23.5 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Debit Air Dam Margomulyo Surut

REJOSO, JP Radar Nganjuk – Banjir yang melanda wilayah Rejoso mulai menyusut. Kemarin, bendungan atau dam Margomulyo di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, sudah surut dibanding Jumat lalu (27/12). Sebelumnya, air bah di sana mencapai ketinggian 1,5 meter. Saat ini, tinggal 5 sentimeter (cm).

          Juru Pengairan Dam Margomulyo Mutaji mengatakan, kondisi tersebut sangat jauh berkurang dibanding saat banjir datang. Dengan ketinggian tersebut, dia memastikan tidak akan ada luapan air atau banjir lagi. “Kalau segini (ketinggian 5 cm) aman,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dengan ketinggian air tersebut, dia mengatakan, masyarakat sekitar aliran sungai Semantok tersebut tidak perlu khawatir. Bahkan, jika ketinggian air bertambah hingga satu meter pun masih dinilai relatif aman. Menurutnya, dengan ketinggian air 50-100 cm masih terhitung normal.

“Di bawah satu meter masih aman,” aku pria berkumis tersebut kepada koran ini. Namun, jika ketinggian air lebih dari 100 cm, maka masyarakat perlu waspada.

Baca Juga :  Polres Kediri Belum Terapkan Sepenuhnya Pelonggaran Kerumunan

Terlebih, jika ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter, maka pihaknya mulai siaga. Seperti pada Jumat lalu (27/12), di mana menimbulkan banjir di lima desa di Rejoso. “Kalau ketinggian seperti kemarin (Jumat, Red) sudah masuk siaga,” aku Mutaji.

Meskipun telah surut drastis, namun pihaknya tetap mewaspadai akan ada air kiriman lagi atau tidak. Pasalnya, jika daerah hulu sungai di Desa Tritik, Rejoso, turun hujan yang lama, air kiriman dipastikan datang. Pada saat terjadi banjir juga seperti itu. Di daerah hulu hujan tak kurang dari tiga jam.

Menurut Mutaji, kiriman air diperparah dengan material sampah yang terbawa bersama. Paling banyak adalah limbah dari hutan. Antara lain batang pohon, ranting, dedaunan dan tanaman lainnya. “Jadinya banyak titik yang tersumbat sehingga meluap,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, material sampah yang terbawa memang relatif banyak. Material itu kemarin masih tersangkut di bawah jembatan jalan Desa Banjarejo. Selain limbah dari hutan, material lumpur juga banyak yang terbawa.

Baca Juga :  Mengantuk, Carry Hantam Truk di Jalan Tol

Jika diperkirakan ada kiriman air kembali, pihaknya akan menutup pintu intike. Pasalnya, pintu air tersebut mengarah ke saluran irigasi pertanian di sana. “Kalau tetap dibuka khawatir banyak material sampah yang masuk,” terangnya.

Ditakutkan, material sampah itu akan menghambat jalurnya air sehingga terjadi luapan di aliran irigasi warga tersebut. “Kalau ketinggian air sekitar 50 cm, pintu intike akan saya tutup,” imbuh Mutaji.

Untuk diketahui, lima desa di Kecamatan Rejoso terendam banjir karena luapan Sungai Semantok, Jumat lalu (27/12). Luapan itu menggenangi Desa Klagen, Rejoso, Jatirejo, dan Banjarejo. Bahkan, luapan air sungai pertama terjadi di Desa Tritik.

Luapan air sungai terjadi lantaran hujan mengguyur wilayah di sana dari sekitar pukul 16.00 hingga malam hari. Tak ayal, air luapan tersebut masuk ke puluhan rumah yang tersebar di sana. Air mulai surut tengah malamnya.

 

- Advertisement -

REJOSO, JP Radar Nganjuk – Banjir yang melanda wilayah Rejoso mulai menyusut. Kemarin, bendungan atau dam Margomulyo di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, sudah surut dibanding Jumat lalu (27/12). Sebelumnya, air bah di sana mencapai ketinggian 1,5 meter. Saat ini, tinggal 5 sentimeter (cm).

          Juru Pengairan Dam Margomulyo Mutaji mengatakan, kondisi tersebut sangat jauh berkurang dibanding saat banjir datang. Dengan ketinggian tersebut, dia memastikan tidak akan ada luapan air atau banjir lagi. “Kalau segini (ketinggian 5 cm) aman,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dengan ketinggian air tersebut, dia mengatakan, masyarakat sekitar aliran sungai Semantok tersebut tidak perlu khawatir. Bahkan, jika ketinggian air bertambah hingga satu meter pun masih dinilai relatif aman. Menurutnya, dengan ketinggian air 50-100 cm masih terhitung normal.

“Di bawah satu meter masih aman,” aku pria berkumis tersebut kepada koran ini. Namun, jika ketinggian air lebih dari 100 cm, maka masyarakat perlu waspada.

Baca Juga :  Mengantuk, Carry Hantam Truk di Jalan Tol

Terlebih, jika ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter, maka pihaknya mulai siaga. Seperti pada Jumat lalu (27/12), di mana menimbulkan banjir di lima desa di Rejoso. “Kalau ketinggian seperti kemarin (Jumat, Red) sudah masuk siaga,” aku Mutaji.

Meskipun telah surut drastis, namun pihaknya tetap mewaspadai akan ada air kiriman lagi atau tidak. Pasalnya, jika daerah hulu sungai di Desa Tritik, Rejoso, turun hujan yang lama, air kiriman dipastikan datang. Pada saat terjadi banjir juga seperti itu. Di daerah hulu hujan tak kurang dari tiga jam.

Menurut Mutaji, kiriman air diperparah dengan material sampah yang terbawa bersama. Paling banyak adalah limbah dari hutan. Antara lain batang pohon, ranting, dedaunan dan tanaman lainnya. “Jadinya banyak titik yang tersumbat sehingga meluap,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, material sampah yang terbawa memang relatif banyak. Material itu kemarin masih tersangkut di bawah jembatan jalan Desa Banjarejo. Selain limbah dari hutan, material lumpur juga banyak yang terbawa.

Baca Juga :  Proyek Bendungan Semantok Mulai Dikerjakan

Jika diperkirakan ada kiriman air kembali, pihaknya akan menutup pintu intike. Pasalnya, pintu air tersebut mengarah ke saluran irigasi pertanian di sana. “Kalau tetap dibuka khawatir banyak material sampah yang masuk,” terangnya.

Ditakutkan, material sampah itu akan menghambat jalurnya air sehingga terjadi luapan di aliran irigasi warga tersebut. “Kalau ketinggian air sekitar 50 cm, pintu intike akan saya tutup,” imbuh Mutaji.

Untuk diketahui, lima desa di Kecamatan Rejoso terendam banjir karena luapan Sungai Semantok, Jumat lalu (27/12). Luapan itu menggenangi Desa Klagen, Rejoso, Jatirejo, dan Banjarejo. Bahkan, luapan air sungai pertama terjadi di Desa Tritik.

Luapan air sungai terjadi lantaran hujan mengguyur wilayah di sana dari sekitar pukul 16.00 hingga malam hari. Tak ayal, air luapan tersebut masuk ke puluhan rumah yang tersebar di sana. Air mulai surut tengah malamnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/