS Rujukan. Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi menambahkan, BOR ICU kemarin sudah mencapai 80 persen lebih. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding BOR sebelumnya yang berkisar 72-78 persen.

Dengan nyaris penuhnya ICU RS di Kabupaten Kediri, jelas Slamet, saat ini satgas tengah mengoptimalkan kewaspadaan di tingkat RT. Seperti yang dilakukan sebelumnya, mereka menentukan zona di tiap RT. Di Kabupaten Kediri menurutnya ada satu RT yang ditetapkan sebagai zona merah. Yakni, di Dusun Krapyak RT.01/I, Desa Jati Tarokan. 

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19: CFD Dhoho Stop

Selain di lokasi tersebut, kewaspadaan tinggi juga diterapkan di tiga lokasi lainnya. Yaitu, Desa Kampungbaru, Kepung; Desa Tirulor, Gurah; dan Desa Gadungan, Puncu. Tiga desa tersebut masih tergolong zona oranye, tetapi tren kasusnya cukup tinggi. Masing-masing ada penambahan sembilan kasus positif.

Sesuai aturan, RT akan masuk zona oranye jika di lingkungan mereka ada tiga hingga lima rumah yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Seperti Desa Jati itu zona merah walaupun ada lima (orang, Red) terkonfirmasi tapi menyebar di lima atau enam rumah,” jelas Slamet sembari menyebut mobilitas warga di zona merah dan oranye diawasi oleh satgas desa. 

Sementara itu, kondisi kasus Covid-19 di Kota Kediri juga semakin memprihatinkan. Kasus aktif korona kemarin sudah tembus 106 orang. Ini setelah ada tambahan 15 kasus baru kemarin. 

Dengan penambahan belasan kasus tersebut, jumlah total kasus korona di Kota Kediri mencapai 1.537 orang. Sebanyak 152 orang di antaranya meninggal. “Sekarang rata-rata kasus kematian sekitar 9,89 persen,” ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Baca Juga :  Kabupaten Tambah Delapan, Kota Sosialisasi Istilah Baru

Semakin tingginya kasus Covid-19 di Kota Kediri, jelas Fauzan, membuat Pemkot Kediri memperketat aturan PPKM mikro. selain menindak warga yang membandel karena tidak taat protokol kesehatan (prokes), PPKM mikro juga menyasar kegiatan masyarakat. 

Fauzan menegaskan, kegiatan yang dilarang digelar adalah pertunjukan seni seperti konser dan pagelaran. Kemudian, perlombaan, pertandingan gathering, resepsi. Selanjutnya, hajatan, reuni, hingga kegiatan sosial dan budaya.   

Bagaimana dengan kabar yang menyebut mal akan tutup mulai pukul 17.00? Fauzan menegaskan, sejauh ini keputusan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, belum berubah. Aktivitas di mal tetap ditutup pukul 21.00. Sedangkan pasar tradisonal dan modern dibatasi sampai pukul 22.00. 

Karenanya, dia mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas hingga larut malam. Untuk mendukung pengetatan aturan tersebut, razia oleh tim gabungan terus diintensifkan. “Kalau ada yang melanggar akan dikenakan sanksi,” tegas Fauzan memastikan sanksi tidak hanya untuk pengunjung, melainkan juga pelaku usaha. 

 Jika terdapat pasien positif Covid-19 di satu gang yang berjumlah belasan orang, daerah tersebut akan dilakukan penutupan. Hal itu berlaku pula di lokasi lainnya. Sejauh ini, di Kota Kediri baru satu tempat yang dikenakan mikro lockdown.(wi/rq/ut)

Konfirmasi : 1537(+15)

Aktif : 106(+14)

Sembuh : 1279

Meninggal : 152(+1)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri semakin memprihatinkan. Salah satu indikasinya, bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien Covid-19 tadi malam sudah mencapai 100 persen. 

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengungkapkan, sekitar pukul 19.00 tadi malam bed untuk pasien Covid-19 di tiga rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Kediri sudah penuh. Rinciannya, 59 bed di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), 57 bed di RSUD SLG, dan 50 bed di RS HVA Toeloengredjo, Pare. “Semua bed penuh (BOR mencapai 100 persen, Red),” ujar Khotib. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Khotib menjelaskan, satgas akan melakukan penambahan bed agar daya tampungnya bertambah. Hanya saja, berapa jumlah bed yang akan ditambahkan, Khotib belum bisa menyebutkan.

Untuk diketahui, selain bed di ruang perawatan pasien yang penuh, kondisi yang hampir sama juga terlihat di ruang intensive care unit (ICU) RS Rujukan. Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi menambahkan, BOR ICU kemarin sudah mencapai 80 persen lebih. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding BOR sebelumnya yang berkisar 72-78 persen.

Dengan nyaris penuhnya ICU RS di Kabupaten Kediri, jelas Slamet, saat ini satgas tengah mengoptimalkan kewaspadaan di tingkat RT. Seperti yang dilakukan sebelumnya, mereka menentukan zona di tiap RT. Di Kabupaten Kediri menurutnya ada satu RT yang ditetapkan sebagai zona merah. Yakni, di Dusun Krapyak RT.01/I, Desa Jati Tarokan. 

Baca Juga :  BPUM Cair, Banyak Penerima yang Tak Tahu

Selain di lokasi tersebut, kewaspadaan tinggi juga diterapkan di tiga lokasi lainnya. Yaitu, Desa Kampungbaru, Kepung; Desa Tirulor, Gurah; dan Desa Gadungan, Puncu. Tiga desa tersebut masih tergolong zona oranye, tetapi tren kasusnya cukup tinggi. Masing-masing ada penambahan sembilan kasus positif.

Sesuai aturan, RT akan masuk zona oranye jika di lingkungan mereka ada tiga hingga lima rumah yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Seperti Desa Jati itu zona merah walaupun ada lima (orang, Red) terkonfirmasi tapi menyebar di lima atau enam rumah,” jelas Slamet sembari menyebut mobilitas warga di zona merah dan oranye diawasi oleh satgas desa. 

Sementara itu, kondisi kasus Covid-19 di Kota Kediri juga semakin memprihatinkan. Kasus aktif korona kemarin sudah tembus 106 orang. Ini setelah ada tambahan 15 kasus baru kemarin. 

Dengan penambahan belasan kasus tersebut, jumlah total kasus korona di Kota Kediri mencapai 1.537 orang. Sebanyak 152 orang di antaranya meninggal. “Sekarang rata-rata kasus kematian sekitar 9,89 persen,” ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Baca Juga :  Waspada Korona: Rapid Test Mendadak di Mal dan Tempat Keramaian

Semakin tingginya kasus Covid-19 di Kota Kediri, jelas Fauzan, membuat Pemkot Kediri memperketat aturan PPKM mikro. selain menindak warga yang membandel karena tidak taat protokol kesehatan (prokes), PPKM mikro juga menyasar kegiatan masyarakat. 

Fauzan menegaskan, kegiatan yang dilarang digelar adalah pertunjukan seni seperti konser dan pagelaran. Kemudian, perlombaan, pertandingan gathering, resepsi. Selanjutnya, hajatan, reuni, hingga kegiatan sosial dan budaya.   

Bagaimana dengan kabar yang menyebut mal akan tutup mulai pukul 17.00? Fauzan menegaskan, sejauh ini keputusan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, belum berubah. Aktivitas di mal tetap ditutup pukul 21.00. Sedangkan pasar tradisonal dan modern dibatasi sampai pukul 22.00. 

Karenanya, dia mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas hingga larut malam. Untuk mendukung pengetatan aturan tersebut, razia oleh tim gabungan terus diintensifkan. “Kalau ada yang melanggar akan dikenakan sanksi,” tegas Fauzan memastikan sanksi tidak hanya untuk pengunjung, melainkan juga pelaku usaha. 

 Jika terdapat pasien positif Covid-19 di satu gang yang berjumlah belasan orang, daerah tersebut akan dilakukan penutupan. Hal itu berlaku pula di lokasi lainnya. Sejauh ini, di Kota Kediri baru satu tempat yang dikenakan mikro lockdown.(wi/rq/ut)

Konfirmasi : 1537(+15)

Aktif : 106(+14)

Sembuh : 1279

Meninggal : 152(+1)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/